- Berita Terkini
- Ekonomi
- Gaya Hidup
- Internasional
- Keagamaan
- Kebudayaan
- Kesehatan
- Kesenian
- Lainnya
- Olahraga
- Organisasi
- Panorama Alam
- Pemerintahan
- Pendidikan
- Pertanian
- Politik
- Sains Dan Teknologi
- Sekolah Dasar
- Sekolah Lanjut Tingkat Pertama
- Sekolah Menengah Umum/Sederajat
- Sekolah Tinggi
- Selebrity
- Sosial
- TNI - POLRI
Senkom Rescue Jatiyoso Tanggap Kejadian Mendadak, Pria Ditemukan Meninggal di Jembatan Kembang

Warga Dusun Tlobo Meninggal di Jembatan Kembang, Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan
Kematian Mendadak Giman di Jembatan Kembang, Polisi dan Tim Medis Turun Tangan
Tragedi di Wonorejo: Giman Ditemukan Meninggal di Jembatan Kembang, Diduga Sakit Mendadak

Kematian Mendadak di Jembatan Kembang, Warga Josari dan Sekandang Gempar
Senkom Rescue dan Polisi Respons Cepat Atas Kematian Mendadak di Jembatan Kembang
JST – NEWS.COM – Karanganyar – Mendengar kejadian mendadak terkait telah terjadi sebuah insiden mendadak yang menggemparkan warga Dusun Josari dan Dusun Sekandang, Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, sejumlah anggota Senkom Rescue Jatiyoso segera meluncur ke TKP.
Di kabarkan seorang pria bernama Giman (45), warga Dusun Tlobo, ditemukan meninggal dunia di Jembatan Kembang yang menghubungkan kedua dusun tersebut. Pada hari Senin, 3 Juni 2024,
Menurut laporan yang diterima dari Kapolsek Jatiyoso, AKP Suryono, S.H., kejadian ini terjadi sekitar pukul 13.45 WIB. Korban, Giman, diketahui tengah dalam perjalanan menuju rumah mertuanya di Dusun Josari. Saat melintas di jalan penghubung, korban tiba-tiba tergeletak di jalan. Penemuan pertama kali dilakukan oleh Sarno (45), seorang warga setempat, yang kemudian segera menghubungi Suyono (47) dan memanggil warga sekitar.
Basuki (37), perangkat desa setempat, segera melaporkan kejadian ini ke Polsek Jatiyoso. Dalam waktu singkat, petugas kepolisian bersama tim kesehatan dari Puskesmas Jatiyoso tiba di tempat kejadian perkara (TKP). Setelah melakukan pemeriksaan, korban dinyatakan meninggal dunia tanpa tanda-tanda kekerasan.
Menurut Basuki, Giman, 45 tahun, seorang pekerja swasta yang tinggal di Dusun Tlobo RT 022 RW 011, Desa Tlobo, Kecamatan Jatiyoso. Menurut keluarga, Giman tidak memiliki riwayat penyakit serius.
Ada beberapa saksi Mata diantaranya,
1. Sarno, 45 tahun, pekerja swasta, alamat Dusun Josari RT 003 RW 015, Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso.
2. Suyono, 47 tahun, pekerja swasta, alamat Dusun Josari RT 002 RW 016, Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso.
3. Basuki, 37 tahun, perangkat desa, alamat Dusun Jengglong RT 001 RW 012, Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso.
Kapolsek Jatiyoso, AKP Suryono, S.H., menyampaikan untuk tindakan Kepolisian menerima laporkan bahwa pihaknya telah melakukan beberapa langkah untuk menangani kejadian ini, termasuk:
1. Menerima laporan dan mendatangi TKP.
2. Melakukan koordinasi dengan Puskesmas Jatiyoso.
3. Mengamankan TKP dan mencatat keterangan saksi.
4. Membuat laporan resmi mengenai kejadian ini.
“Untuk Kesimpulan Awal, Berdasarkan hasil pemeriksaan awal oleh tim medis dari Puskesmas Jatiyoso, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau luka pada tubuh korban. Korban diduga meninggal dunia akibat sakit mendadak. Pihak keluarga telah menerima kejadian ini dengan ikhlas dan menolak untuk dilakukan autopsi, serta berencana untuk segera memakamkan korban,” Pungkasnya.
Ketua Senkom Mitra Polri Kecamatan Jatiyoso Sugeng Wahyudi,A.Md yang juga Sekdes Jatisawit saat di hubungi via WA membenarkan kejadian tersebut dan menyampaikan Terima kasih kepada anggotanya yang telah tanggap cepat peduli sesama.
“Senkom dengan slogannya ‘menembus jarak tanpa batas, siaga saat aman ada saat di butuhkan’ sudah melekat di hati masing-masing anggota Senkom, apresiasi untuk semuanya,” Kata Sekdes Jatisawit tsb.
(gh/ sukindar)
























