Pembina Dan Puluhan Warga LDII PC Tugu PAC Tugurejo Semarang Antarkan Ustazah Andits Ke Pemalang
JST-News.com – Semarang – Jawa tengah – Puluhan anak murid dari Paud , Cabe rawit,Remaja, beserta warga PC LDII Tugu dan PAC Tugurejo Semarang beserta Dewan Guru menghantarkan Ustazah Andits Ke rumah Orang tuanya Bojong bata Pemalang Jawa Tengah Sabtu (10/06/2023).
Rombongan PC LDII Tugu dan PAC Tugurejo Semarang datang awal rombongan Perwakilan pembina PAC LDII Tugurejo beserta keluarga besar Mbah Mulani yang membawa anak – anak caberawet,remaja ibu-ibu bapak-bapak pengurus Masjid Al Mulani Tugurejo tersebut, selain untuk bersilaturahmi dengan keluarga mbak Andits Bojong bata Pemalang, juga untuk menghantarkan Mbk Andits ke pihak keluarga suyam ( orang tua mbk Andits) karena sudah selesai melaksanakan tugas sebagai mubalighot di PAC LDII Tugurejo Kecamatan Tugu Semarang. 
Kedatangan tersebut, disambut langsung oleh Bapak Suyam dan Ibu serta Anggota keluarga dengan rasa sangat senang langsung mempersilahkan seluruh Pembina PC LDII Tugu dan PAC Tugurejo,anak – anak Paud , caberawet, remaja ibu-ibu bapak-bapak agar lebih bisa saling mengenal lebih dekat,atau mau besanan juga siap.
” Terima kasih Alhamdulillah jazakumullohukhoiro kepada Bapak pengurus dan para bapak,ibu adik-adik semua yang telah menghantarkan dan meramut anak saya , semoga Alloh paring barokah semuanya” Aamiin.
Bapak Sudarno pembina PAC LDII dan PC LDII Tugu Tugurejo dalam kesempatannya mengucapkan terima kasih Alhamdulillah jazakumullohukhoiro kepada keluarga mbak Andits serta keluarga besar Bapak Suyam serta anggota keluarga yang telah membantu membuat semangat mengajar jamaah LDII Tugurejo di Masjid Al Mulani Tugurejo Semarang ,” ungkapnya.
Ditambahkan membantu peningkatan kepahaman dalam Al Qur’an dan hadits bisa berbudi pekerti luhur ,6 thobiat luhur demi kualitas pendidikan bagi anak-anak caberawet generasi penerus sangat berpengaruh terhadap kelangsungan kelancaran kebaikan generasi penerus masjid Al Mulani Tugurejo PC LDII Tugu dan PAC Tugurejo Semarang “tutupnya. 
(Sukindar)
























