Petilasan Gunung Giri : Dalam Rangka Halal Bi Halal, Mengangkat Jalinan Kasih Mulyo Ragam Etos Manusia Budoyo Leluhur – Manunggaling Kawula Gusti Terhadap Alam Semesta Menuju Ketauhidan Muhasabah Mahabbah Dengan Kanjeng Nabi Muhammad SAW “Mencapai Keridhoan-Nya” Seloso Kliwonan, Kabupaten Wonogiri – Jawa Tengah
JST-NEWS.COM – Petilasan Gunung Giri : Dalam Rangka Halal Bi Halal, Mengangkat Jalinan Kasih Mulyo Ragam Etos Manusia Budoyo Leluhur – Manunggaling Kawula Gusti Terhadap Alam Semesta Menuju Ketauhidan Muhasabah Mahabbah Dengan Kanjeng Nabi Muhammad SAW “Mencapai Keridhoan-Nya”©Red/2024/4/22, Wonogiri – Jawa Tengah.

Hidup manusia menghidupkan kembali cikal bakal wujud bil wujud antar satu dengan yang lain nya, berharap menjadi sebuah penentu sifat ta’aruf lillah dan mengenal diri-Nya akan keesaan terhadap seluruh alam semesta-Nya diciptakan berdasarkan momentum di bumi dan langit karena dibenak sanubari tersimpan lisan, pikiran, serta hati ( hablumminanass wa’habluminalloh).***

dalam satu inspirasi nya pun tersirat ,; “man arofah nafsah faqod arofah robbah”
dari kecil, menuju perangkuman dasar jadi muasal kita semua diciptakan dari mana, akan kemana sampai menemukan titik nol karena sebuah tujuan.
manusia di otentikasi sebagai mahluk sosial, menempuh risalah jejak para rasul, waliyullah, leluhur, sampai derajat tertumpu hingga titik terang dunia dan akhirat penopang kunci ikhtiar memekanisme arti Istiqomah terhadap apa yang diberikan di kaji rasa, hak dan kewajiban terealisasi beramaliyah secara mengenal dirinya sebelum mengulas situasi, keadaan, kedepan demi masa depan cemerlang meraih asa mulia.

malam selasa kliwon, dihitung secara makna tanah Jawi berarti “Hari Anggoro Kasih” halal bi halal ini, memaparkan keragaman panorama hutan belantara milik perhutani. menjadi lebih tepat, dihidupkan oleh berbagai cara konseptual tesis edukasi sejalan terhadap apa yang diberikan, dikerjakan, membentuk iman dan taqwa.
meratapi masa depan, akankah masih ada ditengah kesibukan dunia. Ada atau tidak tetap teguh berpedoman di kitab terdahulu sampai sekarang terlampir keistimewaan cara pandang secara cermat, baik dan benar (regenerasi muda-mudi tetapkan simpuhan menanti jiwa agar terhubung langsung pada ‘nur wa’ala nurr’.
Toleransi seksama umat beragama dan kepercayaan/keyakinan hakekatnya tertuju atas-Nya.

pembina maqom dipetilasan alas ketu setempat, dibuka oleh dewan pembina yaitu ; H.Hartono kontribusi menjaga penjelasan guyub, adem rukun selalu tentram ikut andil pemurnian manusia.
Demikian berita mendidik citra bangsa dan negara di-Indonesia ini, mempublikasikan informasi yang aktual, baik dan benar untuk kehidupan masyarakat umum disekitar. Agar dapat menjalankan semua aktifitas tetap sejalan oleh seluruh jajaran kecil, menengah, hingga tingkat besar pun dapat seragam seirama dalam memperoleh imtaq memuliakan manusia seksama menopang kerukunan antar umat beragama di Indonesia secara tepat maju sederhana rasa antar jiwa-jiwa tenang menghidupkan nilai akhlukul karimah.
Reportnews©sumberinfo@dwiandri2024/4/23/Jawa Tengah
