- Berita Terkini
- Hukum
- Jawa Tengah
- Lainnya
- Nasional
- Pemerintahan
- Plus News
- Sains Dan Teknologi
- Serba-serbi
- Sosial
Sukoharjo SIAPKAN PEMIMPIN BARU “126 Desa Diminta Siapkan Demokrasi yang Kondusif & JAUH DARI ILMU NGUTIL
Sukoharjo — Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, mengajak seluruh masyarakat untuk turut menyukseskan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang akan digelar di 126 desa pada 10 Desember 2026.

Eko menegaskan, pelaksanaan Pilkades serentak tersebut telah dipersiapkan dengan memperhatikan sejumlah aspek penting, mulai dari regulasi, penganggaran (budgeting), hingga efektivitas pelaksanaan. Karena itu, keberhasilan pesta demokrasi di tingkat desa tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun panitia, tetapi juga membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Eko Sapto Purnomo di sela-sela kegiatan penyerahan bantuan insentif bagi ustaz, ustazah, dan marbot masjid di Pendapa Graha Satya Praja (GSP), Sukoharjo, Rabu (9/9/2026).
Menurut Eko, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga agar seluruh tahapan Pilkades berjalan aman, tertib, demokratis, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Perbedaan pilihan, kata dia, merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus disikapi secara dewasa.
Pemerintah Kabupaten Sukoharjo berharap pelaksanaan Pilkades serentak dapat menjadi momentum memperkuat partisipasi masyarakat dalam menentukan kepemimpinan desa. Kepala desa yang terpilih nantinya diharapkan mampu menjalankan amanah masyarakat serta mendorong pembangunan dan pelayanan publik di tingkat desa.
Selain menggunakan hak pilih, masyarakat juga diharapkan ikut menjaga suasana kondusif selama seluruh rangkaian Pilkades. Kontestasi politik di tingkat desa diharapkan tidak berkembang menjadi konflik sosial maupun memutus hubungan antarwarga.
Dengan persiapan dari sisi regulasi, anggaran, dan efektivitas penyelenggaraan, Pemkab Sukoharjo mendorong seluruh pihak yang terlibat untuk menjalankan tugas secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab.
Pilkades bukan sekadar memilih kepala desa, tetapi menjadi bagian penting dari proses demokrasi yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. Karena itu, partisipasi warga, kedewasaan dalam berbeda pilihan, serta komitmen menjaga persatuan menjadi kunci agar Pilkades serentak di 126 desa Sukoharjo berlangsung aman dan bermartabat.
Perkembangan Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang ditelan dalam kasus koruptor – berdarah merah, menjadikan Jawa Tengah itu bukan lagi kandang merah* perlahan satu demi satu staf di Pemkab masih memegang peranan KKN akan digilas kembali, begitu juga Kabupaten yang terdampak KKN disekitar soloraya.
#titik: Kominfo, Pendidikan, Kesehatan lainnya masih dalam nama-nama terangkum disembunyikan beberapa kabupaten ditingkat SEKDA dan Pemkab yang notabennya berandil korupsi berantai.”tegasnya.”
Menunggu pencidukan kembali Kabupaten di Soloraya beli beli dari kasus lama bupati, dan staf-staf sekitarnya itu masih berbau busuk “pendusta kepentingan” data kami pegang semua, kutipan dibalik jeruji paras pengutil tertangkap korupsi sektor di Jawa Tengah.
masih juga Kejari, Kejati tingkat nasional bermain pak/ibu kepada wartawan, “tolong media jangan mau dibungkam segenggam beras apalagi mutu keadilan Pers adalah pembuka tabir catatan para malaikat itu Pak/Bu” bantu ungkap saya (Tersangka dibalik jeruji). Adapun untuk tidak melempem dengan hukum yang berlaku di NKRI.
Beberapa PLT, jadi lebih peduli terhadap semua Kesejahteraan Rakyat Indonesia.
*Menanti 15 Desember 2026, Hukuman Mati Koruptor Terus TEGAK‼️”
(Kasus Lama BUPATI WALAUPUN TELAH BERHENTI PERSIDANGAN DAN PENSIUN SERTA JADI DI DPR RI, SERET SEMUA TANPA TEBANG PILIH DITUTUPI MEDIA BERBASIS DEWAN PERS ‘belum tentu oknum oknum tak BERMAIN pengalihan narasi dsbnya, mutu tranparan murni yang jadikan kekuatan ilmu Allah SWT itu tinggi diatas ketetapan RI)
serentak RAKYAT CERDAS UNTUK INDONESIA SEJAHTERA, BUKAN UNTUK KORUPTOR DIPERTAHANKAN NEGERI DIJAJAH PEMIMPIN NOT BENAR peduli terhadap semua kalangan Warga Negara Indonesia*
Redaksi | 9 September 2026
























