Membersamai Pejuang Keadilan: Gema Semangat Advokat Tanggamus di Hari Selasa yang Bersejarah

IMG20250701180138 scaled

Membersamai Pejuang Keadilan: Gema Semangat Advokat Tanggamus di Hari Selasa yang Bersejarah

Loading

JSTNEWS COM – Tanggamus Tercatat sebagai hari bersejarah dalam lembaran perjalanan hukum di Kabupaten Tanggamus. Di tengah semangat yang menyala dan langit yang cerah, para advokat di daerah ini bersatu dalam satu irama perjuangan, mengukuhkan diri sebagai pilar keadilan dan kemanusiaan.Selasa, 1 Juli 2025.

Momentum ini bukan sekadar acara formalitas. Ia menggugah kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya keberanian, kejujuran, dan pengabdian dalam profesi hukum. Para advokat Tanggamus hadir bukan untuk dipuja, melainkan untuk membela mereka yang seringkali terpinggirkan oleh sistem dan kekuasaan.

Dalam sebuah diskusi santai menjelang malam, bertajuk “Membersamai Pejuang Keadilan: Advokat sebagai Pilar Demokrasi dan Kemanusiaan”, para peserta yang terdiri dari advokat senior, tokoh masyarakat, hingga warga biasa, berkumpul di pelataran sudut Pengadilan Negeri Tanggamus. Suasana akrab, namun sarat makna.

Salah satu momen yang paling menyita perhatian adalah orasi menyentuh dari advokat senior, Yalva Sabri, yang menegaskan bahwa profesi advokat adalah panggilan jiwa, bukan ladang komersial.

“Advokat bukan sekadar profesi, ini adalah jalan sunyi yang penuh ujian. Kami tidak menjual hukum, kami memperjuangkannya. Kami bukan membela demi uang, kami membela demi keadilan,” tegas Yalva, disambut tepuk tangan panjang dari peserta diskusi.

Di tengah sorotan tajam publik terhadap sistem peradilan yang dinilai masih menyimpan banyak celah, peran advokat sebagai penjaga keseimbangan menjadi sangat vital. Dalam diskusi yang berlangsung cair dan terbuka itu, berbagai pandangan kritis bermunculan, menguatkan makna kehadiran advokat sebagai penegak moral dalam demokrasi.

Roma Romanda, salah satu advokat muda Tanggamus, tampil dengan energi dan keyakinan. Ia menekankan bahwa keberanian seorang advokat bukan hanya ditunjukkan di ruang sidang, tetapi dalam keteguhannya menjaga prinsip dan integritas.

“Kami mungkin tidak punya senjata, tapi kami memiliki keberanian dan semangat untuk tegaknya supremasi hukum. Selama nyawa masih dikandung badan, kami akan terus berdiri di garis depan,” ucap Roma, penuh semangat.

Kegiatan ini juga menjadi wadah ekspresi bagi masyarakat pencari keadilan. Seorang warga bahkan tak kuasa menahan air mata saat menceritakan bagaimana seorang advokat membantunya mempertahankan hak-haknya yang nyaris hilang akibat ketidakadilan.

Firman Hidayat, salah satu advokat yang juga turut hadir, menyampaikan bahwa peran advokat bukan hanya hadir di ruang pengadilan, tetapi juga dalam kehidupan nyata rakyat kecil.

“Kami berdiri bersama rakyat, karena keadilan tidak bisa ditunda, apalagi dibeli,” ujar Firman.

Di akhir kegiatan, suasana semakin khidmat ketika majelis hakim mencabut score, pertanda persidangan kembali dibuka. Sebuah simbol bahwa perjuangan hukum dan keadilan akan terus berjalan.

Hari Selasa itu bukan sekadar tanggal dalam kalender. Ia menjadi saksi lahirnya kembali semangat kolektif para pejuang hukum di Tanggamus. Mereka bukan dewa, mereka juga manusia biasa. Tapi di dada mereka menyala semangat untuk terus berkata ( Kurdi)

Journalist Social Them - Your Share Media Social Acsess Online Integrity Network

You cannot copy content of this page