Sambut Libur Nataru, GKR Bendara Ajak Warga dan Wisatawan Jaga Harmoni Yogyakarta
JST-NEWS -YOGYAKARTA
Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, denyut kehidupan Yogyakarta kembali menguat seiring meningkatnya arus wisatawan. Kota budaya ini tak hanya bersiap sebagai destinasi liburan, tetapi juga sebagai ruang perjumpaan yang menyatukan manusia, nilai, dan tradisi dalam suasana akhir tahun yang hangat dan penuh makna.
Ketua DPD PUTRI DIY, GKR Bendara, menegaskan bahwa momentum libur Nataru menjadi ujian kebersamaan sekaligus kepedulian semua pihak. Kepadatan lalu lintas dan ramainya kawasan wisata merupakan konsekuensi dari tumbuhnya sektor pariwisata yang selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah.
“Pariwisata memberi manfaat besar bagi masyarakat. Karena itu, dibutuhkan kesabaran, kebijaksanaan, dan semangat gotong royong dari warga untuk menjaga kenyamanan bersama,” ujar GKR Bendara.
Menurutnya, bagi Yogyakarta, pariwisata tidak semata soal jumlah kunjungan, tetapi tentang perjumpaan antara wisatawan dengan budaya dan ruang hidup masyarakat. Setiap pengunjung datang membawa harapan, dan pulang dengan cerita. Agar cerita tersebut berkesan baik, dibutuhkan kesadaran kolektif antara tuan rumah dan tamu.
GKR Bendara juga menyampaikan imbauan kepada para wisatawan agar menikmati Yogyakarta dengan tetap menghormati tata nilai lokal. Tidak berfoto di tengah jalan, menggunakan trotoar sebagaimana fungsinya, serta menjaga kebersihan lingkungan merupakan bentuk sederhana dari etika berwisata yang beradab.
“Kesopanan dan kepedulian terhadap ruang publik bukan sekadar aturan, tetapi cerminan rasa hormat terhadap kota yang kita kunjungi,” tuturnya.
Ia menambahkan, keindahan Yogyakarta tidak hanya terletak pada destinasi wisatanya, melainkan pada sikap warganya dan cara wisatawan memperlakukan ruang bersama. Budaya Jogja hidup dalam ketertiban, kelembutan tutur kata, serta kesadaran untuk tidak meninggalkan dampak negatif, baik secara fisik maupun sosial.
Libur akhir tahun, lanjutnya, adalah waktu yang tepat untuk memperlambat langkah, meresapi suasana, dan merayakan keberagaman dalam keseimbangan antara tradisi dan modernitas. Melalui momentum Natal dan Tahun Baru, GKR Bendara mengajak seluruh pihak mewujudkan wisata yang berkualitas—memberi manfaat ekonomi, memperkuat citra budaya, dan meninggalkan kesan positif.
“Ketika wisatawan merasa dihargai dan masyarakat merasa dihormati, Yogyakarta akan terus tumbuh sebagai destinasi yang berkelas dan berkarakter,” pungkasnya.
Ia pun mengajak semua pihak menikmati Yogyakarta di penghujung tahun dengan penuh kesadaran dan rasa hormat. Datang membawa etika, menikmati dengan bijak, dan pulang dengan kenangan yang baik—karena Yogyakarta bukan hanya untuk dikunjungi, tetapi untuk dipahami dan dijaga bersama.(LH)
























