Rembug Kampung FKPT Bangirejo Fokus Ketertiban Lingkungan dan Ketertiban Sosial
JST-NEWS -YOGYAKARTA
Forum Kampung Panca Tertib Bangirejo Kelurahan Karangwaru Kemantren Tegalrejo Kota Yogyakarta melaksanakan rembug kampung Selasa, 16/12/2025 di Balai RW Bangirejo
Adapun yang turut hadir perwakilan Kelurahan Karangwaru: Kasi Pemberdayaan Masyarakat, Ketua LPMK Karangwaru, Babinsa Kelurahan Karangwaru, Jumilah Kelurahan Karangwaru sedang dari basis kampung dari pengurus FKPT dan Pelopor Ketertiban Bangirejo, Ketua Kampung Bangirejo, Ketua Balai Bangirejo, Ketua RW dan RT se Bangirejo.
K. Herman Setiawan selaku Ketua FKPT Bangirejo berharap melalui wadah rembug kampung permasalahan di kampung Bangirejo bisa teridentifikasi dengan tepat untuk mendapatkan terobosan sebagai solusi jalan keluar secara musyawarah untuk mufakat.
Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Karangwaru Caecilia Deasy S.A. menyampaikan untuk keluhan yang ada terkait ketertiban lingkungan dan sosial di masyarakat yang sering terjadi karena adanya batas hak dan kewajiban antar warga yang melanggar hak dan kewajiban lainnya sehingga timbul persoalan, perlunya dirembug dan bila perlu penyampaian peringatan 1 sampai peringatan 3 sebelum melangkah ke penindakan yang lebih lanjut.
Ketua LPMK Karangwaru Soebandono, S. Pd. mengungkap banyaknya persoalan di kelurahan Karangwaru terkait transporter yang secara aturan membantu pemerintah kota dalam mengatasi sampah namun di lapangan tak jarang menimbulkan gesekan dengan wilayah, seperti juga yang terjadi di Bangirejo ketertiban lingkungan terkait penempatan gerobak sampah di lingkungan sering mendapat komplain dari warga yang ketempatan dikarenakan transporter tidak memiliki lahan sendiri untuk menyimpan gerobak sampahnya dan terindikasi sampah yang sering berada di dalam gerobaknya diduga ada yang berasal dari luar kampung Bangirejo yang membuat kurang nyaman warga saat disimpan sementara di wilayah Bangirejo. Komunikasi personal menjadi jalan yang diambil untuk memberikan pengertian kepada transporter.
Ketua Kampung Bangirejo Agus Widodo berharap warga Bangirejo saling menjaga ketertiban lingkungan dan sosial, saling mengingatkan terus menerus bila ada yang tidak tertib agar wilayah tetap kondusif.
Ketua RW 10 Bangirejo Haryadi dan Ketua RT.37 RW. 10 Bangirejo Febrian Kurnia dimana lokasi wilayahnya memiliki jalan aspal yang lebar sering mendapat gangguan ketertiban lingkungan dan ketertiban sosial berupa banyaknya parkiran mobil disepanjang jalan Trimargo dimana para sopir atau penumpang mobil seringkali membuang sampah dari mobil ke saluran air hujan yang kecil di sepanjang jalan Trimargo yang saat hujan dikhawatirkan membuat sumbatan dan air meluap menimbulkan genangan air. Sering dimanfaatkan parkiran gerobak sampah dan pemilahan sampah di aspal jalan yang mengganggu pengguna jalan.
Pernyataan tanggapan hampir senada dari pendamping Polisi Pamong Praja Sri Windarti dan Hafid, Jumilah Kelurahan Karangwaru Zeti dan Erni perlunya terus dilakukan edukasi dan pendampingan bagi transporter yang dianggap sering mengganggu wilayah dalam melakukan pekerjaannya untuk memenuhi kebutuhan hidup, diharapkan ada solusi bersama dari wilayah bila memang posisi transporter masih dirasa dibutuhkan, bila sudah tidak dibutuhkan otomatis warga tidak memanfaatkan jasa Transporter.
Ketua RT. 41 RW. 11 Bangirejo Budi Sudarmanto dimana salah satu warganya dianggap sebagai pemicu adanya rembung kampung dikarenakan perilaku transporter yang sering dianggap mengganggu privasi orang lain berharap melalui forum rembug kampung bisa ada solusi terbaik.
Pekerti dan Ketua RT. 36 RW. 10 telah memberikan solusi bergabung dengan penggerobak lainnya langganan truk angkut dari gerobak transporter dengan menyisihkan sebagian hasil untuk membayar biaya angkut truk.
Ketua Balai Bangirejo Bachtiar sebetulnya tidak berkeberatan gerobak sampah milik transpoter dititipkan disamping balai Bangirejo cuman karena gerobak kosong sering memancing orang menaruh sampahnya ke dalam gerobak sehingga mengganggu kenyamanan pembeli warung yang ada di balai menjadi persoalan tersendiri.
Pekerjaan rumah yang ringan namun cukup pelik di lingkungan masyarakat menjadi tugas bersama tokoh masyarakat Bangirejo untuk mengidentifikasi permasalahan dan dalam beberapa waktu ke depan akan dilakukan rembug kampung kembali untuk mengevaluasi hasil identifikasi di lapangan,” tutup Herman
























