H. Emir Nuswantoro, LPMK Kadipaten : Incenerator Skala Kelurahan Solusi Sampah
JST-NEWS.COM | YOGYAKARTA

Bertemu sejumlah warga RW. 14 Kadipaten di kawasan wisata Kraton Ngayogyakarta, Haryawan Emir Nuswantoro, SS, SE (Ketua LPMK Kadipaten-Yogyakarta) tawarkan solusi penanganan sampah skala Kelurahan. “Sampah se-Kelurahan Kadipaten dikelola sendiri oleh warga di wilayah ini, menggunakan teknologi incinerator, setiap hari sampah dimasukkan mesin incenerator untuk dibuat RDF (Refused Derived Fuel) yakni keripik sampah,” papar Emir serius.
“Mesin bisa kita beli tahun 2026, caranya warga menyiapkan lahan untuk tempat pengolahan sampah ini kita pastikan dahulu. Lalu diusulkan untuk dianggarkan dalam Musrenbang 2025 pada bulan Februari 2025 mendatang,” demikian dijelaskan Emir dalam Pembukaan Pelatihan Pembuatan Kompos dan Biopori yang dibiayai oleh Danais, Sabtu (3/8) di rumah Ketua RW 14, Jl. Rotowijayan, Kraton, Yogyakarta.
Haryawan Emir Nuswantoro, SS, SE, Ketua LPMK Kadipaten hadir di tengah warga RW. 14 Kadipaten bersama Lurah Kadipaten Suparman, S.Sos, Rahayu, STP (Kasi Pemberdayaan Masyarakat), M. Taufik (Ketua Forum Bank Sampah), serta Sukarsih Taufik dan Yanto AR, keduanya Faskel pendamping Bank Sampah, disambut Dra. Sandra Suminar (Ketua RW.14) bersama para Ketua RT dan tokoh masyarakat.
Emir juga mengingatkan pentingnya warga se-Kadipaten berperan dalam pengelolaan sampah, dikarenakan Kadipaten ini etalase Pariwisata kawasan wisata Kraton. “Orang luar Yogya, apalagi Mancanegara mau ke Kraton dan Pemandian Tamansari pasti melewati jalan-jalan protokol di Kadipaten. Saya bangga, tidak pernah ada pemandangan sampah menumpuk dan bertebaran di kawasan nJeron Beteng Kadipaten ini,” tutur Emir.
Suparman, S.Sos berharap warga memanfaatkan 648 lobang Biopori bantuan Danais yang tersebar se-Kadipaten ini untuk menampung sampah sisa dapur dan kelak dapat dipanen menjadi kompos.
Pada kesempatan ini Emir menyerahkan bantuan Danais kepada Ketua RW. 14 Sandra Suminar, berupa peralatan pengeboran lobang biopori dan alat pemanen kompos biopori.
“Meski lahan rumah warga sempit, kami berusaha semaksimal mungkin memanfaatkan Biopori ini. Sekaligus kami kerja bakti menyongsong HUT Kemerdekaan RI,” pungkas Sandra, yang juga penggiat PAUD dan YANDU terpadu.
























