Hujan Meteor & Gerhana Bulan

JST-News.com | Fenomena 2 Alam Semesta – Nya, Masuk pada dekade tahun 2023 ditanggal 6 ini. Terjadi karena adanya ilmu sains antariksa sebesar 5 derajat kemiringan serta adanya gerhana bulan dan hujan meteor menampakan panorama alam berupa kemampuan spiritualis karena milik Tuhan Yang Maha Esa ditampakan.
Gerhana bulan, tidak terjadi dalam setiap bulan hanya sebatas kekuasaan kecerdasan manusia dapat merasakan, melihat begitu besar dengan suasana antariksa diujung pertengahan pada tahun 2023, durasi drakonis ( yaitu waktu yang dibutuhkan sang bulan menuju orbit dari simpul menuju simpul sama membentuk bulatan purnama asri dipandang khalayak mata dunia manusia).
Rata-rata lebih pendek 2,2 hari dibandingkan dengan durasi sinodis, agar bulan kembali segaris pada matahari. Kehidupan ini akan mewarnai ekliptika sekaligus phase 6-7 bulan sekali beredar sesuai kaidah-kaidah penemuan para ahli (Akan ilmu sains memprediksi sang bulan membentuk bulat hati menjadi purnama)
Pada saat bulan memasuki bayangan penumbra (semu) bumi, maka menjadi gerhana bulan penumbra. Dan, ketika bulan masuk umbra, terjadi mata-mata teropong malam esok “Gerhana Bulan Total”.
kalau gerhana dalam mitos Jawa kuno adalah raksasa jahat bernama Betara Kala menelan bulan atau matahari, dan menyebabkan gerhana sehingga dapat menjadi ancaman bagi alam semesta bahkan juga untuk manusia. Bumi menjadi gelap karena ulah Betara Kala yang memakan matahari atau bulan.
Maka dari itu masyarakat akan memukuli lesung padi, kentongan, tampah dan alat lainnya selama gerhana terjadi. Hal ini bermaksud seperti sedang memukul-mukul tubuh Batara Kala, agar Batara Kala merasa geli dan mual sehingga bulan/matahari yang ditelan akan dimuntahkan lagi.

Hal ini akan kejadian alam semesta-Nya lebih menarik pada sajian esok dikedudukan sang waktu belahan di-Indonesia WITA Dan WIT.
Demikian sekilas informasi pengetahuan secara manual dikembangkan oleh akal pemikiran redaksi JST-News.com, Semoga kejadian esok dapat jelas dan benar keberadaan kehidupan sang rembulan berhembusan pula oleh hujan meteor dibumi.
Jika ketahuan dari sejumlah pemaparan ini redaksi kutip sebagai umat islam, patut untuk menjadi contoh sholat sunah gerhana bulan total dan umat beragama lainnya pun mengikuti program ajaran masing-masing sebagai keyakinan serta kepercayaan didunia Indonesia.
Red@2023/JST-News/RidhoFM
