3 Wali-Wali Allah SWT, Ungkap : Habib Luthfi Bin Yahya, Ditanah Jawa “Seorang Pemuda, Lusuh, Berparas Tampan, Kecil Kharismatik Asal? – Sering Diasingkan Karena Musafir ini terlalu diam sedikit bicara menyakitkan”
JST-News.com | Kepakuan Seorang 3 Wali-Wali Allah SWT, Mengisi Spiritual Di-Tanah Pulau Jawa/24/6/2023
Habib Luthfi Bin Yahya, Ditanah Jawa “Seorang, Lusuh, Berparas Tampan, Kecil Kharismatik Asal ?? “disembunyikan”- Sering Diasingkan Karena Musafir ini terlalu diam sedikit bicara menyakitkan namun hati-Nya bersih”
Karomah yang diberikan oleh seorang ahlussunah wal-jama’ah terdiri dari pemaparan gambaran, para setempat musafir ini berjalan berkilo-kilo, kadang lewat kendaraan, memakai angin, terkadang ada diperkumpulan manapun, beliau sering bersembunyi dan bahkan hingga, seluruh lapisan Jawa Timur bahkan Kalimantan hanya sekali dipijak beliau. (Ditanyakan ; mau kemana mas? Jawabnya ke Allah SWT, Abah. Aku sering ke-7 dan sekitarnya)
Pemuda ini miliki multitalenta diluar nalar manusia atas pengalaman pengakuan musafir ini, menurut pemaparan (“Jangan buat sedih dia, tutur kesalah satu muridnya”) diberikan minum pun Ia sesukanya ambil sendirian. Sejati pemuda ini seperti cerita para sejarah wali Qutub. Enggan, belajar ditanya kitab ini ia pun hafal isi-Nya. Abah…. Yang penting dengan pesan umat-Nya?
Sebab beliau enggan sebut namanya pada waktu papasan disanggar. Sejak saat kenal, beliau sering diasingkan oleh sejumlah masyarakat, bahkan dibenci oleh kajian keilmuan nyeleneh, tak bisa apa-apa seorang pemuda tersebut.
Bahkan, materi hidup digaris bawah taraf orang pada umumnya. Kata-kata beliau itu selalu dibantah oleh sejumlah masyarakat setempat. Hampir kemiripan dengan 9 Waliyullah keilmuannya. Berubah-ubah dalam phase-Nya.
Dapat makan, senang-senang, tertawa, senyum riang oleh kebahagiaan dunia.
Ciri-ciri dari pemuda ini berasal dari…? Ternyata “dia” mengkaji ilmu ketauhidan, ma’arifat, dan tasawuf lebih belum mengenal secara kepribadiannya. Rumah tangganya dihancurkan oleh mertuanya, karena Ia lebih diam memutuskan hubungan pergi sendiri, masih miliki orangtua lengkap (sampai mau dibunuh pemuda ini ; tiduran sembarangan karena sikapnya sering berpura-pura).
Bicara tentang kewalian ini ; ”jangan sampai disakiti, berbagai kondisi khusus oranglain tidak tahu akan karomah-Nya.
Memang Wali-Wali Allah itu special dikajian tentang keilmuan. Manusia, awam belum mengenal arti nol. Beliau sering sedikitnya bicara aku nol Abah.. tak ada apapun didunia, untaian bibirnya itu yang buat takjub Abah Lutfhi. Supel, dan tak takut beliau dengan keadaan normal. Kemuliaan itu yang diharapkan, bukan keabadian duniawi. Tutur : Abah liriknya.
Wali Allah SWT, itu bisa merubah segalanya bentuk kondisi serta situasi/orang mati bahkan yang hidup jika salah bicara dengan anak ini “bisa, terdapat hukuman sama seperti ucapan-Nya” Jagalah dia, ketika siapapun niat untuk naik pada derajat-Nya.
Dahulu, waktu habib luthfi menceritakan wali. Dan mengamaliyahkan kajian keilmuan wali paku pulau jawa ada beberapa dikenal ternyata ada dibaghdad dan pulau jawa seorang kewalian termahsyur.
