Oasis di Tengah Kemarau Integritas Sebuah Janji dari Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi”

IMG 20250409 WA0041

Oasis di Tengah Kemarau Integritas Sebuah Janji dari Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi”

Loading

JSTNEWS COM – Tanggamus. Seperti tetesan embun di pagi hari yang lama dinanti, pernyataan Bupati terpilih Kabupaten Tanggamus, H. Moh. Saleh Asnawi, pada momentum Halal Bihalal 9 Syawal 1446 H menjadi oase yang menyegarkan di tengah dahaga panjang akan keadilan, kejujuran, dan pemerintahan yang bersih.

Dengan penuh keyakinan, sosok yang dikenal dengan sapaan akrab “Pak Haji” ini mengumandangkan sebuah ikrar, nyaring dan tajam menembus kabut keraguan: “Tidak ada lagi permainan uang dalam segala segi aspek pembangunan di Tanggamus.”

Disampaikan langsung di rumah dinas bupati, Selasa (08/04/25), di hadapan para tokoh masyarakat, pejabat publik, insan pers, dan para undangan, kalimat itu membelah ruang seperti halilintar kebenaran yang selama ini dinanti. Apakah ini sekadar retorika pasca kemenangan? Ataukah ini tonggak sejarah perubahan yang akan tercatat dalam tinta emas?

Pertanyaan-pertanyaan itu bergulir cepat. Namun yang jelas, atmosfer ruangan saat itu terasa berbeda—ada harapan, ada keteguhan, dan yang paling penting: ada nyali untuk membenahi.

“Saya akan budayakan mulai hari ini. Tidak ada lagi permainan uang. Mau jadi guru, kepala sekolah, pindah jabatan, atau urusan proyek—semua itu tidak boleh pakai uang. Haram hukumnya di Tanggamus,” tegasnya dengan nada suara yang tak meninggalkan ruang untuk penafsiran lain.

Ucapan itu pun dengan cepat menembus batas ruang dan waktu. Viral di media sosial. Ramai diperbincangkan di warung kopi, grup WhatsApp, hingga ruang-ruang redaksi. Apakah ini permulaan dari babak baru Tanggamus? Sebuah era “jalan lurus” seperti yang diusung dalam slogan kemenangannya?

Di tengah sorotan terhadap isu lama yang masih menghantui—seperti “setoran 20%” dalam proyek pembangunan—janji ini seperti tamparan halus namun keras kepada para oknum yang menjadikan jabatan sebagai ladang kepentingan pribadi.

Masyarakat menanti, dan media mencatat. Waktu akan menjadi saksi: apakah perubahan ini benar-benar dilaksanakan atau hanya menjadi bait-bait indah yang terlupakan?

Namun satu hal yang pasti, rakyat Tanggamus kini punya alasan untuk percaya. Bahwa perjuangan mereka dalam memilih bukanlah langkah sia-sia. Bahwa pemimpin yang mereka pilih benar-benar datang sebagai penyejuk di musim panas yang menyengat.

Di tengah derasnya arus informasi, media punya peran vital: bukan sekadar mencatat janji, tetapi memastikan bahwa setiap janji tak hilang ditelan waktu. Bahwa suara rakyat terus sampai ke telinga pemimpin. Bahwa pemerintahan tak berjalan sendiri dalam ruang hampa, melainkan dalam pengawasan mata dan pena yang tajam namun adil.

Dan hari itu, di rumah dinas Bupati, sebuah babak baru dituliskan.

Sebuah kalimat sederhana yang mungkin akan menjadi penentu arah Tanggamus lima tahun ke depan.

Sebuah oase yang, semoga, bukan fatamorgana. ( Kurdi/ APPI)

Journalist Social Them - Your Share Media Social Acsess Online Integrity Network

You cannot copy content of this page