- Berita Terkini
- Daerah Khusus Jakarta
- Ekonomi
- Gaya Hidup
- Internasional
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Jawa Timur
- Kalimantan
- Karya Sastra
- Keagamaan
- Kebudayaan
- Lainnya
- Maluku
- Merauke
- Organisasi
- Papua Nugini
- Pemerintahan
- Pendidikan
- Plus News
- Sains Dan Teknologi
- Sosial
- Sulawesi
- Sumatera
- Tradisional
Demi Efisiensi Dakwah Pendidikan, @muhammadiyah dan @nahdlatululama Harus Berhenti Membangun “Kampus Baru” Ada apa iya?
![]()
JST-NEWS – Menyingkap Tahun 2012, di Lampung hanya ada universitas muhammadiyah lampung dan Universitas Metro Lampung.(5/1/2026)
Bergeser 2025, ada banyak sekali kampus Muhammadiyah dan NU didirikan. Setidaknya ada 3 Universitas Muhammadiyah baru, hasil merger / alih bentuk. Lalu muncul UNU dan ITS NU Lampung.
PTS lain pun bermunculan, di tanah penghasil lada dan kopi ini.
Dalam logika pembangunan, ekspansi yang tanpa kendali seringkali terjebak dalam diseconomies of scale.
Kita melihat fenomena menarik sekaligus mengkhawatirkan pada dua pilar bangsa, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).
Keduanya berlomba-lomba memperbanyak jumlah institusi fisik, namun saya kawatir mereka melupakan bahwa dalam industri pendidikan masa depan, yang dijual adalah standar mutu, bukan jumlah gedung.
Muhammadiyah, menurut data Majelis Diktilitbang per Januari 2024, telah memiliki 172 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA).
Sementara itu,
NU melalui LPTNU per Mei 2023 tercatat memiliki sekitar 274 Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU). Angka ini secara kuantitas sangat luar biasa, namun secara ekonomi, ada inefisiensi besar di sana.
📌Menyebar Mutu, Bukan Menyebar Biaya.
Membangun kampus baru dari nol adalah investasi padat modal yang berisiko tinggi.
Izin institusi baru berarti birokrasi baru, rektorat baru, dan biaya operasional yang membengkak.
Alih-alih mendirikan universitas baru, Muhammadiyah dan NU sebaiknya mencoba beralih ke skema Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU).
Jadi UMY, UMJ atau UNISBA bisa membuka prodi di penjuru Lampung. itu lebih efisien scr ekonomi. Mirip UT dan UPI yang punya banyak kampus diluar kampus utama.
📌Mengapa PSDKU?
Karena kita ingin melakukan “transplantasi keunggulan”. Kampus yang sudah mapan dan “berkemajuan” seperti UMY, UMJ, UNISBA harus menjadi jangkar.
Dengan PSDKU,
mereka membawa kurikulum yang sudah teruji, manajemen yang efisien, dan nama besar mereka ke pelosok daerah.
Ini adalah stimulus instan bagi kualitas pendidikan di daerah tersebut.
📌Kualitas adalah Marwah
Pesan ini juga sangat relevan untuk NU. Dengan jumlah kampus yang lebih banyak namun tersebar dengan standar yang sangat beragam, NU memiliki tantangan besar dalam standarisasi mutu. Jangan sampai semangat “satu kabupaten satu kampus NU” justru melahirkan kampus-kampus yang sulit bersaing secara nasional.
PSDKU bisa menjadi solusi bagi NU untuk memastikan bahwa setiap mahasiswanya, baik di Jawa maupun di luar Jawa, mendapatkan standar akademik yang sama dengan kampus NU terbaik di kota besar.
Kita sudah cukup, dengan jumlah kampus sekarang.
Kita butuh lebih banyak program studi berkualitas yang mudah dijangkau.
Sudah saatnya Muhammadiyah dan NU mengerem semangat pembangunan buta ini, untuk memiliki institusi mandiri di setiap jengkal tanah, dan mulai melakukan konsolidasi melalui PSDKU.
dalam perjalanan setiap kisah, miliki keterikatan satu demi satu ras budoyo yang menjadi dalam panutan selangkah NU dan Muhammadiyah. bilamana, insan itu miliki iman di arti mukmin. berarti senantiasa menunjang budi sang pekerti yang mumpuni tanpa #cuilan bagian demi kehidupan dipikiran nya merusak satu agenda pembentukan itu terstruktur bukan ajang bisnis perhelaan.
mengapa banyak muslimin yang terjebak dari dalih kekuasaan merajai keilmuan nya tak dipastikan tulus mengerjakan sesuatu dalam hal budidaya sang pendidik #bukan dari pergejolakan saat ini. #mengedukasi tanpa hilafiyah dijauhi.
mukmin sejati, bukan dijadikan tombak untuk sebuah nama itu besar dan menyebar ke permukaan saja.
amaliyah taat’, inilah membentuk etositas otentikasi mengenalkan ke lapisan masyarakat jadi lebih saling berbagi memperdulikan bukan karena materi sepihak yang di pak-pak’an dasar jiwa yang tentunya; “buat keropos maksud dan tujuan kemukminan setiap individu dalam suatu ke-organisasian.
bagaimana menjemput ilmu pengetahuan selaras dalam nilai intensitas konsisten #Islam bukan dijadikan pergejolakan untuk memperkaya dalam nilai. Tetapi MERETAS cita-cita masa depan anak bangsa dapat berperan meningkatkan kualitas hidup di tujuan #bertahan hidup penuh tempaan yang mukmin pastinya.
RED – 2026 #Ilmu Pengetahuan Bagaimana Etositas Pendidik Mendalami Kematerian dalam Praktek dilapangan ketika didaratkan ke permukaan masyarakat luas umumnya.
sumber ilmu – Al-Qur’an rumusan kitab adabihsan BAB /isi.
