Satpol PP Masuk Finalis Sinetron: Season Terakhir, Spanduk Dipasang, Ending Warga Bahagia?

IMG 20250612 WA0052

Satpol PP Masuk Finalis Sinetron: Season Terakhir, Spanduk Dipasang, Ending Warga Bahagia?

Loading

TANGERANG, JSTNews — Dengan penuh rasa haru, gembira, dan sedikit dorongan untuk nyanyi dangdut koplo, warga Kampung Kandang Gede, Desa Bakung, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya (dan setulus-tulusnya) kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang. Kamis (12/6/2025)

Setelah sekian lama hidup berdampingan dengan truk tanah yang lebih rajin dari petugas ronda, dan beko yang suaranya bisa bangunin ayam tetangga, akhirnya… galian liar ditutup juga!

IMG 20250611 WA0090

Sehari sebelumnya, Rabu (11/6/2025), warga memasang spanduk penolakan. Bukan spanduk biasa, ini ukurannya bisa kebaca dari Google Maps — isinya tegas: “Yang mau gali, mending gali rasa bersalah aja dulu, jangan gali tanah kami!”

Kenapa? Karena, jujur aja nih Pak… Tiap hari jadi artis dadakan. Masuk headline media cetak, online, story WhatsApp tetangga, bahkan sempat trending di grup arisan.

Netizen udah hafal plat nomor truk, bukan plat nomor mantan.

“Saya mah cuma staf desa, gak usah ditulis nama. Tapi tiap hari disapa netizen: ‘Eh, itu galian kampung lo ya?’ Lama-lama bukan Kampung Kandang Gede, tapi Kampung Longsor Gede,”  ujar seorang staf desa yang tidak ingin disebut namanya, sambil tersenyum kecut.

Imron R. Sadewo, alias Bocah Angon, aktivis lingkungan dari DPP Ruang Jurnalis Nusantara, ikut bersuara:

“Kami acungi jempol (dan jempol jurig kalau ada) buat APH dan Satpol PP Pemkab Tangerang. Mereka udah mondar-mandir kayak kurir COD: datang, ngomong, himbau, orasi. Walau sering dianggap kayak suara pengajian di jam tidur siang — tetap semangat, gak nyerah!”

Syarifuddin, Dewan Pengawas DPP RJN, menyentil dengan gaya khasnya:

“Ini penutupan langkah awal yang oke. Tapi jangan sampai jadi ‘penutupan sinetron’: minggu ini tutup, minggu depan tayang ulang. Harus ada pengawasan konsisten, bukan pengawasan sesekali kayak mantau story mantan waktu lagi bosan.”

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dan media sebagai pagar moral agar bumi tak terus dikikis hanya demi cuan sepihak.

Kini warga berharap:

Truk gak lewat lagi, kecuali truk tahu bulat.

Debu gak numpang nginap di jemuran warga.

Tanah kampung gak nyusut, kayak pulsa habis ketik REG.

Kalau masih ada yang nekat mau gali-gali lagi, warga dengan tulus menyarankan:

“Mending gali potensi diri aja dulu, jangan gali tanah orang. Itu bukan usaha, itu usaha cari masalah.” Tutup Bocah Angon

RED | TIM DPP RJN

Journalist Social Them - Your Share Media Social Acsess Online Integrity Network

You cannot copy content of this page