Selamat datang di JST News Media

NGARIUNG MAESYAL KE-4: MERAWAT KEBUDAYAAN, MENYEMAI ASPIRASI SENIMAN TANGERANG

IMG 0959

NGARIUNG MAESYAL KE-4: MERAWAT KEBUDAYAAN, MENYEMAI ASPIRASI SENIMAN TANGERANG

KABUPATEN TANGERANG,  Indonesia JST NEWS— Pemerintah Kabupaten Tangerang kembali menghadirkan ruang dialog berbasis kearifan lokal melalui agenda Ngariung Maesyal, sebuah pertemuan yang mempertemukan pemerintah dengan masyarakat dalam suasana terbuka, akrab, dan penuh semangat kebersamaan.

Kali ini, Bupati Tangerang, Drs. H. Moch. Maesyal Rasyid, bersama sejumlah perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), ngariung bersama para penggiat seni, seniman, budayawan, serta komunitas seni dan sanggar dari berbagai wilayah Kabupaten Tangerang. Kegiatan berlangsung di Sanggar Seni Gema Wirahma, Kampung Pabuaran, RT 001/RW 001, Desa Pangkat, Kecamatan Jayanti, pada 18 September 2026.

Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk mendengarkan langsung aspirasi para pelaku seni, mulai dari kebutuhan pengembangan sanggar, dukungan terhadap kreativitas, hingga keberlanjutan pelestarian seni dan budaya daerah.

Ngariung sebagai Ruang Dialog Kebudayaan

Dalam kesempatan itu, Bupati Tangerang menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan Ngariung Maesyal ke-4, yang secara khusus mempertemukan pemerintah daerah dengan para penggiat seni.

“Kalau sebelumnya kita ngariung bersama para petani di Kecamatan Sepatan, kemudian bersama para nelayan di Tanjung Pasir, Teluknaga, dan bersama penyandang disabilitas di Kecamatan Kosambi, kali ini kita hadir bersama para penggiat seni,” ujar Maesyal Rasyid.

aefb5545 2831 46d0 98cd 22974074cef8Menurutnya, pendekatan dialog dengan mengusung kearifan lokal merupakan salah satu cara pemerintah mendekatkan pelayanan sekaligus memahami kebutuhan masyarakat secara langsung.

Melalui pertemuan semacam ini, pemerintah tidak hanya hadir dalam ruang administratif, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan gagasan, usulan, keluhan, dan harapan tanpa sekat.

“Silaturahmi seperti ini penting untuk menghimpun aspirasi para pelaku seni. Kita ingin mendengarkan secara langsung apa yang menjadi kebutuhan mereka, termasuk dukungan untuk mengembangkan karya dan kreativitas,” jelasnya.

Dukungan Pemerintah untuk Ekosistem Seni

Bupati Tangerang juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah bersama mitra terkait memberikan bantuan kepada para pelaku seni sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan kesenian dan kebudayaan.

Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang kebutuhan komunitas, meningkatkan produktivitas, serta mendorong lahirnya karya-karya baru yang memiliki nilai budaya sekaligus potensi ekonomi.

“Kami hadir untuk memberikan dukungan kepada para pelaku seni agar daya, karya, dan cipta mereka terus berkembang. Kabupaten Tangerang memiliki beragam seni dan budaya yang dapat menjadi bagian dari identitas daerah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, berbagai usulan yang disampaikan para penggiat seni akan direspons sesuai dengan mekanisme, program, serta kewenangan pemerintah daerah.

“InsyaAllah, nanti kita respon sesuai dengan mekanisme dan kewenangan yang ada di Kabupaten Tangerang. Kita akan membantu para penggiat seni agar mereka dapat terus berkarya sekaligus meningkatkan perekonomiannya,” ujarnya.

Maesyal Rasyid berharap program dan bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi penerima, mendukung keberlanjutan aktivitas seni, serta berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan para pelaku seni di Kabupaten Tangerang.

Seni Tradisi dan Regenerasi Budaya

Sementara itu, Ketua Umum Paguyuban SEMESTA (Sedulur Musisi dan Seniman Tangerang), H. Soleh Al-Bantani, yang akrab disapa Sultan Manceuri, menilai kegiatan Ngariung Maesyal menjadi momentum penting bagi komunitas seni dan sanggar di Kabupaten Tangerang.

