- Berita Terkini
- Ekonomi
- Gaya Hidup
- Keagamaan
- Kebudayaan
- Kesehatan
- Kesenian
- Lainnya
- Pemerintahan
- Pendidikan
- Politik
- Sains Dan Teknologi
- Sosial
- TNI - POLRI
Bupati Klaten, Sri Mulyani Ubah Nuansa Harlah Pancasila Jadi Gemerlap Senantiasa Mendorong Kecintaan Terhadap Indonesia Harus Lebih Erat – Terus Semangat Tanamkan Di Jiwa Ruh-Nya
JST-NEWS.COM – Bupati Klaten, Jawa Tengah Sri Mulyani mengajak seluruh elemen Bangsa dan Masyarakat untuk mengutamakan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman hidup.

Bahkan, Sri Mulyani berharap nilai-nilai luhur Pancasila dapat terus terpatri dalam jiwa masyarakat Kabupaten Klaten.
Hal ini disampaikan Sri Mulyani saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Pendapa Ageng Kompleks Kantor Bupati Klaten, Sabtu (1/6).
Sri Mulyani terpantau mengenakan pakaian adat suku Banjar, Kalimantan Selatan dengan unsur warga merah dan kuning.
“Kita kuatkan ideologi Pancasila dalam segi pendidikan, kurikulum pembelajaran anak-anak, tidak hanya sekedar membaca tapi bagaimana mengamalkan nilai-nilai Pancasila itu sendiri,” kata Sri Mulyani.
Hal ini, kata Sri Mulyani, sejalan dengan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Klaten Nomor 13/2023 tentang Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang dijadikan sebagai percontohan nasional oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati membacakan pidato dari Kepala BPIP, Yudian Wahyudi. Dalam pidatonya, Yudian menyoroti pentingnya peran Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat yang sudah semakin berkembang saat ini.
Pancasila diharapkan dapat menjadi filter di tengah laju perkembangan teknologi serta diharapkan bangsa Indonesia tidak mengalami disorientasi ideologi di masa depan.
Sejalan dengan tema upacara peringatan Harlah Pancasila “Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa menuju Indonesia Emas 2045”, ia juga mengajak masyarakat untuk mengajarkan dan menularkan nilai-nilai Pancasila dengan metode kekinian.
Dan itu juga, Bupati Klaten ini mengenakan baju ala-ala wong kota Banjar. yang dikenal misteri kota wisata berbalut kain paling bergengsi untuk saat di Tahun 2024 ini sobat nitizens.
“Sehingga diharapkan nilai-nilai tersebut dapat menjadi landasan hidup masyarakat, khususnya kaum milenial dan generasi A s/d Z yang akan menjadi penerus bangsa,ini kedepan.” ujarnya.

Adapun upacara ini diikuti peserta dari unsur ASN, TNI dan Polri, serta pelajar dan mahasiswa di Kabupaten Klaten. Dalam upacara ini, peserta dari unsur ASN mengenakan pakaian adat berupa sorjan dan blangkon bagi peserta laki-laki, serta kebaya dan kain jarit bagi peserta perempuan.
Demikian berita mendidik citra bangsa dan negara di-Indonesia ini, dihaturkan bersama publikasi kan informasi secara detail pada ketentuan Pemkab Klaten. Selaras sederhana mengubah nuansa kota jadi keharibahan semua warga disekitar pun ikut merasakan kehidupan proses secara umum baik dan benar.
Reportnews©2024/6/1/Gh/C@iRed/Klaten,Jateng/JST-NEWS
