Mata Ditutul Dengan : “Kapuk, Terbaik Untuk Kedokteran”

JST-News.Com | Mata Ditutul Dengan : “Kapuk, Terbaik Untuk Kedokteran” Loh.. Kok bisa? Cerita Si Pena JST temukan disebuah kota sang pengembang.
Mata biasa digunakan sang bidadari dan sang raja-raja ketika menguasai sebuah misteri hidup awal “Cinta, Tapi Menutul”, hampa iya kawan redaksi.
Mata biasa umum terpanggil memukau untuk melihat dan memandang, akhirnya ditukar kapuk rindu menanti bincang sama kholiq-Nya. Kenapa bisa?
Ustman Bin Affan RA, pernah berkisah pada pemuja dan zaman islam lampau akibat salah pandang-memandang ketika bicara hati ustman : “Wanita terbit sebelah dada, maka jangan mengelus berulang, Sebab kapas akan melayang dan timbul bahaya jika hilang. Mereka meninggalkan lebih tak tentu arah”
Ucapan Rasullulah SAW : Panggil beliau ustman, sebut tujuan-Nya lalu ambil kitab-mu maka akan nampak hati-Nya
Bangsawan pada zaman kenabian ada ilmu congkak dan ilmu dunia dan akhirat tinggi seperti super star, coba kita redaksi cek : hal wajar tidak bekerja, akan tetapi ia miliki keilmuan hebat. Tapi tak di-amaliyahkan maka sungguh hidup merugi dan tertolak sentuh kenikmatan dunia dan akhirat-Nya. Jika; “telah tuasnya telah keluarga, ketika sendiri merasa kehilangan penyesalan di-dada nya mencari tuhan-Nya”
Wanita pun berhenti, tak tukar apapun laki jadi pada mudharat jalankan bahtera rumah. Sebab, ilmu kedokteran menjelaskan : “sakit, dibuat di dirinya namun sembuh atau sehat usaha karena kesedihan berlarut bukan dipendam dan rusak karena kikis hati kepada iradat-Nya” Ibnu-Sina.

367 M, Ada seorang musafir yang Di bicarakan “miskin dan miliki ilmu sungguh-sungguh dalam usaha-Nya walau tertatih-tatih sakit” Siapa beliau?badriyatus sa’diyyah bin walid, tokoh islam jarang kunjung orang paham keilmuan cara dan berpikir nya : Jika dia turun, Maka kalian ikut turun. Jika kamu maju maka kamu tempuh diri-Nya
Berjalan berpuluh-puluh tahun, hanya mengentaskan keterpurukan rasa, hati, dan kekayaan ditinggal oleh beliau karena harta-tahta-tak tampak muka. Hanya debu titis menitip pergi seperti kapuk.
Wanita ini menunjukan kekokohan dirinya, meninggalkan keluarga diagung-agungkan, disayang, dan selalu berbuat beramal sedekah selama kemusafiran nya.
Subhana Allah, ternyata wanita kuat zaman rasulullah ada juga dan kutipan pagi ini menitipkan pesan ilmu dunia, tak sebanding ilmu bahagia nikmat diri-Nya. (wanita zaman ibnu khaldun, pun ada redaksi merekam kehidupan 2023 ini berjuang)
Keislaman, ketaatan, kepatuhan, jerih payah akhirnya hilang tak berharap. Musafir wanita ini, jadikan dirinya menepikan diri dan miliki keluarga kembali atau kenikmatan titipan tuhan yang maha esa berkehendak-Nya.
Keshalihan taat ini bisa jadi murka buat para suami ataupun pasangan hidup ketika mata ditutul dengan kapuk, karena terbang diri sebabkan ketinggian phase tak berbentuk dan noda yang sakit akan kemarahan diri-Nya pun tidur pulas berpikir hebat akan kisah dan keilmuan-Nya jadi tak tentu arah.
Penemuan karekter insaniyah zaman muslim awal rosul, mahluk angkasa, bahkan sekarang manusia dan tumbuhan bumi isi-Nya.
Terakhir mereka tetap sujud di-kebenaran terhadap atas kehendak esok, didepan atau dibelakang. (red©meninjau)
Matilah kamu dalam keadaan mulia bersama akal pikiran baik dan benar disetiap tujuan ke-kehidupan pada tuhan-Mu. Segala sesuatu atas kehendak alam isi-Nya.
Demikian Sang Si-Pena JST-News meramaikan hati-hati sedang rusak, gundah, gemuruh, kemelut dibalut luka, serta tak beratur si pujian kikis menerpa jiwa, raga, ruhiniyah dan bathiniyah akhirnya hilahiyah, tertidur cara terbaik selamanya dalam kesementaraan bincang-bincang dengan sang pencipta yang berkati-Nya.
RidhoFM-Red©2023/10/4-Dki Jakarta
























