Walikota Yogyakarta Buka Pertemuan Refleksi Program Pengendalian Terpadu HIV Dan AIDS Di Kota Yogyakarta

Picsart 25 06 18 11 24 06 407

Walikota Yogyakarta Buka Pertemuan Refleksi Program Pengendalian Terpadu HIV Dan AIDS Di Kota Yogyakarta

Loading

JST-NEWS.COM | YOGYAKARTA

Picsart 25 06 18 11 59 57 488
Walikota Yogyakarta bersama Direktur CD Bethesda dan Kepala Dinkes Kota Yogyakarta

Direktur Unit Pengembangan Kesehatan Masyarakat (UPKM) atau Community Development (CD) Bethesda Yogyakarta Wahyu Priyo Saptono, S.Pd., MPD. menyampaikan pengantar kegiatan dan menginformasikan terkait visi UPKM/CD Bethesda YAKKUM yang dirumuskan dalam rencana strategis lembaga pada April 2021 yaitu “Menjadi lembaga yang unggul dalam mewujudkan sistem pelayanan kesehatan komprehensif berbasis potensi lokal, membuka aksesbilitas bagi kelompok rentan yang ldidukung sumber daya manusia yang kompeten, profesional dan sistem informasi lmanajemen yang memadai. Sedangkan Misi lUPKM/CD lBethesda adalah memberdayakan masyarakat dan komunitas agar mampu mengelola potensi yang dimiliki dan berkolaborasi dengan pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung terbangunnya sistem pelayanan kesehatan berkualitas, mewujudkan lembaga yang memiliki keunggulan kompetitif dalam pelayanan kesehatan primer berbasis masyarakat.
Visi dan Misi UPKM/CD Bethesda YAKKUM ini antara lain dikerjakan melalui Program Pengendalian Terpadu HIV dan AIDS di Kabupaten Belu dan Kota Yogyakarta.

Dampak yang diharapkan dari implementasi project tersebut yaitu adanya kontribusi untuk
terwujudnya program pencegahan terpadu infeksi baru HIV serta support untuk
meningkatkan kualitas kesehatan dan hidup ODHIV dan OHIDHA di Kabupaten Belu dan Kota Yogyakarta.

Program yang telah berjalan mulai Juli 2022 ini, sudah memasuki tahun ketiga atau tahun terakhir dari durasi Juli 2022 – Juni 2025. Selama pelaksanaan program,
berbagai praktik baik telah diperoleh, khususnya melalui keterlibatan Warga Peduli AIDS (WPA) dalam kegiatan sosialisasi, pendampingan, dan advokasi bagi komunitas
terdampak.

Sebagai bagian dari tahapan akhir program, pertemuan refleksi program ini
diselenggarakan untuk menampilkan hasil-hasil dan praktik baik yang telah dicapai serta memastikan keberlanjutan kegiatan yang telah dilakukan oleh WPA dengan dukungan dari
dana pemerintah kelurahan maupun swadaya masyarakat.

Pertemuan refleksi program ini penting dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas strategi yang telah diterapkan,
mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta berbagi pengalaman dan pembelajaran antar pemangku kepentingan.

Selain itu, pertemuan ini juga menjadi momen untuk
merumuskan langkah-langkah strategis guna memastikan keberlanjutan program setelah
periode implementasi berakhir.

Dengan adanya refleksi bersama, diharapkan terjadi penguatan kapasitas WPA dan jaringan dukungan komunitas dalam upaya pengendalian
HIV dan AIDS di masa mendatang.

Selain refleksi program, pertemuan ini juga dilengkapi dengan bazar komunitas
sebagai bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi WPA. Bazar ini berfungsi untuk
menampilkan hasil produksi WPA, seperti produk herbal, makanan olahan, dan produk
kreatif lainnya yang telah dikembangkan selama program berlangsung. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan eksposur produk komunitas, membuka peluang pemasaran yang lebih luas, serta memperkuat kemandirian ekonomi WPA.

Dengan adanya bazar ini, diharapkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, sektor swasta,
dan masyarakat luas, dapat semakin memperkuat keberlanjutan program serta
meningkatkan kesejahteraan anggota komunitas WPA dengan tujuan menampilkan praktik baik yang telah diperoleh selama pelaksanaan program, memastikan keberlanjutan kegiatan WPA dalam upaya pengendalian HIV dan AIDS di masing – masing desa/kelurahan, memfasilitasi bazar komunitas sebagai media pemasaran produk yang dibuat oleh WPA, meningkatkan komitmen pemangku kepentingan dalam mendukung keberlanjutan
program.

Picsart 25 06 18 11 55 33 520
Tinjauan Walikota ke Bazar UMKM binaan CD Bethesda

Dr. (H.C.) dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) Walikota Kota Yogyakarta membuka pertemuan refleksi program pengendalian terpadu HIV dan AIDS di Kota Yogyakarta memberikan apresiasi atas kepedulian UPKM CD Bethesda bersama semua komunitas di dalamnya dalam mengupayakan pengendalian HIV dan AIDS di Kota Yogyakarta. Butuh perhatian serius pengendaliannya di Kota Yogyakarta, stigma publik perlu terus dibangun agar penderita punya ketahanan hidup di lingkungan dengan dukungan wilayah. Harapan Walikota pelayanan kesehatan di Kota Yogyakarta terlayani dengan baik dan gratis di puskesmas bagi warga KTP kota, sedang KTP luarkota Yogyakarta memang masih dikenakan tarip sesuai ketentuan yang berlaku. SDM yang produktif di kota Yogyakarta sangat dibutuhkan mengingat itu menjadi modal utama kota Yogyakarta.
Hadir membersamai Walikota Yogyakarta Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta drg. Emma Rahmi Aryani, M.M.

Picsart 25 06 18 11 57 49 841
WPA, Lurah, Kebaya, Pita Merah, Media Kota Yogyakarta

Peserta yang turut hadir dalam pertemuan refleksi dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Lurah Kricak, Lurah Bener, Lurah Pringgokusuman, Lurah Sosromenduran, Lurah Suryodiningratan, Lurah Gedongkiwo, Lurah Warungboto, Lurah Giwangan, WPA Kricak, WPA Bener, WPA Pringgokusuman, WPA Sosromenduran, WPA Suryodiningratan, WPA Gedongkiwo, WPA Warungboto, WPA Giwangan, Puskesmas Tegalrejo, Puskesmas Gedongtengen, Puskesmas Umbulharjo, Puskesmas Mantrijeron, RSUD Kota Yogyakarta, RS Bethesda, Perkumpulan Pita Merah Jogja, Yayasan Kebaya Yogyakarta, Komunitas Tari, Wartawan, Staf UPKM/CD Bethesda YAKKUM

Journalist Social Them - Your Share Media Social Acsess Online Integrity Network

You cannot copy content of this page