Studi Tiru KORMI Kota Yogyakarta Ke KORMI DKI Jakarta, Dunia Olahraga Budaya Wajib Tau
![]()
JST-NEWS.COM | JAKARTA
Kontingen Komite Olahraga Masyarakat Indonesia ( KORMI ) Kota Yogyakarta yang dikomandani Dra. Rr. Septi Sri Rejeki ( Ketua Umum ), bersama jajaran Sri Arika Wahyuningsih, SIP ( Sekretaris Umum ), Ernanto
Rahardjo, S.H. ( Wakil Sekretaris Umum ), Krisnawati, SIP ( Bendahara umum), Dwi Astuti, A.Md. ( Kabid Kerjasama dan Usaha ), V. Rustiani ( Kabid Organisasi Massal ), Drs. Nuri Hartana M. Syarif ( Kabid Olahraga Tradisional, K. Herman Setiawan ( Kabid Humas dan Informasi ) hadir dalam ketugasan organisasi KORMI Kota Yogyakarta dalam rangka studi Tiru ke KORMI Provinsi DKI Jakarta yang berlangsung Jumat, 18/04/2025 di
Aula Indra Hasan 18 April 2025 Jl. Bina Tirta I No. 11 RT. 007 RW. 011 Jaticempaka Pondok Gede, Jakarta Timur.

Kontingen Kota Yogyakarta mendapatkan sambutan luarbiasa langsung oleh Ketua Umum KORMI DKI Jakarta H.Burhanuddin, MM Ketua KORMI DKI Jakarta lengkap dengan jajaran pengurus dan wilayah sekitarnya.
Burhanuddin menyambut hangat kontingen KORMI Kota Yogyakarta dalam ketugasan organisasi studi Tiru ke KORMI DKI Jakarta bertepatan agenda rapat pleno KORMI Provinsi DKI Jakarta. Ketua KORMI DKI juga memperkenalkan jajaran fungsionaris KORMI yang ada di Provinsi DKI Jakarta dan wilayah sekitarnya yang mendukung berjalannya kepengurusan KORMI DKI Jakarta.
Septi Sri Rejeki menyampaikan maksud dan tujuan KORMI Kota Yogyakarta terkait persamaan maupun perbedaan kondisi organisasi KORMI yang ada di DKI Jakarta berkaitan dengan kepengurusan, pembiayaan organisasi, kolaborasi KORMI dengan lintas organ baik Pemerintah, OPD maupun swasta. Juga dipaparkan berbagai kegiatan yang telah dilakukan oleh KORMI Jogjakarta sebagai upaya pengakuan publik terhadap keberadaan KORMI Jogjakarta baik di internal OPD maupun masyarakat kota Yogyakarta dalam upaya mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga tradisional dan olahraga massal dalam upaya menyiapkan bibit bibit unggul dalam bidang olahraga yang selanjutnya akan dibina melalui KONI, cakupan KORMI Jogja juga menaungi sepuluh induk organisasi yang menjadi bagian KORMI Kota Jogjakarta,” tutup Septi
Bendahara umum KORMI DKI Jakarta Sunardi, S.Pd., M.M., M. Han menyampaikan sejarah lahir dan perjalanan KORMI dari waktu ke waktu hingga saat ini tercatat 94 induk organisasi yang bernaung di KORMI pusat melebihi yang ada di KONI pusat, sehingga begitu besar peran KORMI dalam ketugasannya meningkatkan budaya olahraga di masyarakat, meningkatkan kapasitas, sinergitas, dan produktivitas olahraga prestasi nasional, memajukan perekonomian nasional berbasis olahraga. Selanjutnya Desain Besar Olahraga Nasional ( DBON ) juga berfungsi memberikan pedoman bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah dan kabupaten kota, inorga, dunia usaha dan industri, akademisi, media, dan masyarakat dalam penyelenggaraan keolahragaan Nasional hingga berjalan secara efektif, efisien, unggul, terukur, akuntabel, sistematis dan berkelanjutan.
Penyelarasan tipikal pengganggaran dari sumber hibah dari masing masing wilayah menjadi sharing menarik, diharapkan dari pihak KORMI Jogja melalui adanya PerGub, Perwal atau Perbup bisa mengakses dana keistimewaan sehingga makin memajukan KORMI yang ada di wilayah DIY, Kota dan Kabupaten, sedang kondisi di DKI Jakarta murni dari hibah APBD DKI Jakarta sedang dari wilayah sekitar melalui Dinas Pemuda dan Olahraga masing-masing wilayah. Pemberian apresiasi apresiasi juga menjadi bahasan bersama untuk para juara olahraga budaya tradisional termasuk pola sistem pelaporan penyelesaian dari dana dana yang telah dikerjakan melalui paparan di depan DPRD DKI Jakarta dengan gambaran kegiatan KORMI DKI Jakarta dampak yang ditimbulkan atas kegiatan yang dikerjakan KORMI DKI Jakarta. Komitmen pengurus KORMI dalam menjalankan setiap kegiatan yang telah dianggarkan dan meng SPJ kan dengan benar sesuai aturan berlaku yang tentunya berkoordinasi dengan KPK dan Inspektorat. KORMI DKI Jakarta juga mengembangkan kreasi tarian murni dari pengurus dan inorga untuk ditawarkan kepada kepala dinas untuk dijadikan kolaborasi bersama.
