Dua Sejoli : Berakhir Ditangkap Tim Kepolisian Semarang – Berani Bermain Api Cinta Tragis Miliki Bayi Dikubur Hidup-hidup, Jawa Tengah
Semarang, Polisi telah menangkap sejoli pengubur bayi baru lahir di area perkebunan Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang Jawa Tengah (7/9)
Bayi diduga sempat hidup dan terindikasi meninggal karena kekerasan. Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana mengatakan kedua pelaku diketahui seorang laki-laki berinisial WAP (19) dan perempuan di bawah umur berusia 17 tahun.

Mereka diamankan di wilayah Bandungan, Kabupaten Semarang. “Keduanya memiliki hubungan pacaran. Diamankan oleh Sat Reskrim Polres Semarang dan Unit Reskrim Polsek Bandungan pada Jumat, 4 September 2026,” kata Bodia saat dihubungi detikJateng, Minggu (6/9/2026).
Bodia menjelaskan bayi yang ditemukan dalam kondisi terkubur itu dilahirkan pada Selasa (1/9). Selang satu hari kemudian, bayi tersebut dikuburkan di area perkebunan Dusun Kropoh. “Perempuan itu melahirkan secara diam-diam pada 1 September 2026.
Kemudian dibawa oleh pasangannya untuk dikuburkan di area perkebunan pada 2 September 2026,” ujar Bodia.
Dari hasil pemeriksaan tim medis, Bodia mengungkapkan bayi tersebut sempat hidup usai dilahirkan. Ada dugaan kekerasan terhadap bayi yang ditengarai sebagai penyebab kematiannya.
“Berdasarkan pemeriksaan tim medis Rumah Sakit Bhayangkara Semarang, bayi diketahui sempat lahir dalam keadaan hidup.
Ditemukan indikasi kekerasan yang menjadi penyebab kematian,” ungkap Bodia.
Dalam tindakan keji yang tidak bertanggungjawab buat geger sejagad raya di Jawa Tengah* berakhir NA’AS di bui kedua orangtua ikut merintih sakit akibat pergaulan medsos kerap bermain api asmara yang merasa kekeran selama ini tidak dapat tertangkap. Ujung demi jalan masa depan berada di jeruji besi paling banyak dinikmati sepanjang jalan menuju surga dunia yang panas.
Akhir dari kehidupan sehari-hari jadi selebriti dunia lewat jeruji besi berukuran 1 x 2 ikat perut, ikat pinggang dan sudah jadi empuk dingin tidak dapat wik-wik lagi. Selanjutnya bersambung dibalik pintu pun ungkapan besar-besaran netizens memberondong sejuta aksi Dua Sejoli berpikir sesaat jadi merasa nyaman, bayi di alam bertanya : bapak dan mamak ku raja TEGA !!! (tak akui keberadaan aku dilahirkan, ada yang mencoba kembali dalam hal kejadian ini?
kedua orangtua beban perasaan, keluar nya jadi ikut ujian masuk nasional di mata publik media sejuta aksi percintaan di medsos buat lebih jreng mati bersama pada tahun kedepan jalani masa tua berakar lawang pintu – kost, kontrakan, hotel-hotel di lokasi wisata jadi berdampak pemeriksaan setiap hari oleh petugas.
bagaimana pejabat perjalanan dinas? apa ada juga ikut seperti ABG Dua Sejoli . . . Merekat panjang jalan anda sebelum di download area lokasi-lokasi dunia digital terkesimak “wow . . . Aksi anda menutupi cukup cerdik”.
Redaksi | 7 September 2026
























