Pengojek di Kota Agung Divonis Kanker Tulang, Hidup di Ujung Derita dan Butuh Uluran Tangan

IMG 20250603 WA0026

Pengojek di Kota Agung Divonis Kanker Tulang, Hidup di Ujung Derita dan Butuh Uluran Tangan

Loading

JSTNEWS COM- Tanggamus. Di balik gemuruh aktivitas Kota Agung yang terus bergerak, terselip kisah pilu tentang seorang ayah, anak, dan mantan tulang punggung keluarga yang kini hanya bisa terbaring lemah di atas kasur lusuh, menahan rasa sakit yang tak tertahankan. Namanya Yulyadi, usia 43 tahun, seorang pengojek pangkalan yang biasa mangkal di sekitar Pasar Madang.

Kehidupan Yulyadi berubah drastis setelah ia divonis mengidap kanker tulang. Penyakit ini perlahan merenggut kekuatannya, hingga kini ia hanya mampu tergolek di sebuah rumah petak berukuran 4×6 meter di Gang Raden Putra, Kelurahan Pasar Madang.

Ironisnya, di tengah perjuangan melawan penyakit ganas itu, Yulyadi justru harus bergantung pada perawatan dari dua orang terkasihnya yang sudah renta: Herman (76) dan Mariem (65) — ayah dan ibunya. Kedua lansia ini kini menguras sisa tenaga dan air mata demi merawat anak semata wayang yang dahulu menjadi harapan keluarga.

“Kalau memang harus dioperasi, saya mohon, secepatnya. Biar anak saya cepat sembuh,” lirih Herman, dengan mata berkaca-kaca dan suara bergetar, seolah menahan kepedihan yang tak bisa lagi ditutupi.

Kondisi ekonomi keluarga ini semakin terjepit. Sepeda motor satu-satunya, yang dulunya menjadi andalan Yulyadi untuk mencari nafkah sebagai pengojek, telah terpaksa dijual demi biaya berobat. Kini, mereka tidak punya apa-apa lagi.

Perjuangan ke RS Muhammad Hoesin Palembang bukan hanya melelahkan secara fisik dan emosional, tetapi juga menyisakan beban finansial yang luar biasa berat. Setelah pemeriksaan awal, dokter memvonis bahwa Yulyadi menderita tumor tulang dan membutuhkan tindakan operasi. Ia dijadwalkan kembali ke rumah sakit pada 18 Juli untuk lanjutan pengobatan, sembari menunggu panggilan resmi dari pihak rumah sakit.

Lurah Pasar Madang, Mega Sari, yang turut prihatin atas kondisi ini, menyampaikan bahwa pihak kelurahan telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial.

“Kami sedang membuka jalur donasi dan bantuan, khususnya untuk mendukung biaya transportasi dan akomodasi selama proses pengobatan. Semoga kepedulian masyarakat bisa menjadi harapan baru bagi Pak Yulyadi,” ungkapnya.

Kisah Yulyadi adalah cermin dari kenyataan pahit yang kerap tersembunyi dalam sunyi: tentang mereka yang bertahan dalam diam, terjepit oleh keadaan, namun tetap mencoba hidup dengan penuh harap.

Kini saatnya kita bergandengan tangan, membuka hati dan berbagi rezeki untuk meringankan beban Yulyadi dan keluarganya. Bantuan sekecil apa pun akan sangat berarti.

Donasi dapat disalurkan ke:BRI Unit Kota AgungbNomor Rekening: 5774-01-025188-53-Atas nama: Mariem

Konfirmasi dan informasi lebih lanjut: WhatsApp 0822-8162-6843 (a.n. Yulyadi) ( Kurdi)

Journalist Social Them - Your Share Media Social Acsess Online Integrity Network

You cannot copy content of this page