Aksi unjuk rasa pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia(PMII) menuntut penertiban tambang ilegal

JST NEWS.COM– Aksi unjuk rasa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menuntut penertiban tambang ilegal di depan Kantor Bupati Lombok Timur, Kamis (15/06).
Mahasiswa terlibat aksi saling dorong dengan aparat keamanan saat para pendemo berupaya merangsek masuk ke Kantor Bupati Lombok Timur.
Dalam orasinya, mahasiswa menuntut pemerintah daerah menertibkan tambang ilegal dan menghentikan penarikan pajak dari tambang ilegal.
βKami mendukung kejaksaan melakukan penegakan hukum terhadap oknum oknum yang diduga terlibat dalam tambang ilegal, βsambungnya.
Suasana aksi mulai kondusif setelah Sekda Lombok Timur M. Juaini Taufik keluar menemui mahasiswa.
Di depan peserta aksi, Sekda Juaini Taufik mengakui masih banyak tambang ilegal yang belum mengantongi izin, jumlah sekitar 70 persen.
βBelum terbit izin ini kami definisikan, ada yang sedang ngurus izin, ada yang belum sama sekali. Yang sudah punya izin itu kurang lebih 30 persen, βjelasnya.
Dia mengakui untuk mengurus izin tambang tidak mudah sesuai skalanya dan perizinan menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi. Sedangkan Kabupaten hanya memberikan rekomendasi.
βKarena itu, kita sudah dorong DPMTSP agar berkoordinasi dengan Pemprov untuk memfasilitasi para pelaku usaha agar tambangnya berizin, βucapnya.
Sedangkan terkait pemungutan pajak MBLB di lokasi tambang ilegal, kata Sekda, ini sesuai dengan rekomendasi BPK.
βBPK merekomendasikan kepada Bupati Lombok Timur agar melakukan pendataan hotel dan penetapan sebagai wajib pajak serta melakukan pendataan dan penetapan pajak MBLB pemungutan pajak MBLB bagi perusahaan atau perorangan yang sudah dan belum memiliki izin usaha pertambangan, βpapar Juaini membacakan rekomendasi BPK.
βKalau dulu pembayaran pajak di pos perbatasan Jenggik, sekarang kami mulai menggeser karena kewajiban pajak itu hanya di penambang bukan di sopir. Karena itu kami fokus di mulut tambang, lalu menggunakan pembayaran secara non tunai, βterang Sekda
Bagi pemda, lanjutnya, apa yang disampaikan mahasiswa sebagai motivasi untuk bekerja lebih baik dan profesional.
βBilamana ada oknum atau petugas kami yang terbukti misalnya, segera lapor ke kami, βtegasnya. βKami juga tidak bisa gegabah, tentu kalau ada bukti tentu kita akan berikan sanksi, βimbuhnya.
Setelah menyampaikan aspirasinya, mahasiswa kemudian membubarkan diri dengan tertib. Aksi unjuk rasa ini dikawal ketat aparat kepolisian dari Polres Lombok Timur.
























