Keamanan Papua Pegunungan Kembali Disorot, Pemerintah Diminta Evaluasi Pendekatan Keamanan – TNI DAN POLRI SIAP BERGEGAS GERAK CEPAT MUSNAHKAN OPM (KKB) Pertahanankan Tanah Papua
Jakarta — Persoalan keamanan di Papua kembali menjadi perhatian setelah terjadinya tragedi yang menimpa aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Peristiwa tersebut memunculkan kembali pertanyaan mengenai efektivitas perlindungan terhadap aparatur pemerintah dan masyarakat sipil yang menjalankan aktivitas pelayanan publik di wilayah Papua Pegunungan.(11/9/2026)
Pengamat intelijen Ridlwan Habib menyoroti pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap pendekatan keamanan yang diterapkan pemerintah. Menurutnya, setiap insiden yang menyasar ASN maupun masyarakat sipil perlu menjadi bahan evaluasi untuk membaca pola ancaman, memperkuat deteksi dini, sekaligus memastikan negara mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat di wilayah rawan konflik.
Sorotan juga mengarah pada dugaan motif kelompok bersenjata yang menyasar ASN. Dalam konteks konflik Papua, aparatur pemerintah dapat dipandang sebagai simbol kehadiran negara sehingga berpotensi menjadi sasaran.
Namun, dugaan mengenai motif maupun identitas pelaku tetap harus didasarkan pada hasil penyelidikan aparat penegak hukum dan intelijen, bukan semata-mata pada spekulasi.
Tantangan aparat di Papua Pegunungan juga tidak sederhana. Kondisi geografis yang berat, luasnya wilayah, keterbatasan akses transportasi, serta dinamika sosial dan keamanan membuat upaya perlindungan masyarakat membutuhkan strategi yang terukur dan berlapis.
Karena itu, evaluasi tidak semestinya hanya berorientasi pada peningkatan kekuatan keamanan. Kemampuan intelijen dalam mendeteksi ancaman sejak dini, perlindungan terhadap masyarakat sipil, penguatan pelayanan publik, komunikasi dengan masyarakat lokal, serta koordinasi lintas lembaga menjadi bagian penting dari strategi menjaga stabilitas di Papua Pegunungan.
Negara menghadapi tantangan untuk menemukan titik keseimbangan antara penegakan keamanan dan perlindungan masyarakat sipil. Aparat harus mampu bertindak tegas terhadap ancaman kekerasan, namun pada saat yang sama memastikan masyarakat tidak kehilangan akses terhadap pelayanan pemerintahan dan pembangunan.
Tragedi yang menimpa ASN di Jayawijaya dengan demikian tidak hanya menjadi persoalan kriminal atau keamanan semata. Peristiwa tersebut menjadi momentum untuk menguji kembali sejauh mana negara mampu menghadirkan perlindungan, pelayanan dan kepastian hukum bagi warga maupun aparatur yang bekerja di daerah dengan tingkat kerawanan tinggi.
Evaluasi pendekatan keamanan menjadi penting agar setiap kebijakan tidak berhenti sebagai respons setelah tragedi terjadi, tetapi mampu membangun sistem pencegahan yang lebih kuat sehingga kejadian serupa dapat diminimalkan.
Tim redaksi seluruh awak media d Tanah Air Indonesia: “mengutuk kebiadaban Organisasi Papua Merdeka – KKB yang menjadi aksi penembakan terhadap ASN bertugas pada kinerja nyata secara benar ini.”
Dalan hal ini TNI dan POLRI harus beranikan diri untuk ratakan kekejian yang dilakukan pada insiden terjadi, dalam arti harus “ambil khusus tindakan perang meratakan musuh dunia nyata terlihat, “jaga persatuan dan kesatuan utuh wilayah NKRI”.
Naskah dikutip oleh: Tim 3 Pers PLUS
Redaksi | 11 September 2026
























