Dinas Pariwisata DIY Perkuat Branding UMKM melalui Pelatihan Desain Grafis Berbasis Digital
Yogyakarta, Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus mendorong penguatan daya saing pelaku ekonomi kreatif melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sub Sektor Desain Komunikasi Visual (DKV) Batch 2 yang berlangsung pada 14β16 Juli 2026 di Aula Sapta Pesona Dinas Pariwisata DIY. Mengangkat tema βOptimalisasi Branding dan Visual Produk bagi Pegiat Kreatif/UMK di Era Ekonomi Tak Pastiβ, kegiatan ini menjadi wadah peningkatan kompetensi pelaku usaha dalam menghadapi persaingan di era digital.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata DIY, Iwan Pranama, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dan pegiat kreatif dalam membangun identitas merek yang kuat serta memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pemasaran yang efektif.
Selama tiga hari, peserta memperoleh materi komprehensif mulai dari analisis kondisi ekonomi, konsep dasar visual branding, audit identitas merek, penyusunan strategi komunikasi visual, pemanfaatan aplikasi Canva dan teknologi Artificial Intelligence (AI), hingga teknik membangun sistem branding yang mampu meningkatkan nilai jual produk.
Bimtek menghadirkan narasumber berpengalaman, yaitu Muhammad Zia Ul Haq, S.Sn., M.Ds. dan Diesta Noor Shinta, M.Pd., yang membagikan berbagai praktik terbaik dalam pengembangan identitas visual, strategi promosi, serta komunikasi pemasaran yang relevan dengan kebutuhan pelaku usaha kreatif saat ini.
Pelatihan diikuti puluhan peserta dari berbagai kabupaten dan kota di DIY. Salah satunya K. Herman Setiawan dari OβNeal Multi Kreasi yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperdalam pengetahuan mengenai branding dan strategi pemasaran visual guna meningkatkan daya saing usahanya.
Pada hari penutupan, anggota Komisi A DPRD DIY, Sofyan Setyo Darmawan, S.T., M.Eng., menyampaikan bahwa regulasi bagi UMKM di DIY pada dasarnya sudah cukup memadai. Ke depan, menurutnya, yang perlu diperkuat adalah transformasi digital, dukungan akses permodalan, perluasan jaringan pemasaran, serta perlindungan hukum bagi pelaku usaha.
Ia juga memperkenalkan konsep kreativitas 5N sebagai langkah membangun inovasi berkelanjutan bagi UMKM, yaitu Nametke (banyak melihat), Niteni (mengamati secara mendalam), Niroake (meniru), Nambahi (memodifikasi), dan Nemoake (menemukan inovasi baru). Menurutnya, pendekatan tersebut dapat menjadi fondasi lahirnya produk-produk kreatif yang memiliki nilai tambah.
Selain itu, Sofyan menekankan pentingnya mengangkat keistimewaan Yogyakarta sebagai bagian dari identitas merek produk UMKM. Nilai budaya, filosofi, dan karakter khas DIY dinilai perlu diwujudkan dalam branding agar produk lokal memiliki ciri yang kuat, mudah dikenali, serta mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Melalui kegiatan ini, Dinas Pariwisata DIY berharap semakin banyak pelaku ekonomi kreatif yang mampu membangun merek yang profesional, memanfaatkan teknologi digital secara optimal, serta menghadirkan produk-produk unggulan yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga merepresentasikan keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Redaksi| 16 Juli 2026
























