Silaturahmi Dan Buka Puasa Bersama Ramadan 1447 H Dalam Tausyiah As-syeckh Muhammad Abdurahman
TANGSEL — Suasana Ramadan yang sarat keberkahan terasa begitu kental dalam kegiatan Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Habib Idrus Salim Aljufri, Lc., MBA. (12/3)
Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan penuh makna bagi para jamaah untuk mempererat tali persaudaraan, memperdalam nilai keimanan, sekaligus menjemput keberkahan di bulan suci yang dinanti umat Muslim di seluruh dunia.
Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari jajaran panitia, yang menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan silaturahmi ini.
Dalam sambutannya, panitia menegaskan bahwa momentum Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga saat terbaik untuk memperkuat ukhuwah, memperluas kepedulian sosial, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Suasana kemudian semakin khidmat ketika ayat-ayat suci Al-Qur’an dilantunkan.
Lantunan kalam Ilahi yang menggema di tengah majelis menghadirkan ketenangan dan mengingatkan para hadirin akan kemuliaan Ramadan sebagai bulan turunnya Al-Qur’an, bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka.
Memasuki sesi tausiah, Syekh Muhammad Abdurahman menyampaikan pesan-pesan spiritual yang menggugah hati.
Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya menjaga silaturahmi sebagai pintu turunnya rahmat Allah SWT.
sebagai bekal keilmuan : memperkuat jalinan kasih antar sesama di beberapa negara-negara, beliau mengutamakan rindunya bersama mengkaji dan mendalami negeri Palestine & Indonesia tentang sistem perlahan meretas kesejahteraan sejati Islam tentang kepastian adil, mumpuni, terus berjuang di suhada-suhada tabi’in yang mencari upaya kemakmuran rakyat di wilayah masing-masing pada hidup adalah perjuangan – mengalami hal yang benar-benar amanah.
Ramadan, menurutnya, adalah momentum emas bagi umat Islam untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal ibadah, serta memperkuat kepedulian terhadap sesama.
Selanjutnya, Habib Idrus Salim Aljufri, Lc., MBA. menyampaikan sambutan yang penuh makna dan pesan kebijaksanaan.
Beliau mengajak seluruh jamaah menjadikan Ramadan sebagai ruang introspeksi diri, memperkuat persatuan umat, serta menanamkan nilai keikhlasan dalam setiap amal. Menurutnya, kebersamaan dalam majelis silaturahmi seperti ini merupakan salah satu bentuk nikmat yang patut disyukuri karena mampu mempererat ikatan hati di antara sesama umat.
Menjelang waktu Magrib, kebersamaan mencapai puncaknya ketika para jamaah melaksanakan buka puasa bersama.
Hidangan yang tersaji bukan sekadar santapan berbuka, melainkan simbol persaudaraan yang menyatukan hati dalam suasana penuh kehangatan dan rasa syukur.
Setelah itu, seluruh hadirin melaksanakan salat Magrib berjamaah, menutup rangkaian kegiatan dengan kekhusyukan dan doa bersama agar Ramadan tahun ini membawa keberkahan, kedamaian, serta kebaikan bagi seluruh umat.
Kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama ini menjadi cerminan indahnya Ramadan — bulan yang tidak hanya menghadirkan ibadah, tetapi juga menumbuhkan semangat persaudaraan, kebersamaan, dan kasih sayang di tengah kehidupan bermasyarakat.
Ramadan pun kembali mengajarkan bahwa keberkahan terbesar lahir dari hati yang saling terhubung dalam iman dan silaturahmi.
Redaksi | 12 Maret 2026
























