Rokok ILEGAL : Buat Kami GERAH!!! “AWI SIAP KORDINASI DENGAN KAPOLRI DAN KEJAGUNG”
![]()
JST-NEWS.COM – AWI , gusar melihat praktek PETI dan rokok Ilegal semakin menggila di hampir semua Kabupaten Kota se Kalimantan Barat. Bahkan isu murahan yang menyudutkan para penulis serta bentuk intimidasi terhadap wartawan, saat melakukan liputan, juga menjadi catatan hitam mereka.
” Terlepas itu punya AS atau SB, yang pasti tambang emas liar sangat menghancurkan lingkungan, merusak tatanan kehidupan, merugikan negara dan tidak menguntungkan bagi PAD, ” tegas Budi Gautama, Ketua Aliansi Wartawan Indonesia ( AWI) Kota Pontianak.(20/6/2025)
Pristiwa penangkapan 47 batang emas, menurut spekulasi AWI, didasari oleh perang terbuka antara dua tauke gendut. Mereka, sebelum penggrebekan, lewat jaringan masing – masing, saling buka kartu dan bongkar informasi, terkait titik – titik PETI maupun lokasi penyimpanan emas curian. Setelah itu, ya TO dong.
” Perang terbuka ini memperebutkan Kursi Raja Emas ilegal Dapil Kalbar. Pemenangnya tergantung dukungan kekuatan becking pounder yang monitor dibelakang layar. Jadi siapapun pemilik PETI yang pilih jual kelain, bisa dipastikan bakal remuk total, ” urai Budi, senior organisasi profesi yang sudah puas makan asam, garam, indomie dan krupuk mamang didunia jurnalistik. bagaimana mengantisipasi rokok ilegal tidak berbuat ada dipasar?
*Mengarahkan agar suatu perizinan apapun bentuknya TIDAK DIBUAT MUDAH – SEGAMPANG ADUK TELOR di lapangan (Muncul Terkecil dihati rakyat – Karena pembelian rokok di tembakau murah dan mahal nya selangit bagi penikmat pabrik besar di perusahaan,Tuturnya; Ady penikmat rokok )
*Indah nya dunia bilamana manusia dalam perizinan cukai itu, dan aparatur Pemerintah setempat perketat distribusi dari semua kemasan di lokasi pada tingkat rawan kepentingan pengusaha perut besar saja yangn naik di papan trending bisa berusaha – halal bentuk nya jika ada alibisionis KKN (BG).
*Bisa jadi, karena adanya rakyat kecil tak diberikan ruang untuk industri rumahan yang setara pada pabrik-pabrik besaran. Dengan adanya keluhan di masyarakat mengisap rokok lebih memilih murah ( tenaga kerja rumahan pun di industri rokok yang belum berizin/label jadi dapat mempekerjakan sekitaran – inilah keluhan dari berbagai rakyat pinggiran pedesaan dan pengemas rumahan di telusuri) , bea – selangit “untung tak berbukit seperti hajar rakyat cilik”
Soal rokok yang tanpa dilengkapi pita cukai pemerintah, Budi memvonis, itu jelas ilegal. ” Masuknya barang barang liar tersebut, disamping menghindari pajak pendapan RI yang nilainya miliaran rupiah juga mencerminkan gagalnya pihak APH dalam menghadang lajunya peredaran rokok gelap tersebut, ” paparnya.
Mantan wartawan media cetak yang sejak tahun 2000 sudah berkiprah, secara tegas meminta agar APH proaktif melihat perkembangan kejadian sekarang. ” Saya berharap aparat tidak diam dengan kondisi terkini yang sudah menjadi perbincangan publik, mengingat semua praktek penyeludupan, beban dan sakitnya ditanggung oleh masyarakat, ” ungkap Budi sambil menyelipkan pulpen dicelana jeans nya bermerek Luvuis, bukan Levis asli.
Budi juga mengatakan Lembaganya akan kordinasi dengan Kapolri maupun Kejagung lewat audiensi AWI Pusat, ngebahas permasalahan yang rutin muncul di Kalimantan Barat.
Terhadap teman – teman penulis, tidak bermaksud menggurui, Budi menghimbau untuk segera merapatkan barisan dan kompak melawan bentuk intimidasi yang menghalang – halangi tugas jurnalis, tidak mudah diadu domba, saling kerja sama serta rutin kordinasi dengan sesama kuli tinta maupun pihak keamanan. ( Team S P ).
Red@Info-Kalbar/BG/21/6/2025/JST-NEWS
