Anggota DPRD: Memarjerkan Diri Gelap-gelap ANGETIN Kota Cirebon Terkait Perselingkuhan “Bisa Jadi; Lahir Anak Gen Berubah Bentuk”
CIREBON — Kasus Desas-Desus Mata, & Kehangatan sering angetin “TBH” perselingkuhan yang menyeret anggota DPRD Kota Cirebon berinisial HSG dengan istri seorang kepala desa (kuwu) terus bergulir dan memasuki tahap lanjutan.(23/4)
Kepala Desa Kedungjaya secara resmi melaporkan dugaan hubungan terlarang tersebut ke sejumlah pihak, mulai dari Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Cirebon hingga kepolisian.

Selingkuh NAIK Mobil – Gak Ketauan : CABE DAN RAWIT JADI RAWATAN TATAPAN Wong CIREBONE GASWATTTTTT!!! ( GEDEIN DONG KEKERANNYA . . . )
Kuasa hukum pihak kepala desa, Medira Anggraini, menyatakan bahwa pihaknya telah mengantongi sejumlah bukti awal terkait dugaan perselingkuhan tersebut. Bukti tersebut rencananya akan diserahkan kepada kepolisian guna mendukung proses penyelidikan.
“Langkah hukum sudah kami tempuh. Kami telah melayangkan laporan ke Badan Kehormatan Dewan, partai politik yang bersangkutan, serta pengaduan ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti,” ujar Medira, Kamis (23/4/2026).
Ia menambahkan, langkah ini diambil karena kasus tersebut diduga melibatkan pelanggaran kode etik oleh pejabat publik.
“Harapan kami, proses yang berjalan dapat memberikan kepastian hukum serta menghindari berkembangnya spekulasi di tengah masyarakat,” katanya.
Selain jalur hukum, laporan juga telah disampaikan ke Badan Kehormatan DPRD Kota Cirebon untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran etik oleh HSG sebagai anggota dewan.
Di sisi lain, HSG melalui kuasa hukumnya membantah tudingan perselingkuhan tersebut dan menyebutnya tidak berdasar.
Sementara itu, Ketua BK DPRD Kota Cirebon, Abdul Wahid, membenarkan bahwa laporan terkait dugaan pelanggaran etik tersebut telah diterima. Namun, hingga saat ini laporan tersebut belum didisposisikan secara resmi ke Badan Kehormatan.
“Informasi awal, surat sudah masuk ke bagian kesekretariatan dan pimpinan. Namun belum ada disposisi ke BK, jadi kami masih menunggu,” ujarnya.

PAPAH – MAMAH : Jangan-jangan DARAHKU BERBEDA YAHHHHHH????
HSG juga disebut telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik pada Rabu (22/4/2026) terkait laporan yang dilayangkan.Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan pejabat publik dan berpotensi berdampak pada aspek hukum maupun etik. serta menjadi perbincangan berakhir tragis reputasi karir yang biasa didambakan – pemburu jabatan hanya berbentuk tulisan peneng “kata: terhormat – luntur masuk rawaten neh’ dadi POLAH Pegawai bercorak kebanggaan masyarakat melayani publik yang bagus dan baik – apalagi dibeberapa kota bertaraf sudah masuk kategori ramai penduduk. (masih dingin aja pak ; ungkap nsn jelaskan.
Redaksi | Jawa Barat, 23 April 2026
