IDE/USUL : KURIKULUM MERDEKA BELAJAR, SANGATLAH ELOK DIIKUTI GURU SEJAHTERA.

Jst – News.com, Lotim NTB : Produk Kebijakan dalam mengemas Kurikulum Pendidiian terus dilakukan oleh Pemerintah, sebagai upaya dalam meningkatkan mutu pendidikan. Saat ini, dan merupakan produk terbaru dari pemerintah lewat kenenterian terkait pada tahun 2022. Dalam hal ini Kemendikbudristek lewat kebijakan dengan dikeluarkannya SK nomor 56 tahun 2022 tentang Kurikulum Merdeka Belajar. Setelah itu diikuti SK Mendikbud nomor 262 tahun 2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Merdeka. Kemudian dikuatkan lagi dengan terbitnya SK berikutnya bernomor 008 tahun 2022 tentang BSKAP (Badan Standar Kurikulum Asismen Pendidikan) yang memuat pencapaian pembelajaran pada kurikulum merdeka yang sudah dilaksanakan. Diperkuat lagi dengan dikeluarkannya SK nomor 33 tahun 2022 tentang Revisi dari BSKAP. Dalam revisi ini memuat adanya Proyek Penguatan dalam Inrrakurikuler yang kemudian disebut sebagai Profil Pelajar Pancasila (PS) dalan lingkungan Dikbud. Di dalam lingkungan Madrasah (Kenenag) Proyek Penguatan tersebut tanpil dalan keterpaduan nenjadi Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamiin (PPRA).

Selanjutnya Kemenag menerbitkan SK Nonor 347 tahun 2022 tentang Pedoman Implenentasi Kurikulum Merdeka Pada Madrasah. Ini diperkuat kagi dengan penerbitan SK Dirjen Pendis (Pendidikan Dasar Agama Islam) nomor 3211 tahun 2022 tentang Capaian Pembelajaran untuk PAI (Pendidikann Agama Islam) dan Bahasa Arab.
“Kurikulum Merdeka Belajar ini sangatlah bagus dan tampil lebih lengkap dibanding Kurikulum sebelumnya yaitu K13 dan lainnya,” kata Abdul Latif, S.E., Senin 27/02/2023, Kepala Madrasah Aliyah NW Aikmel Lotim NTB. Menurutnya, ini harus berjalan lancar dan sukses yang untuk di lingkungan Kemenag masih dalam proses Sosilsasi sedang berjalan.
Diakui Latif, bahwa, Kurikulum Merdeka memiliki keunggulan dibanding Kurikulum sebelumnya. Dirinya menyebut hal mendasar dari Kurikulum Merdeka Belajar adalah adanya Proyek Penguatan yang menghadirkan adanya keterpaduan materi pembelajaran bidang studi yang satu dengan lainnya. Selain itu, adanya keterlibatan beberapa Guru Bidang Study.
“Dalam Kurikulum sebelumnya Proyek Penguatan dan adanya keterlibatan (kolaborasi) beberapa Guru Bidang Suty,” lanjut Latif. Dan inilah yang menjadi keunggulan dari Kurikulum ini, sekaligus mengarah kepada lahirnya output yang siap pakai dan memiliki wawasan luas dan menerapkannya dalam kesehariannya setelah siswa lulus (aoakah terjun ke dunia kerja atau melanjutkan kuliah),” papar alumni Universitas Gunung Rinjani Lotim NTB ini.

Abdul Latif tak sampai sebatas keunggulan Kurikulum Merdeka Belajar saja, namun di sisi lain dirinya melihat khususnya Guru honor yang berkehidupan jauh dari sejahtera. Menurutnya, nasb guru honorer mungkin nenjadi bagian yang juga harus mendapat perhatian, sebagai sosok garda terdepan dalam pelataran dunia pendidikan.
“Sementara ini, insentif guru honirer jauh dari UMR. Mungkin tak sampai setengah dari UMR. Penghasilan dari hinor mereka mungkin tak sampai setengah dari UMR. Meski merek berusa mencari jam mengajar lebih, itu pun baru bisa menyentuh nendekati setengah dari UMR,” sentil Latif.
Latif berharap adanya kebijakan dari penerintah yang nenyentuh keberadaan guru honorer. Sehingga, di samping Kurikulum Merdeka Belajar, guru honorer hidp sejahtera.
“Semoga ada kebijakan pemerintah, semisal insentif guru honorer menyentuh angka UMR,” harap Latif (Kusmiardi).
Apitaik Lotim NTB, Selasa 28 Fwbruari 2023.
Hormat,
KUSMIARDI
Jurnalis Jst – News.com
Biro Lotim NTB.
