MAFINDO Tutup Program AI Ready ASEAN, Perkuat Keberlanjutan Literasi Kecerdasan Artifisial
Yogyakarta, β Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) menutup rangkaian Program AI Ready ASEAN melalui kegiatan Evaluation & Closing Program yang diselenggarakan secara hybrid di Hotel Satoria Yogyakarta, 14β16 Agustus 2026. Kegiatan ini menandai berakhirnya periode pelaksanaan program sejak April 2025 hingga Agustus 2026, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat keberlanjutan gerakan literasi kecerdasan artifisial di Indonesia.

Program AI Ready ASEAN merupakan inisiatif yang mendapat mandat dari ASEAN Foundation dengan dukungan pendanaan Google.org. Dalam pelaksanaannya, MAFINDO menggerakkan program di 40 wilayah dengan menyasar tiga kelompok utama, yakni pemuda (youth), pendidik (educator), dan orang tua (parents).
Kegiatan penutupan di Yogyakarta dihadiri jajaran Dewan Pengurus Pusat (DPP), Dewan Pengawas, Dewan Etik, Direktur Eksekutif, Tim Program AI Ready ASEAN, kesekretariatan, serta panitia lokal. Kehadiran berbagai unsur organisasi tersebut menjadi bagian dari komitmen MAFINDO dalam menjalankan proses evaluasi dan pertanggungjawaban program secara terbuka dan menyeluruh.
Sejumlah pengurus yang hadir antara lain Puguh Tri Warsono selaku Dewan Pengawas, Shalahudin dari Dewan Etik, Mark Mardayat Ufie selaku Ketua Dewan Pengurus Pusat, Ayik Teteki selaku Sekretaris Jenderal DPP, Rifandi Umaternate selaku Wakil Sekretaris Jenderal DPP, serta Farid Zamroni selaku Direktur Eksekutif MAFINDO.
Dari Tim Program AI Ready ASEAN hadir Violita Siska Mutiara selaku Program Manager, Septiaji Eko Nugroho selaku Co-Founder, Raundoh Tul Jannah selaku Program Officer, Yoga Pratama dan Gushevinalti dari Community Outreach, serta Priska Nur Safitri dari Kesekretariatan. Panitia lokal Yogyakarta turut diperkuat oleh Fitria Indri Kesumawati, Elvika Fit Ari Shanti, dan Elisabeth Sulistyowati.
Jangkau Lebih dari 216 Ribu Penerima Manfaat
Selama periode pelaksanaan, Program AI Ready ASEAN berhasil mencatat capaian signifikan dalam penguatan literasi kecerdasan artifisial di masyarakat. Melalui kegiatan In-Depth Training AI yang berlangsung pada September 2025 hingga Juni 2026, program ini melibatkan sebanyak 20.327 peserta.
Sementara itu, kampanye One Hour Code yang dilaksanakan pada Mei 2025 hingga Juni 2026 berhasil menjangkau 195.718 penerima manfaat. Secara keseluruhan, berbagai kegiatan dalam program tersebut telah menjangkau lebih dari 216 ribu penerima manfaat.
Capaian ini melampaui target yang ditetapkan dalam program, yaitu 15.000 implementasi dengan target 75.000 penerima manfaat akhir, serta target jangkauan sebanyak 50.000 penerima manfaat untuk kampanye One Hour Code.
Selain pelatihan dan kampanye, MAFINDO juga melaksanakan sejumlah kegiatan strategis lainnya, termasuk Training of Trainers (ToT) secara hybrid di Semarang dan National Policy Convening di Jakarta. Pelaksanaan program turut didukung oleh kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi serta kolaborasi dengan Kepolisian Daerah Jawa Tengah untuk memperluas jangkauan edukasi literasi digital dan kecerdasan artifisial.
Evaluasi dan Persiapan Keberlanjutan Program
Kegiatan closing selama tiga hari tidak hanya menjadi agenda penutupan administratif, tetapi juga menjadi ruang evaluasi bersama terhadap seluruh proses pelaksanaan program. Forum ini membahas capaian, hasil pengukuran dampak, pembelajaran penting selama pelaksanaan, serta berbagai rekomendasi untuk menjaga keberlanjutan gerakan literasi AI setelah masa pendanaan berakhir.
Sejumlah tujuan utama kegiatan meliputi penyampaian laporan capaian dan impact assessment, evaluasi pelaksanaan Program AI Ready ASEAN periode April 2025βAgustus 2026, penyusunan rekomendasi pascaprogram, penguatan strategi keberlanjutan, serta proses penyerahan hibah dana kepada perkumpulan organisasi.
Rangkaian kegiatan diisi dengan pemaparan laporan dari berbagai divisi, mulai dari supervisor, program manager, program officer, tim community outreach, administrasi, hingga tim keuangan. Peserta juga mengikuti diskusi kelompok terfokus atau Focus Group Discussion (FGD) untuk merumuskan rekomendasi exit program, dengan Gushevinalti sebagai moderator.
Sebagai bagian dari proses penutupan, dilakukan pula penandatanganan bersama dokumen serah terima yang mencakup laporan program, hibah kegiatan, rekomendasi personal tim, serta akses terhadap arsip digital program.
Transparansi dan Komitmen Literasi AI Berkelanjutan
Selama program berlangsung, MAFINDO menerapkan tata kelola dan tertib administrasi sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban. Seluruh proses dijalankan dengan mengacu pada prosedur yang ditetapkan donor dan standar operasional organisasi.
Kegiatan evaluasi dan closing menjadi salah satu bentuk transparansi MAFINDO dalam mempertanggungjawabkan amanat serta dukungan yang telah diberikan untuk menjalankan Program AI Ready ASEAN.
Melalui berakhirnya masa program, MAFINDO menegaskan bahwa upaya penguatan literasi kecerdasan artifisial tidak berhenti pada selesainya pendanaan. Jaringan, kader, pengetahuan, dan pengalaman yang telah terbentuk selama program akan menjadi modal untuk melanjutkan edukasi AI secara mandiri melalui kegiatan-kegiatan reguler MAFINDO di berbagai daerah.
MAFINDO memandang kecerdasan artifisial sebagai teknologi yang perlu dipahami dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab. Dengan penguatan literasi yang berkelanjutan, kecerdasan artifisial diharapkan dapat menjadi alat yang memberdayakan masyarakat dan mendukung kemajuan, bukan justru menjadi sumber risiko akibat kurangnya pemahaman dalam penggunaannya.
Dengan berakhirnya Program AI Ready ASEAN, MAFINDO melanjutkan langkah menuju penguatan ekosistem masyarakat yang semakin siap, kritis, dan cakap dalam menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan artifisial di masa depan.
Redaksi | 15 Agustus 2026
























