Peringati Hari Konservasi Alam Sedunia, DPP FRJRI: Menjaga Alam Berarti Menjaga Masa Depan Bangsa
Jakarta, Indonesia JST News β Dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Sedunia, Dewan Pimpinan Pusat Forum Reporter dan Jurnalis Republik Indonesia (DPP FRJRI) mengajak seluruh elemen bangsa untuk meningkatkan kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Konservasi alam bukan sekadar agenda tahunan, melainkan tanggung jawab moral dan konstitusional demi keberlangsungan kehidupan generasi sekarang maupun yang akan datang. Selasa, 28 Juli 2026
Ketua Umum DPP FRJRI, ELK Hariyono, SH., menegaskan bahwa kerusakan lingkungan yang terjadi di berbagai daerah harus menjadi perhatian serius seluruh pihak. Menurutnya, eksploitasi sumber daya alam yang tidak terkendali, perusakan hutan, pencemaran sungai, serta aktivitas yang mengabaikan kaidah lingkungan akan menimbulkan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat.
βKonservasi alam bukan hanya tugas pemerintah atau pegiat lingkungan, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh anak bangsa. Menjaga alam berarti menjaga sumber kehidupan, menjaga ketahanan pangan, menjaga ketersediaan air bersih, serta melindungi masa depan generasi penerus,β tegas ELK Hariyono.
DPP FRJRI juga menekankan pentingnya peran pers sebagai pilar demokrasi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pelestarian lingkungan. Media memiliki fungsi strategis untuk menyampaikan informasi yang objektif, membangun kesadaran publik, serta mengawal kebijakan yang berpihak pada perlindungan lingkungan hidup.
Selain itu, DPP FRJRI mengajak masyarakat untuk memulai langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, melakukan penghijauan, tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, tidak membuang limbah ke sungai, serta turut menjaga kelestarian flora dan fauna sebagai bagian dari ekosistem yang saling berkaitan.
DPP FRJRI juga mengingatkan bahwa setiap bentuk perusakan lingkungan pada akhirnya akan kembali merugikan manusia sendiri. Banjir, longsor, kekeringan, pencemaran udara, hingga perubahan iklim merupakan sebagian dampak yang lahir dari berkurangnya kepedulian terhadap alam.
Momentum Hari Konservasi Alam Sedunia diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentinganβpemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, insan pers, akademisi, hingga masyarakat umumβuntuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.
βMari kita wariskan kepada anak cucu bukan hanya kemajuan pembangunan, tetapi juga hutan yang tetap hijau, sungai yang tetap bersih, udara yang sehat, dan alam Indonesia yang lestari. Konservasi alam hari ini adalah investasi kehidupan untuk esok hari,β tutup ELK Hariyono, SH.(*)
DEWAN PIMPINAN PUSAT FORUM REPORTER DAN JURNALIS REPUBLIK INDONESIA (DPP FRJRI)
Redaksi | 28 Juli 2026
Berita Mendidik Citra Bangsa Dan Negara
























