WRC DIY Optimistis Pemimpin Bangsa Berintegritas Lahir dari MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak
Yogyakarta – Watch Relation Of Corruption (WRC) DIY meyakini bahwa pembentukan karakter antikorupsi sejak usia pelajar merupakan fondasi penting dalam melahirkan pemimpin bangsa yang jujur, berintegritas, dan bertanggung jawab.

Melalui pendidikan karakter yang ditanamkan secara konsisten, WRC DIY berharap lahir generasi penerus yang mampu membawa Indonesia menuju tata kelola yang bersih dan bebas dari korupsi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Seminar Anti Korupsi bertajuk “Menguliti Budaya Normalisasi Korupsi Kecil di Sekitar Kita” yang digelar di Ruang Partisi MA Ali Maksum Utara, Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan ini diikuti para santri Kelas X Asrama Putri (Aspuri) MA Ali Maksum dengan menghadirkan Koordinator Wilayah WRC DIY, K. Herman Setiawan, dan Sekretaris WRC DIY, N.S. Sukirman.
Dalam pemaparannya, N.S. Sukirman menjelaskan bahwa korupsi tidak selalu berawal dari penyalahgunaan anggaran dalam jumlah besar. Justru, berbagai perilaku yang sering dianggap sepele seperti mencontek saat ujian, titip absen, memalsukan tanda tangan, menggunakan uang kas untuk kepentingan pribadi, hingga mencari perlakuan istimewa melalui “orang dalam” merupakan bibit-bibit korupsi yang harus dicegah sejak dini.
“Jika perilaku-perilaku tersebut terus dianggap biasa, maka akan membentuk karakter yang permisif terhadap korupsi. Karena itu, budaya jujur harus mulai dibangun dari lingkungan sekolah dan kehidupan sehari-hari,” ujar Sukirman.
Sementara itu, K. Herman Setiawan menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga harus diawali dengan pendidikan karakter yang kuat.
Menurutnya, nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, keberanian menyampaikan kebenaran, serta menjaga amanah merupakan bekal utama bagi generasi muda untuk menjadi pemimpin yang berintegritas.
“WRC DIY berharap dari lingkungan Asrama Putri MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak akan lahir calon-calon pemimpin bangsa yang menjunjung tinggi integritas, memiliki keberanian menolak segala bentuk korupsi, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” kata Herman.
Ia juga mengajak seluruh peserta seminar untuk menjadi agen perubahan dengan memulai dari diri sendiri. Menurutnya, menolak segala bentuk kecurangan, menjaga kepercayaan, serta saling mengingatkan dalam kebaikan merupakan langkah sederhana yang akan memberikan dampak besar bagi masa depan bangsa.
Seminar berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Berbagai pertanyaan dan diskusi berkembang mengenai bentuk-bentuk korupsi yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari serta peran generasi muda dalam mencegahnya.
Melalui kegiatan ini, WRC DIY berharap semangat antikorupsi tidak berhenti di ruang seminar, tetapi menjadi budaya yang terus tumbuh di lingkungan pesantren, sekolah, keluarga, dan masyarakat. WRC DIY meyakini bahwa pemimpin yang bersih lahir dari karakter yang dibentuk sejak dini, dan perubahan besar selalu diawali dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Redaksi | 9 Juli 2026
























