Menteri LH Dorong Percepatan Rehabilitasi Mangrove, Sebut 30 Persen Kawasan Nasional Mengalami Kerusakan
JST-NEWS| BREBES
Upaya pemulihan ekosistem pesisir terus didorong pemerintah. Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, mengajak seluruh elemen masyarakat mempercepat rehabilitasi hutan mangrove menyusul masih tingginya tingkat kerusakan kawasan tersebut di Indonesia.
Ajakan itu disampaikan saat menghadiri kegiatan penanaman sekitar 2.000 bibit mangrove di Pantai Randusanga, Kabupaten Brebes, Jumat (3/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti jajaran pemerintah daerah, akademisi, relawan, serta berbagai unsur masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Jumhur mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki sekitar 3,4 juta hektare kawasan mangrove. Namun, sekitar 30 persen atau kurang lebih 770 ribu hektare di antaranya berada dalam kondisi rusak dan memerlukan rehabilitasi secara berkelanjutan.
Menurutnya, pemulihan mangrove tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat.
“Mangrove merupakan benteng alami yang mampu melindungi wilayah pesisir dari ancaman abrasi sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem. Karena itu, gerakan rehabilitasi harus menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tingginya ancaman abrasi di kawasan Pantai Utara Jawa. Sembari menunggu pembangunan Giant Sea Wall yang masih dalam tahap persiapan, penanaman mangrove dinilai menjadi langkah nyata yang dapat segera dilakukan untuk mengurangi dampak kerusakan garis pantai.
Selain rehabilitasi mangrove, Kementerian Lingkungan Hidup juga tengah menyiapkan regulasi water farming. Kebijakan tersebut akan mendorong para pengguna air tanah dalam skala besar untuk melakukan pengisian kembali cadangan air tanah melalui pembangunan biopori dan penanaman pohon, guna mengurangi risiko penurunan muka tanah (land subsidence) yang turut memperburuk kondisi wilayah pesisir.
Sementara itu, Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said, mengatakan kegiatan penanaman mangrove tersebut bertepatan dengan peringatan Dies Natalis pertama kampus. Kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap program penanaman dua miliar pohon serta gerakan Mageri Segoro yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Menurut Sudirman, gerakan pelestarian lingkungan menjadi ruang kolaborasi yang mampu menyatukan berbagai kalangan tanpa memandang latar belakang.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Brebes menegaskan komitmennya untuk terus memperluas rehabilitasi mangrove, khususnya di wilayah-wilayah yang mengalami abrasi. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat diharapkan dapat terus berlanjut sehingga upaya menjaga kawasan pesisir berlangsung secara berkesinambungan.
Kegiatan ditutup dengan penanaman mangrove secara simbolis oleh Menteri Lingkungan Hidup, Rektor Universitas Harkat Negeri, Wakil Bupati Brebes, serta jajaran Forkopimda. Ribuan bibit yang ditanam di sepanjang Pantai Randusanga diharapkan menjadi langkah awal memperkuat perlindungan kawasan pesisir sekaligus memulihkan ekosistem mangrove di wilayah tersebut.
























