Haul ke-21 Guru Besar Almaghfurlah KH. Nurdin bin KH. Sikun: Menyambung Sanad Ilmu, Merawat Adab, Mengharap Barokah
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Bismillāhirraḥmānirraḥīm
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman.
Kabupaten Tangerang, Indonesia JST NEWS – Majlis Ta’lim Nurul Iman Kampung Betong, Desa Gandaria, Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang, akan menyelenggarakan Haul ke-21 Guru Besar Almaghfurlah KH. Nurdin bin KH. Sikun pada Sabtu, 25 Juli 2026, pukul 20.00 WIB hingga selesai, bertempat di Majlis Ta’lim Nurul Iman, Kampung Betong, Desa Gandaria. Rabu (22/7/2026)
Peringatan haul merupakan tradisi mulia dalam Islam sebagai wujud penghormatan kepada ulama pewaris risalah Nabi Muhammad SAW. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang mengenang wafatnya seorang alim, tetapi juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, menyambung sanad keilmuan, merawat adab, serta meneladani perjuangan dakwah yang telah diwariskan kepada umat.
Semasa hidupnya, Almaghfurlah KH. Nurdin bin KH. Sikun dikenal sebagai sosok guru besar yang istiqamah dalam berdakwah, membina akhlak, serta menanamkan nilai-nilai keislaman kepada masyarakat. Keteladanan beliau terus hidup melalui para santri, santriwati, keluarga, dan masyarakat yang hingga kini masih merasakan manfaat dari ilmu, nasihat, dan bimbingannya.
Rangkaian kegiatan haul akan diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tahlil, doa bersama, shalawat, serta mauizah hasanah yang akan disampaikan oleh KH. Munawar Halili. Kegiatan ini diharapkan menjadi majelis yang dipenuhi rahmat Allah SWT sekaligus memperkuat semangat mencintai ulama dan menjaga warisan keilmuan Islam.
Ust. Syafiullah, Pengurus Majlis Ta’lim Nurul Iman Kampung Betong, Desa Gandaria, menyampaikan bahwa haul merupakan momentum untuk memperkuat hubungan spiritual antara murid dan guru.
“Haul Guru Besar Almaghfurlah KH. Nurdin bin KH. Sikun bukan sekadar mengenang hari wafat beliau, melainkan menyambung sanad keilmuan, merawat adab, dan menjaga keberkahan yang telah diwariskan kepada para santri dan santriwati. Seorang guru sejati mungkin telah kembali ke hadirat Allah SWT, namun ilmu, akhlak, dan keteladanannya akan terus hidup di hati murid-muridnya. Kami mengajak seluruh kaum muslimin untuk hadir, bermunajat, dan bersama-sama mendoakan beliau agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadahnya serta menjadikan kita penerus perjuangan dakwah yang istiqamah,” ujar Ust. Syafiullah.
Beliau juga mengingatkan pesan yang hingga kini terus menjadi pegangan para murid.
“Kamu boleh ragu dengan dirimu, tapi tidak dengan barokah gurumu.”
Menurutnya, pesan tersebut mengajarkan bahwa keberhasilan seorang penuntut ilmu lahir dari adab kepada guru, keikhlasan, tawadhu’, dan keyakinan terhadap keberkahan ilmu yang diwariskan.
Sementara itu, H. Nursaman, S.Pd.I., mewakili Keluarga Besar Nurul Falah Rawawaluh, Kampung Rawawaluh, Desa Gandaria, menuturkan bahwa sosok Almaghfurlah KH. Nurdin merupakan teladan yang tidak hanya dihormati sebagai ulama, tetapi juga sebagai orang tua spiritual bagi banyak keluarga dan masyarakat.
“Bagi kami sekeluarga, Almaghfurlah Guru Besar KH. Nurdin bin KH. Sikun bukan hanya seorang ulama yang dihormati, tetapi juga orang tua spiritual yang telah memberikan teladan tentang keikhlasan, kesederhanaan, dan kecintaan terhadap ilmu agama. Nilai-nilai kehidupan yang beliau ajarkan menjadi warisan yang tidak ternilai bagi keluarga, santri, dan masyarakat. Semoga seluruh amal jariah beliau diterima Allah SWT dan ilmu yang beliau wariskan terus menjadi cahaya bagi generasi penerus,” ungkap H. Nursaman.
Allah SWT berfirman:
يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
Yarfa’illāhul-lażīna āmanū minkum wallażīna ūtul-’ilma darajāt.
“Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”
(QS. Al-Mujadilah: 11).
Rasulullah SAW juga bersabda:
إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang senantiasa mendoakannya.” (HR. Muslim).
Penyelenggaraan Haul ke-21 ini mendapat dukungan penuh dari Keluarga Besar H. Nursaman, S.Pd.I., Nurul Falah Rawawaluh, bersama para tokoh agama, santri, santriwati, dan masyarakat yang bergotong royong menyukseskan kegiatan sebagai bentuk penghormatan kepada seorang guru yang telah mengabdikan hidupnya demi agama dan umat.
Majlis Ta’lim Nurul Iman mengundang seluruh kaum muslimin untuk menghadiri majelis yang penuh keberkahan ini, memperbanyak doa, dzikir, dan shalawat, serta bersama-sama mengirimkan doa terbaik bagi Almaghfurlah Guru Besar KH. Nurdin bin KH. Sikun.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ
Rabbanaghfir lanā wa li-ikhwāninallażīna sabaqūnā bil-īmān.
“Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah lebih dahulu beriman.” (QS. Al-Hasyr: 10).
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah Almaghfurlah KH. Nurdin bin KH. Sikun, melapangkan alam kuburnya, meninggikan derajatnya di sisi-Nya, serta menjadikan ilmu dan keteladanan beliau sebagai amal jariah yang terus mengalir dan menerangi generasi-generasi penerus.
رَحِمَهُ اللّٰهُ رَحْمَةً وَاسِعَةً وَأَسْكَنَهُ فَسِيحَ جَنَّاتِهِ
“Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat yang luas kepadanya dan menempatkannya di dalam surga-Nya yang paling lapang.”
آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
Imron Rosadi, C.BJ (Bocah Angon)- Redaksi
























