Kontraktor Lokal Brebes Rampungkan Rehabilitasi SLB Negeri, Proyek Rp 2 M Tuntas Tepat Waktu
JST-NEWS – BREBES
Kontraktor lokal Kabupaten Brebes kembali menunjukkan kapasitas dan profesionalismenya dalam mendukung pembangunan sektor pendidikan. CV Kuat Jaya Karya sukses menyelesaikan pekerjaan rehabilitasi Gedung Sekolah Negeri Paket 8 atau SLB Negeri Brebes dengan nilai kontrak lebih dari Rp 2 miliar.
Proyek rehabilitasi yang berada di bawah koordinasi Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI Provinsi Jawa Tengah ini dibiayai melalui APBD Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak Rp 2.089.854.149,00. Pekerjaan tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, khususnya bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
Direktur CV Kuat Jaya Karya, Andi, ST, mengatakan bahwa rehabilitasi SLB Negeri Brebes dikerjakan dengan memperhatikan kebutuhan spesifik siswa disabilitas, mulai dari aspek keselamatan, kenyamanan hingga aksesibilitas.
“Ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi amanah untuk mendukung masa depan anak-anak berkebutuhan khusus. Karena itu, kami bekerja dengan standar kualitas dan kehati-hatian yang tinggi,” ujar Andi, Senin (12/1/2026).
Ia menegaskan, keberhasilan proyek ini menjadi bukti bahwa kontraktor lokal mampu bersaing secara profesional dan menghasilkan pekerjaan berkualitas setara dengan penyedia jasa dari luar daerah.
Kepala SLB Negeri Brebes, Dyah Nur Maulah, mengapresiasi hasil rehabilitasi yang dinilai berdampak langsung pada kenyamanan dan keamanan kegiatan belajar mengajar.
“Bangunan kini lebih baik, representatif, dan aman. Guru dan siswa merasa jauh lebih nyaman, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung optimal,” ungkapnya.
SLB Negeri Brebes yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso No. 20, Kecamatan Brebes, telah berdiri sejak 1 April 1985 dan menjadi salah satu pusat layanan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di wilayah Brebes dan sekitarnya.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah menegaskan bahwa revitalisasi fasilitas pendidikan inklusif merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh anak, termasuk penyandang disabilitas. Peningkatan sarana diharapkan mampu mendorong kualitas pembelajaran yang lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan.
Keberhasilan proyek ini menjadi contoh nyata bahwa pelibatan potensi lokal dalam pembangunan daerah tidak hanya memperkuat ekonomi setempat, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap keberlanjutan hasil pembangunan.
