KATA DOKTER: SEX ITU “EHEM”… BAHAYA TERSELUBUNG?

KATA DOKTER: SEX ITU “EHEM”… BAHAYA TERSELUBUNG?

Jawa Barat — Hubungan seksual merupakan bagian dari kehidupan reproduksi manusia. Namun, di balik aktivitas yang kerap disebut “ehem” tersebut, terdapat kondisi kesehatan yang perlu dipahami. Salah satunya adalah perdarahan setelah berhubungan intim, yang dalam dunia medis dikenal sebagai postcoital bleeding.(1/10/2026)

Perdarahan setelah hubungan intim dapat terjadi karena berbagai faktor. Pada sebagian kasus, penyebabnya relatif ringan, seperti kurangnya lubrikasi, gesekan berlebihan, atau luka kecil pada jaringan vagina. Hubungan seksual yang dilakukan terlalu kuat juga dapat menyebabkan iritasi atau cedera pada jaringan yang sensitif.

Namun, perdarahan tidak selalu berkaitan dengan selaput dara. Hymen memiliki bentuk dan elastisitas yang berbeda pada setiap perempuan, bahkan sebagian perempuan dapat mengalami perdarahan saat pertama kali berhubungan dan sebagian lainnya tidak. Karena itu, ada atau tidak adanya darah tidak dapat dijadikan ukuran untuk menentukan apakah seseorang pernah melakukan hubungan seksual.

Dari sisi medis, perdarahan berulang setelah hubungan intim juga dapat berkaitan dengan infeksi pada vagina atau leher rahim, infeksi menular seksual, polip serviks, maupun ektropion serviks. Dalam kondisi tertentu, perdarahan setelah berhubungan seksual perlu diperiksa untuk memastikan tidak terdapat masalah kesehatan yang lebih serius.

Karena itu, istilah “bahaya terselubung” bukan berarti setiap hubungan seksual pasti berbahaya. Yang perlu diwaspadai adalah gejala yang muncul berulang, perdarahan yang cukup banyak, nyeri, bau tidak normal, atau keluhan lain pada organ reproduksi.

Pesan kesehatan: jangan menjadikan darah sebagai ukuran “keperawanan”, dan jangan pula menganggap perdarahan berulang sebagai sesuatu yang otomatis normal. Bila perdarahan setelah hubungan intim terjadi berulang atau disertai keluhan lain, pemeriksaan oleh dokter atau tenaga kesehatan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya secara tepat.

Perdarahan setelah berhubungan intim (dalam dunia medis disebut postcoital bleeding) umum terjadi dan bisa dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari masalah mekanis yang ringan hingga kondisi medis tertentu. Frasa “rusak akibat perselubungan” dalam konteks biologis atau kesehatan reproduksi biasanya merujuk pada robeknya selaput dara (hymen) saat pertama kali melakukan penetrasi seksual, atau adanya gesekan berlebih yang melukai dinding vagina. 
Berikut adalah beberapa penyebab utama mengapa terjadi perdarahan saat atau setelah berhubungan intim:
1. Faktor Mekanis dan Fisik

  • Robekan Selaput Dara (Hymen): Pada pengalaman seksual pertama, penetrasi dapat merobek selaput dara dan memicu bercak darah ringan. Hal ini normal terjadi.

  • Kurangnya Lubrikasi (Vagina Kering): Jika kurang melakukan pemanasan (foreplay) atau terjadi perubahan hormon (seperti saat menyusui atau menopause), vagina menjadi kering. Gesekan penis pada dinding vagina yang kering dapat memicu lecet dan luka kecil yang berdarah. 

  • Penetrasi yang Terlalu Kasar: Gesekan atau tekanan yang terlalu kuat dapat melukai jaringan sensitif di dalam vagina maupun mulut rahim. 

2. Kondisi Medis dan Infeksi

  • Infeksi Vagina atau Leher Rahim: Kondisi seperti vaginitis, servisitis, atau Infeksi Menular Seksual (IMS) seperti klamidia dan gonore dapat membuat jaringan reproduksi meradang dan mudah berdarah saat tersentuh. 

  • Polip Serviks atau Rahim: Tumbuhnya jaringan atau daging kecil non-kanker pada dinding rahim atau leher rahim yang sangat sensitif terhadap gesekan. 

  • Erosi Serviks (Ektropion Serviks): Kondisi ketika sel-sel dari dalam leher rahim tumbuh ke bagian luar mulut rahim. Kondisi ini cenderung lebih lunak dan mudah berdarah saat terjadi penetrasi.
  • lebh bahaya lagi – jika, miliki anak namun pada ketentuan TES DNA “Bukan, Anak Kandungnya!!! – Jagalah Priorotas Diri Sebelum TELAT diketahui.”

Sumber@Cathrine.dr – Jawa Barat

Redaksi | 1 Oktober 2026

Journalist Social Them - Your Share Media Social Acsess Online Integrity Network

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Click to listen highlighted text!

You cannot copy content of this page