Sebut saja Syeckh Makdhum Ibrahim (Sunan Bonang).
Pemuda, tersebut ketika disakiti hinaan, cacian, cibiran dan benci oleh fitnah, terpaan prasangka buruk beliau pasti menjauh, dan asingkan diri. Sifat-sifat ilmu pengetahuan ini beliau pelajari karena alami.
Wali Allah SWT, yang mahsyur dan bapak nya para wali Qutub disebut yaitu Syeckh Al-mursyid Syaidil Aulia, yaitu Abdul Qodir Jaelani. Dan, kajian para sahabat Rasulullah SAW pun ia mengenal dengan seluruh ketasawufan filosofinya.
Abah Lutfhi, wali Allah SWT yang bermukim dipekalongan. Kemursyidan beliau digaris alam semesta-Nya dikaji. Para ulama di-Indonesia khususnya takjim atas kesantunan beliau berbahasa.
Waliyullah menurut turunan akan menitipkan sejumlah tentara kerajaan tersembunyi dilubuk jiwa dan qolbu, bisa marah, bisa sedih, dan bisa tak lazim ketika dihancurkan Ia pun terlihat ketakutan tenang dan jiwa manusia diperlihatkan selalu terjaga Karomah yang membentengi langsung Maqom Nabi Muhammad SAW dikajian.
Karena, Nurillah itu tak banyak didapat oleh sejumlah kalangan masyarakat luas umumnya. Kesucian tutur selalu tidak terbukti, dan ataupun terbukti pasti manusia pun baru mengikuti berlomba – lomba. Tapi, Ia sesukanya hati dan enggan dipaksakan.
Waliyullah Syeckh Syarif Hidayatullah Bin Syarief Abdullah, Asal Cirebon miliki banyak turunan yang kaya akan keilmuan dan rendah hati tak bisa dipungkiri di-Indonesia. Salah satu keajaiban beliau dikutipan buku para wali-wali Allah ; “Aku mohon bantuannya, tapi tak bermohon atas mu ketika ketamakan hantui mu. Aku menjauhinya dan tak akan keluar apapun hingga habis rasa, jiwa, dan pikiran Tuhan-Mu bisa disebut silakan” Kesaktian dalam pemikiran tauhid wali muda ini sungguh luar biasa kehidupan sehari-hari cukup sederhana”
Wali Qutub, perlu diperhatikan dalam air mata kesedihan beliau berupa buruk pertanda alam jagad raya semesta-Nya. Bertemu bukan sekedar sesaat, dan niat mulia bersama keesokan bahagia dialami ke akhirat-Nya.
Ulama, dari tuban pun abah Achmad pernah bertemu ujar beliau di Pulau Jawa : ungkapan beliau, nak.. aku pernah bertemu mu dijawa timur berada dimasjid dan niat ke warung.
Diberikan Abah Ahmad satu surat Al-Qur’an, amaliyahkan ini Abah…. Surat Al-Insyirah. Abah mengenal alam semesta nanti ketemu kembali disidrotul Muntaha.
Subhana Allah, terima kasih nak.. Seorang yang sedang ziarah dimaqom Klaten, Mbah Bayat pun sekali bertemu.
Karena, beliau bercerita aku bisa apa nak…. “aku hanya dapat ini di Maqom petilasan sunan gribig” La’tudrikuhul….. Oh, jawab pemuda tersebut : itu surat al-an’am dari surat berarti semut ayat ke-103.
Amaliyahkan pak, bagus itu. Untuk mengkaji dunia dari awal dzhoir hingga bertemu bathin-Nya.
Ungkapan demi kewalian tak dapat dipungut oleh sejumlah harta, akan tetapi phase-phase manusia agar berpikir (waliyullah bisa berbohong dan membohongi dirinya. Akan tetapi bisa kembali cepat menuju Tuhan-Nya).
Red@reportnews.gambaran-hidup/JST-NEWS.2023.