Menurutnya, pertemuan tersebut mempertemukan puluhan komunitas dan kelompok seni dari berbagai wilayah, sekaligus membuka ruang komunikasi antara pelaku seni dan pemerintah daerah.

“Ini merupakan momentum yang sangat baik. Puluhan komunitas seni dan sanggar dapat bertemu, bersilaturahmi, sekaligus menyampaikan aspirasi, usulan, serta persoalan yang dihadapi dalam mengembangkan kegiatan kesenian di Kabupaten Tangerang,” kata H. Soleh kepada awak media.

Ia juga menyoroti pertunjukan seni tari yang dibawakan oleh anak-anak usia dini dalam kegiatan tersebut. Baginya, penampilan itu bukan sekadar hiburan, melainkan gambaran bahwa proses regenerasi budaya telah tumbuh sejak usia muda.

“Tadi Pak Bupati tidak hanya berdialog, tetapi juga menyaksikan berbagai pertunjukan seni tari yang dibawakan anak-anak usia dini. Ini menunjukkan bahwa keterlibatan generasi muda dalam mengenal, menjaga, dan melestarikan seni budaya daerah membutuhkan perhatian serta dukungan berkelanjutan,” jelasnya.

Sanggar Gema Wirahma, Menjaga Warisan di Tengah Zaman

H. Soleh Al-Bantani menambahkan, dialog yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan itu turut membahas keberadaan dan pengembangan kelompok seni serta sanggar di tengah masyarakat.

Ia menyebut, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian agenda Bupati Tangerang dalam menyerap aspirasi masyarakat sekaligus melihat secara langsung potensi yang berkembang di berbagai wilayah, khususnya Kecamatan Jayanti.

Dalam kesempatan itu, ia memberikan apresiasi kepada Sanggar Seni Gema Wirahma, yang dipimpin Kang Agus Bagaskara, karena dinilai tetap eksis dan konsisten dalam melestarikan seni tradisional.

“Kita patut mengapresiasi keberadaan Sanggar Seni Gema Wirahma di Kampung Pabuaran, Desa Pangkat, Kecamatan Jayanti, yang tetap eksis dan konsisten melestarikan budaya tradisional di tengah arus modernisasi,” tutur H. Soleh.

Keberadaan sanggar, komunitas, dan kelompok seni menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pengetahuan budaya. Di ruang-ruang latihan, panggung pertunjukan, dan proses pewarisan antargenerasi, seni tidak hanya dipertahankan sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga dihidupkan sebagai ekspresi masyarakat hari ini.

Berlanjut ke Agenda Jumat Keliling

Usai kegiatan Ngariung Maesyal bersama para penggiat seni, agenda Bupati Tangerang dilanjutkan dengan kegiatan Jumat Keliling (Jumling) di wilayah Desa Jayanti.

72b3fe7f 4d21 427f a27d 6bdce83c21d9
Catatan Bocah Angon ; Bupati Tangerang Berdialog Bersama Puluhan Komunitas Seni dan Budaya di Sanggar Gema Wirahma, Kecamatan Jayanti

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Jayanti H. Yandri Permana, S.STP., beserta jajaran, para kepala desa se-Kecamatan Jayanti, serta sejumlah kepala perangkat daerah, di antaranya:

  • Supriyadi, S.STP., M.IP. — Kepala Dinas Pendidikan.
  • Dra. Hj. RD. Anna Ratna Maemunah, M.Si. — Kepala Dinas Koperasi.
  • dr. Ahmad Muchlis — Kepala Dinas Kesehatan.
  • Asep Suherman, SH., MBA., MM. — Disporabudpar.

Turut hadir pula sekitar 50 komunitas atau kelompok sanggar seni dan budaya dari wilayah Kabupaten Tangerang.

Bagi Kabupaten Tangerang, pertemuan semacam ini menegaskan bahwa pembangunan tidak semata berbicara tentang infrastruktur dan pelayanan publik, tetapi juga tentang bagaimana identitas, kreativitas, dan warisan budaya masyarakat memperoleh ruang untuk tumbuh.

Seni adalah ingatan yang diberi suara; kebudayaan adalah warisan yang hanya akan tetap hidup apabila dirawat bersama.(*)

Imron R. Sadewo (Bocah Angon) 

Redaksi | 18 September 2026

Journalist Social Them - Your Share Media Social Acsess Online Integrity Network

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page

Click to listen highlighted text!