PWI DIY: Sarasehan Kolaborasi Mewujudkan Visi Misi Asta Cita Menuju Kemandirian Bangsa
JST.NEWS.COM | DIY
Persatuan Wartawan Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan sarasehan kolaborasi mewujudkan visi misi Asta Cita menuju kemandirian bangsa dalam rangkaian perayaan Hari Pers Nasional 2025 di Jl. Gambiran No.45, Pandeyan, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55161 pada Selasa, 25/02/2025.
Drs. H. Hudono, S.H. Ketua PWI DIY sekaligus memoderatori kegiatan sarasehan menjelaskan rangkaian berbagai kegiatan telah dilaksanakan PWI dalam rangkaian perayaan Hari Pers Nasional 2025 untuk menghasilkan solusi terbaik menuju kemandirian bangsa salah satunya melalui diskusi sarasehan hari ini.

Kepala Badan Intelijen Daerah ( Kabinda ) DIY Mayjend TNI Rachmat Pudji Susetyo, S.I.P., M.Si menyampaikan upaya Binda DIY mengawal program swasembada pangan dengan memahami kondisi umum pertanian dalam menunjang swasembada pangan di Provinsi DIY, produksi padi dan luas lahan pertanian, pemanfaatan lahan dan infrastruktur pertanian, semangat petani perlu dibangun agar mencintai pekerjaannya, peningkatan hasil dilahan sempit melalui teknologi, solusi hambatan dan gangguan dibidang pertanian dalam mencapai swasembada pangan perlu diprioritaskan, upaya BIN mengawal program swasembada pangan.

Penasehat PWI DIY dan Guru Besar Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta di bidang Hukum Agraria Prof. Dr. Sudjito, S.H., M.Si selaku narasumber mengungkapkan untuk menjadi bangsa yang mandiri, berdikari di atas kaki sendiri dengan modal sumber daya alam sendiri, kendala yang ada dengan kondisi bangsa saat ini apakah memungkinkan?
Partisipasi publik menjadi kunci keberhasilan program pemerintah, kepercayaan publik atas pemerintah itu bagaimana saat ini?.
Beberapa diskusi dari peserta sarasehan terangkum dalam hal berikut:
Kesulitan distribusi pupuk masih menjadi momok tersendiri di kalangan petani, solusi disampaikan melalui pembuatan pupuk sendiri sebagai ganti pupuk yang sulit, apakah ada jaminan harga beras hasil produksi petani oleh pemerintah ungkap Eri salah satu peserta sarasehan.
H. Harris Syarif Usman, S.H., M.Kn. dari Pemuda Kampung Jogjakarta butuh ketegasan presiden untuk mencapai cita cita Indonesia emas
Monda Saragi, S.H., M.Si. dari Masyarakat Indonesia Maju Yogyakarta menyampaikan program swasembada pangan masih menjadi retorika saat ini, kolaborasi ini diharapkan bisa terwujud dari Yogyakarta dengan melanjutkan sistem swasembada pangan yang telah ada, dengan langkah langkah konkrit dan solusi solusi nyata untuk terwujudnya swasembada pangan.
Esti dari trah keluarga besar petani menyampaikan belum adanya irigasi di wilayah Sleman membuat usaha pertanian tidak maksimal, sehingga sebagai keluargapun masih membeli bahan pokok pertanian tidak bisa memenuhi dari lahannya sendiri.
























