Gebrakan FKPT Bangirejo Genjot Ketertiban Lingkungan, Warga Mesti ( “KNOW” )

IMG 20250428 WA0162

Gebrakan FKPT Bangirejo Genjot Ketertiban Lingkungan, Warga Mesti ( “KNOW” )

Loading

JST-NEWS.COMYOGYAKARTA, Forum Kampung Panca Tertib ( FKPT ) Bangirejo Kelurahan Karangwaru Tegalrejo Yogyakarta pasca penyegaran kepengurusan langsung membuat gebrakan nyata di warga kampung Bangirejo utamanya berfokus di ketertiban lingkungan dimana saat ini permasalahan sampah masih menjadi momok dan perbincangan ramai di masyarakat Jogja pada umumnya. Tak pelak manakala di satu sudut kampung Bangirejo yang terdapat tumpukan sampah yang sengaja dikondisikan sebagai Tempat Pembuangan Sampah sementara oleh oknum transporter tentunya menjadi polemik di masyarakat dan pemangku wilayah yang ada, tahapan mediasipun telah dilakukan guna mencapai kata sepakat untuk ketertiban lingkungan utamanya kembali menjadi bersih.

IMG 20250430 WA0083

Puncak rembug warga kampung Bangirejo telah dilaksanakan Senin, 21 April 2025 di Balai RW Bangirejo yang dihadiri berbagai elemen pemangku wilayah yang ada dengan membahas dan merumuskan solusi sederhana yang mampu dikerjakan warga sebagai sumbangsih membantu Pemerintah dalam mengurai persoalan yang ada, khususnya sampah melalui pengeringan sisa dapur organik basah dengan memanfaatkan banyak cara diantaranya membuat galian lubang untuk menjadikan wadah besar sisa organik basah dapur untuk dipanen komposnya bagi yang masih memiliki lahan terbuka tanahnya, bagi warga yang tak memiliki lahan galian bisa memanfaatkan cara sederhana melalui pot pot tanaman yang diisi sedikit tanah berfungsi meresapkan sisa air dari organik basah sisa sayuran, kulit buah, tulang ikan/ayam, nasi, kulit telor dll yang sebaiknya dirajang halus untuk mempercepat proses menjadi kompos, selanjutnya bisa dikenakan sinar matahari agar menjadi kering dan tidak berbau sama sekali serta bisa dihaluskan untuk mempercepat proses menjadi kompos, bila tidak dihaluskan bisa secara alami menjadi kompos dalam tempo sekitar 4 bulanan, bila pot mulai penuh bagian atas bisa ditutup tanah kembali untuk didiamkan sampai menjadi kompos. Dengan sistem sederhana ini dan dengan mudah dapat dijalankan semua warga akan sangat banyak pihak termasuk warga sebagai penghasil sampahnya akan aman dari gangguan bau tidak sedap akibat pembusukan sisa organik basahnya bila tidak dikeringkan, bebas dari tikus, anjing dan kucing yang mungkin tertarik bau sisa organik basah sehingga mengobrak abrik plastik pembungkusnya, termasuk membantu transporter, depo sampai ke TPA mempercepat proses pilah tanpa bau yang tidak sedap,” papar K. Herman Setiawan selaku koordinator FKPT Bangirejo.

Bersama Pelopor ketertiban yang mayoritas oleh pengurus RT, RW, RK, Pengelola Balai Bangirejo, Lurah Karangwaru Anggit Safrudin, A.Md. dan Kepala Jawatan Keamanan Kemanten Tegalrejo Ismanjana, S.E., M.Si didampingi BKO Satpol PP Kemanten Tegalrejo Senin, 28/04/2025 berhasil mencapai titik kesepakatan dengan oknum transporter yang menjadikan lokasi depan Balai Bangirejo sebagai TPS dengan kesediaan dari oknum transporter untuk membersihkan lokasi depan Balai Bangirejo dan memberikan pernyataan tertulis bermeterai untuk tidak mengulang kembali tindakannya dengan konsekuensi yang disepakati di forum.

IMG 20250430 WA0084

Usai berakhirnya polemik tumpukan sampah di depan Balai Bangirejo langkah program berikut yang akan dijalankan melalui FKPT Bangirejo adalah melakukan penstabilan harga transporter agar tidak memberatkan warga dalam berlangganan dengan bekerja sama dengan pemilik lahan yang bisa mengolah sampah dan memiliki alat transportasi pick up yang bisa membantu melayani sebagai Transporter di wilayah Kampung Bangirejo dengan tarif yang lebih bisa diterima masyarakat khususnya warga Bangirejo.

Melalui pelopor ketertiban di masing masing RT pun diharapkan informasi dan ajakan ke warga untuk terus mengeringkan sisa organik basah yang dihasilkan dari dapurnya untuk dimanfaatkan menjadi kompos media tanam, menjual sisa anorganik yang masih memiliki nilai jual, sehingga hanya residu saja yang diangkut transporter.

Selain urusan sampah yang diharapkan secara perlahan namun pasti akan kembali normal kembali dalam pengelolaannya, FKPT Bangirejo juga memiliki program Sumur Peresapan Air Hujan ( SPAH ) “SEMAR” sebagai program tabungan air hujan untuk dimasukkan ke tanah Jogja dan mengembalikan air tanah yang disedot untuk kebutuhan rumah tangga, maupun lokasi usaha untuk bisa masuk kembali melalui SPAH “SEMAR” dan tidak dialirkan melalui SAH menuju wilayah yang lebih rendah yang akan menimbulkan masalah baru di lokasi yang rendah yakni mengalami kebanjiran, sedang di musim kemarau wilayah Jogja mulai merasakan kekeringan dan beberapa sumur menjadi kering airnya yang berdampak pengeluaran anggaran untuk menggali lebih dalam lagi untuk mendapatkan air.

FKPT Bangirejo bertekad melalui ide ide sederhana dan bisa dijalankan akan selalu memberikan solusi solusi yang menjadi terobosan bagi banyak hal yang menjadi kendala dalam kehidupan masyarakat,” tutup Herman.

Red-Tim.PERS/30/4/2025/DIY/JST-NEWS

Journalist Social Them - Your Share Media Social Acsess Online Integrity Network

You cannot copy content of this page