Al-fatiaha sebagai manusia yang membentuk diri-Nya, sebab 3 makna mau eling ndelok’ ne? #Alif Lam Lam Ha
JST-NEWS.COM – Al-fatiaha sebagai manusia yang membentuk diri-Nya, sebab 3 makna mau eling ndelok’ ne? Kok bisa . . . Jelasnya pengambilan dalam proses itu menilai hal dan faktor.

gambar/ilustrasi – buatan ilmu manusia
suatu ketika anda semua duduk, apa yang diberikan didalam surat induk/biang segala apapun tentang rumusan dunia. yaitu ; belum dapat merealisasikan duduk tersebut dengan tak berbungkuk ke bawah.
hanya langsung belakang kan pola “maaf : bokong milik semua langsung lenggah – brokk” akhirnya – intensitas akal pikiran yang terkandung sudah standard balance ; hilang arah karena “berpikir dunia ini menyelamatkan mu dalam hal kematian dan yang ada – dalam satu proses induk itu tersirat 3 makna”, yaitu :
lisan, telinga, dan mata (inilah phase satu surat menjadikan kesatuan antara hal dan faktor).***
hal kecil sedikit dalam bilangan ujian pun ke depan tertungkas hanya di bibir, bulan yang senantiasa menjaga akar nya, terhempas oleh situasi baru pada ketentuan surat jadi misteri hidup.
sobat nitizens, ini perumpamaan bukan pembanding atau disebut saja “pengalaman histori dunia”, adanya yang pernah dapatkan ilmu kematian dan pernah mati pada jadwal yang belum ditentukan malaikat-Nya.
malaikat Allah, dalam pembelajaran syari’at di keagamaan Islam cukup diberikan imla pikir pengingat 10.
Namun ini berbeda siratan jadi nyata tentang kehidupan 1000 malaikat, itu pasti dijadikan sebagai informasi manusia yang selalu saja berbuat “penjauhan kamuflase reka jadi merekayasa, namun praktek malaikat ini yang memberikan pengetahuan belum diketahui manusia pada umumnya berjalan ke depan atau mundur lisan tersebut”.
sebutan dari sederhana ini, yaitu malaikat lisaniyah – malaikat lisaniyah ini mengubah cara berpikir manusia tentang kedudukan tempat semestinya bukan karena ; harta – jabatan – atau pun urusan dunia.
malaikat lisaniyah pola pengatur pada diri manusia yang lembut, tulus, menjaga, sejalan pada arah pikiran murni di phase tinggi berbaik sangka selalu di koridor mulia “berdiam diri karena niat mengasingkan dari hal siapapun, ketika titik nur-Nya bertemu dalam kesulitan.
Ia tak berpangku oleh siapa pun, cukup bersedekap kembali ke diri-Nya”.
Surat Ar-Rahman mengajak manusia untuk merenungi nikmat-nikmat Allah, keajaiban ciptaan-Nya, dan untuk bersyukur atas segala karunia yang telah diberikan. (Dan, tidak terdengar Surat Ar-Rahim : Makna ini diperintahkan manusia untuk ikhtiar-Nya).***
prosesi kematian dapat didengar manusia, hanya saja manusia tak pernah taat akan keyakinan di dirinya.
Ketika bertemunya malaikat lisaniyah, pola makna kedua akan diolah kembali oleh malaikat sama’ yang berarti pendengaran/di titik temukan pengguna telinga kanan dan kiri.
malaikat ini lebih peka dari depan nya, tengahnya, sampai titik derajat paling jauh.
manusia pun dapat miliki sifat-sifat malaikat sama’ bukan sama dari kesamaan iya sobat nitizens pembaca media JST-NEWS.
malaikat ini, bisa datang dan pergi sesuka nya karena yang menjadi faktor utama malaikat ini hadir dengan lisaniyah tadi, kenapa hukum bangun lail diutamakan dibanding bangun pagi, siang, sore, karena itu semua urusan dunia yang tertuju dalam bekal ilmu pengetahuan sesaat dikemudian hari belum jadikan mulia. Kecuali, pahimnaa atas segala sesuatu dasar – Al Fatihah dimaksud.
jika, lail digunakan dengan kebaikan maka ilmu genggaman di dunia dapat diraih berdasarkan nilai positif memohon keagungan Tuhan Semesta Alam-Nya menghadirkan diri sobat nitizens semua berpeluk kasih pada dzat murni nya dasar ketulusan sungguh-sungguh.
manusia diciptakan oleh Allah SWT, sebenarnya miliki hak tinggi derajat, kemuliaan, kecerdasan luar biasa. Walaupun belum belajar, belum mengenal, prospek aspek kehidupan itu sobat nitizens sendiri yang menguasai akan hakekat ilmu pengetahuan ke depan. Hanya saja, membaca dirinya dengan Allah diceritakan ke manusia lainnya. Maka, malaikat pada dirinya yaitu lisaniyah dan sama ( malaikat : tak menghampiri ). summa naudzubillahi min dzalik . . .
terakhir kita mempelajari sejati diri sendiri berhadapan kematian, kehidupan, kebangkitan, ada pada alam kubur. Esok akan bertemu semua pada phase manusia dihadapi itu, adapun ketentuan nya sering mengaji tak kenal arti manusia semurni nya, kenal guru namun hanya sebatas lisaniyah dan sama’, esok dilupakan belum di amaliyah kan secara berangsur-angsur seperti Nabi Muhammad SAW mendapatkan Wahyu – Nya.
ini filosofi sederhana kejiwaan sejarah hadapi kematian terlebih dulu, sebelum merasa gelisah, takut, kecewa, kehilangan, kemungkinan semua ada sifat khotirunnas wa ala kuli syai’in qodir “lupa/qolbiyun mayit”.
alfatihah, kekuatan lahiriyah dan bathiniyah yang sesempurna dalam isi di derajat apapun surat/makna disuatu kitab Al-Qur’an. Raja disebut dan paling ketinggian seluruh dunia dapat dibuat kalimat “Al-Kahfi” terumbu karang bisa pecah, batu keras bisa pecah, kerikil yang kecil pun bisa besar melahirkan tetasan akhir yaitu : malaikat bashir – Bashir merujukan sobat nitizens “melihat” 3 phase makna ini tersirat dalam kutipan maksud “feel in noor”, bahwa wujud kalimat memecahkan konsentrasi terdalam saat diberi kekuasaan (mata), mata ini menetes atau menetaskan kerinduan tetap jalannya “tak ingkar akan peristiwa kematian yang dihampiri”.
Ketiga manfaat makna keseluruhan diatas sebagai praktek al-faqir dhoif ini dalam kenyataan dunia.
semua bisa kembali di kematian nya masing-masing bilamana mengenal sungguh dasar bahwa jangan lupakan sobat nitizens, maknawiyah – dari sifat aqliyah dan naqliyah mewacanakan kehidupan dapat dikembalikan. Jika, diiringi oleh keyakinan : Product nya diri kalian yang buat, kemasan nya pun rapat, tak satu pun dari semua contoh murni hidup menghidupkan itu nyata akan terjadi dikejadian kita semua. (Pada Surat Al-Kautsar).
Sifat dasar manusia mulia – sifat yang tidak pernah malu dengan usia serta diri-Nya.
Catatan :
diri tak kejar dunia, akhirat penantian redaksi JST-NEWS yang panjang pada ketulusan di pemeluk agama dan kepercayaan, keyakinan, masing-masing.
(kematian prosesi untuk kemudahan, kesederhanaan, terpelihara, kemuliaan)
Reportnews©2024/5/6/Red-JST-NEWS/JKT
























