PKBM dan JBM Perkuat Kolaborasi, Dorong Percepatan Penanganan Anak Putus Sekolah di Yogyakarta
YOGYAKARTA, β Upaya memperluas akses pendidikan bagi seluruh masyarakat Kota Yogyakarta terus diperkuat melalui kolaborasi berbasis masyarakat. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) bersama Jam Belajar Masyarakat (JBM) Kota Yogyakarta mendorong sinergi yang lebih konkret untuk membantu menemukan dan mendampingi anak-anak yang belum memperoleh layanan pendidikan secara optimal.
Pertemuan yang digelar pada Sabtu (8/8/2026) di Pecel Yojo Jl. Nyi Wiji Adhisoro, Prenggan, Kec. Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55172 menjadi momentum bagi pengelola PKBM dan unsur JBM untuk bertukar gagasan sekaligus menyampaikan berbagai aspirasi terkait penguatan pendidikan nonformal di Kota Yogyakarta.
Dalam forum tersebut, PKBM menegaskan pentingnya keberadaan pendidikan nonformal sebagai bagian dari solusi atas persoalan pendidikan di tengah masyarakat. PKBM selama ini memberikan kesempatan kepada masyarakat yang karena berbagai faktor tidak dapat mengikuti pendidikan formal secara reguler,” ir. Eko Ratmoko Ketua Forum PKBM Kota Yogyakarta
Namun demikian, peran PKBM dinilai masih membutuhkan penguatan, baik dari sisi kelembagaan, peningkatan kapasitas pengelola maupun dukungan dalam memperluas akses layanan pendidikan,” lanjutnya
Para pengelola PKBM berharap Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Yogyakarta dapat memberikan pendampingan yang berkelanjutan sehingga PKBM semakin mampu berkontribusi dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif.
βPKBM ingin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kami berharap mendapatkan pendampingan dan ruang yang lebih luas agar dapat mengambil bagian dalam menyelesaikan persoalan pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan jalur pendidikan nonformal,β demikian rangkuman aspirasi yang disampaikan pengelola PKBM dalam pertemuan tersebut.
PKBM Diharapkan Lebih Aktif dalam Sosialisasi
Salah satu gagasan yang mengemuka adalah perlunya melibatkan PKBM dalam berbagai kegiatan sosialisasi pendidikan yang dilaksanakan pemerintah daerah.
Keterlibatan tersebut dinilai penting agar masyarakat memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai berbagai pilihan pendidikan, termasuk pendidikan kesetaraan melalui PKBM maupun Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).
Dengan informasi yang lebih luas, masyarakat diharapkan dapat menentukan pilihan pendidikan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing anak.
PKBM dan SKB juga diharapkan dapat memperoleh kesempatan yang proporsional dalam memberikan layanan pendidikan kesetaraan. Prinsipnya, setiap lembaga memiliki peran dalam memperluas akses pendidikan masyarakat.
JBM Jadi Garda Terdepan di Tingkat Masyarakat
Di sisi lain, Pendamping Jam Belajar Masyarakat Kota Yogyakarta memiliki posisi penting karena berinteraksi langsung dengan masyarakat di tingkat kampung dan wilayah. Kedekatan tersebut dapat menjadi modal penting untuk membantu mengidentifikasi anak-anak yang berisiko putus sekolah maupun mereka yang sudah tidak mengikuti pendidikan,” ungkap Herman koordinator JBM Kemantren Tegalrejo
Melalui sinergi dengan PKBM, informasi yang ditemukan di lapangan dapat ditindaklanjuti dengan pendampingan dan diarahkan kepada layanan pendidikan yang sesuai.
Kolaborasi ini diharapkan mampu membangun mekanisme yang lebih efektif, mulai dari pendataan, identifikasi persoalan, pendekatan kepada keluarga, hingga menghubungkan anak dengan lembaga pendidikan yang dapat memberikan layanan.
Menuju Pendidikan untuk Semua
Sinergi PKBM dan JBM bukan sekadar membangun komunikasi antarlembaga, tetapi diharapkan berkembang menjadi gerakan bersama di tengah masyarakat.
Semangat tersebut menjadi bagian dari ikhtiar untuk memastikan tidak ada anak di Kota Yogyakarta yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan hanya karena keterbatasan kondisi sosial, ekonomi, keluarga, maupun faktor lainnya menjadi rujukan masukkan dari para pendamping JBM Kemantren yang hadir.
Dengan penguatan kerja sama antara PKBM, JBM, masyarakat dan pemerintah daerah, upaya menemukan, mendampingi dan mengantarkan kembali anak-anak ke jalur pendidikan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Pendidikan untuk semua bukan hanya tanggung jawab lembaga pendidikan formal, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Dalam konteks inilah PKBM dan JBM diharapkan dapat menjadi bagian penting dari gerakan bersama mewujudkan Kota Yogyakarta yang semakin inklusif dalam bidang pendidikan.
Redaksi | 10 Agustus 2026
























