Poktan Tompeyan Berseri: Penopang Ketahanan Pangan Dan Upaya Pembebasan Stunting

Picsart 24 07 06 08 48 06 932

Poktan Tompeyan Berseri: Penopang Ketahanan Pangan Dan Upaya Pembebasan Stunting

JST-NEWS.COM.| YOGYAKARTA

Picsart 24 07 06 08 53 03 552

Kelompok Tani Tompeyan Berseri Jl. Tompeyan Rw.01 Kelurahan Tegalrejo Kota Yogyakarta Sabtu pagi, 06/07/2024 kembali melakukan kegiatan panen sayur sayuran kangkung dan bayam untuk menjadi komsumsi gratis bagi warga masyarakat sekitar Poktan Tani Tompeyan. Eksistensi Poktan Tompeyan Berseri sejak berdirinya tahun 2017 hingga saat ini memiliki kesolidan kepengurusan dikarenakan hobi dasar bercocok tani yang dimiliki masing masing pengurus sehingga dengan senang hati memberikan tenaga, waktu dan bahkan biaya operasional di awal untuk penyiapan lokasi, pengadaan bibit, penyiraman, dan perawatan lahan sampai panen untuk bisa dibagikan secara gratis ke warga sekitar dimana awalnya dimaksudkan untuk penurunan ataupun menghilangkan stunting di wilayahnya,” terang Tri Mulyono Ketua Poktan Tompeyan Berseri

Silvanus sekretaris Poktan Tompeyan Berseri sekaligus takmir Masjid di Tompeyan menjadi ujung tombak yang selalu rela merawat dan ngopeni lahan dari awal pembersihan dan pengolahan tanah baik dari penggemburan tanah, pencampuran dolomit, pembibitan, pemupukan kotoran kambing.

Sugimin selaku bendahara dengan kebersamaan tim Poktan Tompeyan Berseri berhasil meraih beberapa penghargaan dengan nilai uang yang lumayan untuk bisa memajukan Poktan Tompeyan Berseri. Selain bercocok tanam sayuran sebagai brainding ada pula pohon buah buahan, perikanan lele, alat pencacahan sampah organik, juga tanaman secara hidroponik.

Penyuluh Pertanian Lapangan ( PPL ) Yudi Rizaldi yang turut hadir di agenda panen menyampaikan ke media Poktan Tompeyan Berseri merupakan salah satu kelompok tani yang konsisten dan sesuai kiprah program pangan lestari, yang menyediakan kebutuhan pangan keluarga untuk ketahanan pangan.

    Picsart 24 07 06 10 36 25 400

Pemanen selain dibagikan secara gratis juga sering mengundang poktan lain ataupun semua pihak yang ingin ngangsu kawruh ( menimba ilmu ) sekaligus melihat dan ikut memanen, mengikat hasil panen sebelum dibagi, mencangkul lahan kembali sambil dicampur dolomit, menanami kembali dan memupuk dengan kotoran kambing yang telah diproses sendiri.

Journalist Social Them - Your Share Media Social Acsess Online Integrity Network

You cannot copy content of this page