Beredar Isu Kompetisi Bola Linda Cup 2025, Jadi Arena Adu Gengsi Bukan Ajang Mencari Bakat
![]()
JST-NEWS | TANGERANG, Kompetisi Linda Cup 2025 sudah babak 16 besar terhitung mulai tanggal 20 Agustus 2025 kemarin, dengan menyisakan 15 Kesebelasan yang lolos, karena satu Kesebelasan yaitu Pordes Kandawati mengundurkan diri setelah mengalahkan Kesebelasan Persemu Muncung dengan skor 3. – 2, namun laga tersebut diwarnai tragedi keributan antara suporter dengan pemain, Senin 4 Agustus 2025.
Ironisnya kompetisi Linda Cup 2025, yang seharusnya dapat menggali potensi dan menjaring cikal bakal pesepak bola lokal berbakat, hanya dijadikan ajang adu gengsi antar Pengusaha dan Pemdes yang ikut serta dalam kompetisi Linda Cup 2025, karena Kesebelasan yang bermain hampir semuanya adalah pemain cabutan dari berbagai liga Se- Jabodetabek. Kamis (21/08/25).
Wadi Ketua DPC LSM PERAKI Kabupaten Tangerang saat dimintai tanggapan oleh awak media dengan tegas mengatakan,” Kompetisi Linda Cup yang sekarang ini sedang berlangsung babak 16 besar di Stadion Mini Pangeran Jaga Lautan menjadi sorotan, saya setiap laga digelar selalu memonitor, namun sangat disayangkan bukan dijadikan ajang mencari bibit pesepak bola yang berpotensi di wilayah masing masing peserta yang ikut, lebih ke adu gengsi antar Pengusaha dan Desa, karena dari hasil pantauan kami, pemainnya hampir semua kesebelasan pemain cabutan atau pemain bayaran dari berbagai liga diseputar wilayah Jabodetabek,” jelas Wadi.
Dirinya juga menambahkan,” Saya berharap Kompetisi Linda Cup 2025 ini, jadi bahan evaluasi Pemerintah Kabupaten Tangerang, hususnya Dinas Pemuda dan Olah Raga serta PSSI, karena fasilitas yang dipergunakan adalah milik Pemerintah Kabupaten Tangerang,, yang diperuntukan untuk menggali potensi yang ada terutama dibidang olah raga sepak bola di Kecamatan Kronjo” tutupnya.
(Tim)
