- Berita Terkini
- Jawa Timur
- Keagamaan
- Lainnya
- Pemerintahan
- Pendidikan
- Plus News
- Sekolah Dasar
- Serba-serbi
- Sosial
- Tradisional
Aisyah: “Menggema Ke Kanca Internasional – Harumkan Indonesia & Kedua Orangtua,Serta Keluarga Muslim Dalam Hafidzah Cilik 4 Tahun Pada Lantunan Qur’an Dibawa Selama Masa Ke Masa”
JST-NEWS – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda bangsa. Hafizah cilik asal Malang, Aisyah Al-Rumy, dipercaya menjadi wakil Indonesia dalam ajang bergengsi Dubai International Holy Quran Award tahun 2026.(26/2)
Pada kompetisi internasional yang diselenggarakan oleh penguasa Dubai, Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Aisyah tampil di kategori “The Most Beautiful Quran Recitation for 2026” — kategori yang menilai keindahan, ketepatan tajwid, serta kekhusyukan dalam melantunkan ayat suci Al-Qur’an.
Di kategori perempuan, Aisyah bersaing dengan qariah terbaik dunia: Jana Ehab Ramadan dari Mesir dan Sara Abdul Karim Alhlak dari Suriah. Persaingan ketat tak terhindarkan, mengingat ajang ini diikuti lebih dari 5.000 peserta dari 105 negara.
Namun di balik panggung megah internasional itu, ada kisah sederhana yang menggetarkan hati.
Siswi kelas 4 SD Tahfidz Al-Qur’an Daarul Ukhuwwah, Pakis, Kabupaten Malang ini telah menghafal 26 juz Al-Qur’an di usia belia. Dalam kesehariannya, Aisyah rutin melakukan murajaah tiga hingga lima juz setiap hari — disiplin yang jarang mampu dijaga bahkan oleh orang dewasa.
“Biasanya, Aisyah murajaah tiga sampai lima juz tiap hari,” tuturnya polos.
Prestasi ini bukan sekadar capaian pribadi, melainkan cerminan wajah Indonesia yang sesungguhnya — negeri dengan generasi Qurani yang tumbuh dalam ketekunan, kesederhanaan, dan ketulusan.
Di tengah tantangan moral dan derasnya arus globalisasi, kehadiran Aisyah menjadi oase harapan. Ia bukan hanya membawa nama Malang atau Jawa Timur, tetapi mengangkat Merah Putih di panggung dunia melalui lantunan ayat suci.
Momen ini menjadi pengingat bagi para pemimpin bangsa: investasi terbesar Indonesia bukan hanya pada pembangunan fisik, melainkan pada pembinaan karakter dan spiritual generasi mudanya. Dukungan nyata terhadap pendidikan tahfidz dan pembinaan qariah-qari’ah muda adalah bagian dari menjaga jati diri bangsa.
Dari Malang untuk dunia, dari mushaf kecil di tangan seorang anak menuju panggung internasional — Indonesia kembali bersuara melalui ayat-ayat suci.
Semoga langkah Aisyah Al-Rumy menjadi inspirasi dan doa yang terlantun indah bagi masa depan negeri.
Anak Ilmu Dunia Digoyang Berpikir yang dibentuk Orangtua Dipertanyakan? Pada Akhir Zaman.
Kini Akan digerus pada anak untuk nilai akhirat selama-lamanya tanpa ada kalimat sia-sia.
Redaksi | 27 Februari 2026
























