Tempoe Doeloe : Silaturahmi Music Bersama Bawank

JST-News.com | Minggu, 23 April 2023 Kenangan masa lalu sangat penting diingat oleh sejumlah rekan, sahabat, saudara, dan kerabat lama yang pada putus.Jadi satu kembali di sebuah hari raya idul fitri 1444 H ini.
Mendengar dari kejauhan ada sebuah music tembang-tembang melankolis dilantunkan oleh sejumlah warga oleh suara-suara vokal mantul di-Jatiyoso – Diperempatan Area Timur (Polsek Jatiyoso).
Berbagai kreasi zaman dulu waktu era-80-81 : Menuai sejuta memory dan rasa haru ketika kita berkumpul dengan kesibukan dibelahan jiwa terpaku, oleh kesibukan dunia peliknya pekerjaan.
Bahagia, yang terbaik untuk dikisahkan oleh sejumlah masyarakat tempoe doeloe tim redaksi JST-NEWS merespon musik terdengar ditelinga sampai halaman depan rumah.
Sound system’ gleger…. rapih tanpa noise, yang begitu memukau pendengaran telinga orang, dan hati jadi menggugah selera. Akhirnya rilis kisah zaman ke zaman hingga sekarang ufuk gelap nya gemercik rembulan hembusan angin malam sambil kongko duduk di-desa.
Bahwa tuangan kreativitas muda/i dulu masih tersirat cakep olahan tangan irama gitar, drum, serta ketukan melodis kunci-kunci seperti distudio music metronom recording oleh sejumlah rekan terampil ada di lokasi.

Bantaran dusun belang dan jatisawit pertigaan pas arah tikungan manis sang pemusik band lokal dari penduduk jadi satu numpuk mengalunkan musik tembang kenangan, pop rock, hingga dangdut music life is my country.
Namun kota nya sekarang dikenal si group bawank “aresment” dari sebuah didikasi tim. Redaksi langsung eksplore dengan digital jadi ingat masa lalu pun bermusik bersama.
Adapun yang hadir pada malam tersebut yaitu ada Kepdus Mury,Tri Winahyu alias bawang, Widodo, Jatmiko, Agus semua kongko jadi tumpleks adat-istiadat terbentuk menjadi mahkota sang musical cantik menuangkan kegiatan positif di hari nan fitri.

Awali band bawank ini membentuk di-Jatiyoso – Kab.Karanganyar pada tahun 2015. Hampir menjadi mirip seperti kota bawang di brebes. Mudah-mudahan dari nilai positif music gratis ini dipersembahkan menggugah istana kerajaan jatiyoso menjadi adil, tranparansi tranformasi area makmur diberikutnya.

Sejumlah warga dari luar pun terlihat asri memandang dan dipandang sebagai nilai plus kreatif muda/i masa kini.
Jelas, zaman ini tetap ada sang pemusik-pemusik desa melestarikan cikal bakal hobi jadi kesuksesan bekerja kepenatan di-area kota-kota padat penduduk suatu contoh : Dki-Jakarta.
Semoga saja terus mengarahkan bakat ini terdengar oleh berbagai instansi pemerintah bahwa zaman digital anak remaja jangan hilang arah karena permainan gamers.
Menyatukan kembali ruang lingkup ini menjadi sumber inspirasi dunia apresiasi masyarakat luas agar dapat kuat dan kokoh bersama Indonesia.
Demikian kajian klasikal musik pelopor dusun, semuanya atas berkat kerjasama sumbansi seksama kita bisa berkumpul dan showan di hari raya idul fitri tahun 2023 ini dalam lepas kangen, temukan cinta kasih disudut eksentitas masyarakat modernisasi zaman ke zaman tetap indah terdengar bersama program – program kedepan di era 2024 bisa sehat semua dan dimudahkan segala sesuatu-Nya.
Red©2023/JST-News/KRY/JATENG.23.4.23
























