Selamat datang di JST News Media

Sudah Tua, Jangan Banyak Gaya!

sinospis

Sudah Tua, Jangan Banyak Gaya!

Jawa Tengah, Dari Lokasi Lan’ Kitar Alam Tanah Jawa dipersembahkan Pada sebuah legenda jadi misteri kehidupan apalah artinya; cukup – kurang – atau sebaliknya manusia kuatir tak dapat bertahan makan dan minum? AYOK dipaparkan sedikit analisa membuat cetur ke jedot tiang tambah sakit, ke siram histori masa tua hingga dari masa muda untuk apalah arti gunanya . . . Selasa, 22 September 2026

sinospis

Singkat saja di pola kehidupan masih adakah Si Tua & Muda ( Lantaran Cari Kemudaan Dalam Adab Bahkan Sikap ), Ada ungkapan lama: “Tua-tua keladi, makin tua makin jadi.” Dahulu, ungkapan itu bisa menjadi gambaran tentang seseorang yang semakin matang justru semakin kuat, berani, dan berpengalaman. Namun dalam kehidupan publik, ungkapan tersebut juga dapat menjadi cermin ketika usia bertambah, tetapi sikap justru semakin sulit dikendalikan.

Menjadi tua bukan sekadar bertambah angka usia. Kedewasaan seharusnya berjalan bersama kebijaksanaan, keteladanan, dan kemampuan menempatkan diri. Semakin panjang pengalaman hidup, semestinya semakin sedikit kebutuhan untuk mencari pengakuan, mempertontonkan gaya, atau merasa harus selalu berada di atas orang lain.

Jangan jadikan usia sebagai alasan untuk merasa paling tahu. Jangan jadikan pengalaman sebagai tiket untuk meremehkan yang lebih muda. Sebab wibawa tidak lahir dari umur semata, melainkan dari bagaimana seseorang bersikap, berbicara, dan mempertanggungjawabkan setiap tindakannya.

Pada akhirnya, masyarakat tidak membutuhkan banyak gaya. Masyarakat membutuhkan keteladanan nyata. Karena semakin tua seseorang, semakin besar pula harapan agar ia menjadi contoh—bukan sekadar menjadi pusat perhatian.

Tua boleh. Berpengalaman wajib; Namun jangan kanak-kanak dikitlah!!!
Tetapi tetaplah tahu diri, tahu batas, dan tahu menempatkan diri.

“Mendengar Se-keliing manusia, ada yang keras ada yang lemah, bahkan adu kuat pada pemikir-pemikir disuatu tempat tinggal ( bisa jadi; di hutan kalo ditinggal dunia ittu menyakini traumatik ketakutan bilamana hidup sendiri bukan? )”

ini zaman belum mati, sehingga belum dapat disalahkan dari ragam aneka zaman tahun ini ke tahun selanjutnya, cukup kalimat ini yang ada yaitu; “membentuk”.

cobalah semua dibentuk seperti air, kayu, tongkat yang dulu itu bisa kusam dapat menjadikan kesatuan yang tetap tumbuh walaupun dirusak sebagaimana cara manusia itu di pola pemikiran terdedikasi pada ilmu dinn , dunia, dan agama “memegang kuncinya”.

“Tua-tua keladi” hendaknya bukan berarti semakin tua semakin menjadi-jadi, melainkan semakin matang semakin bernilai.

Tempo waktu singkat beberapa dekade tahun di 2023 berjalan s.d melanjutkan tumpuhan itu, tetap menerapkan sebuah arti kehidupan manusia masuk dan keluar terus meningkat sepanjang masa. seketika era masa itu menunggu kedatangan di jemput-Nya. “seperti apa; Ia diletakan pada bagian tanah ? sendiri atau bersebelahan, berdua-dua’an, atau sebaliknya ketertarikan meramu kembai jadi sebuah cerita buruk dan jelas” (membenarkan arti membentuk).

Kalo bertanya sama sosmed? Arahan satu rebutan – perkalian bahkan perselimutan, Kalo Anda sudah TUA bertanya pada kitab-Nya? “maka niai membentuk diskusi lebih mengenal dimana pelekat dan peletakan terakhir ANDA ditempatkan?

Naskah dikutip pada lokasi cafe – Coffee Kenangan, Segitiga Kota Semarang – Jawa Tengah (22/9 : 10.08)

Redaksi | 22 September 2026

Journalist Social Them - Your Share Media Social Acsess Online Integrity Network

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page

Click to listen highlighted text!