Kematian itu Kenikmatan “Bagi Semua Insan”
![]()
Jawa Tengah – Kematian itu Kenikmatan “Bagi Semua Insan”, semua di secercah harapan meniti kehidupan berawal dan berakhir bagi segenap insan yang memiliki akal pikiran hingga penantian suatu maut tertitipkan dari diri masing-masing mengolah kelengkapan pada anatomi tubuh organ berparas ke detik denyut darah mengalir di alur nya ruh-Nya bersemayam.(2/5/2025).
tembok yang tebal sekali pun akan tembus pada satu kalimat yaitu; nyawa tersirat atau non tersirat disetiap phase bentukan atau tidak berproses dalam sebuah tentang kamuflase dunia semata sementara di hela nya se-teguk air mengalir pada kesempatan yang berangan-angan. inilah, mimpi bagaimana semua insan menjalankan suatu roda yang lambat laun terhenti di titik hidup jadi kehidupan kembali setelah dibangkitkan.
tak lihat derajat antara kekayaan, kemiskinan, kebodohan, kepintaran, maupun senantiasa tertungkas di lisan yang mendentumkan segala arah sudut keistimewaan atau sebaliknya semua tetap tak kan bisa berpaling dari kenikmatan terpancarkan rumusan manusia dilahirkan atau tepat di ajal kematian datang (menanti).
bagaimana menghidari kehidupan dunia? jawabnya ; belum tentu bisa melainkan pengamalan (amaliyah) dari peristiwa titipnya dari kesucian diri pada semua berawal dari kedua orangtua. mungkin? bisa jadi, ada diantara kita semua kedua orangtua yang komplit atau sudah tiada. Nah, itu sebuah bentuk dari tutupan insan yang terkadang menutup diri bahkan terjadi kamuflase terhadap yang ada, yaitu duniawi.
malaikat lail’, berkata pada diri sendiiri secara nyata bilamana unsur 3 kategori ini dilakukan/dikerjakan se-detail mungkin untuk tak berkata “nggak”, ini adalah kalimat kemungkinan bahkan beda makna dengan “tidak”. dari sisi bentuk frasa nya di tela’ah secara murni diri disikap manunggal. apakah insan sering bermain hiperbola di phase zaman sekarang!!!
suatu contoh ambil makna yang sedang booming blunder yang sedang digeluti para ahli, ahli nya dimana coba? prasangka kah … atau kebencian kah … (tanda tanya), jadlah insan etos tak ketakutan bahkan argumentasi buat membubuhi kalimat “kamuflase, dunia”. ini ambil contoh sedikit saja!
PERSITIWA VIRAL di-Indonesia saja ini kali iye!!!
example logika dan prasangka – Presiden : terpilih sejak periode tahun berapa? dan siapakah yang memilih? dan, apakah semua telah dipimpin nya : “Presiden : Menyakiti Rakyatnya kah?”, ada yang pro dan ada yang kontra. Presiden setiap yang dipililh dengan rakyat itu semua miliki ketetapan diatas hukum, serta keterkaitan pada suatu roda pemerintahan. bilamana, palsu? coba berpikir cermat sedikit semua para ahli. kita itu terlahir dari siapa? kedua orangtua kan. atau tidak dilahirkan oleh mereka, wah!!! hebat sekali mengutuk presiden atau mencela presiden, bahkan memaki nya ataupun menghujat kebencian pun jadi “tetap salah” jalan nya.
singkat saja, berpikr cuy … tidak perlu diperdebatkan kembali dan gorengan dari berbagai media seharusnya buat jadi yang terbaik terhadap semua para pemimpin yang telah sah bahkan telah dari bentukan panjang. jangan mencari ini salah – dan ini benar. semua alam semesta ini ada kehidupan dan kematian, “eling itu kah??.” Presiden kita semua harus dilndungi secara menyeluruh dalam keasasian terpelihara oleh unsur keyakinan, dibawah ini :
first” – Meningkatkan Keyakinan (Iman)
midle’ – Memperkuat Iman
ending” – Mencapai Ketenangan Batin dan Ketahanan Hati
mengolah data saja dari awal sejak pemilu di-gong kan semua berawal dari partai kan!!! dan semua presiden itu miliki kekhasan masing-masing, kecuali yang membenci atau menjatuhkan ilmu kepemimpinan presiden. bisa disebut telah : “makar”.
insan itu tak ada yang bodoh – semua berjalan dari kadar situasi dan bentukan dedikasi kedua orangtua nya. cek kembali pada kalimat : wa’qoddo robbuka … (al-Isra : 23 – 24) tersirat dalam keislaman yang mayoritas semua di Indonesia penganut agama lebih dominan Islam. berarti; pemikiran perasa nya kurang dibawa pada struktur tubuh nya “suci”.
jika, media dalam publikasi hentikan berita-berita yang kurang mencerna informasi kurang kompeten tentang mutu kepresidenan di aturan tata tertib presiden “media, yang publikasi itu mungkin ada pro dan ada kontra karena ibarat cuilan roti.” masyarakat pun semua berpikir ini salah kah? ini benar kah?
ayok!!! sama-sama sekarang di STOP!!! berita yang menjatuhkan presiden; bila mencari delik-delik ketamakan karena tak dapat kursi dibangku jabatan atau sudah upeti keuangannya bisa berkurang, bahkan hanya sensasi “weh…. gue nich!!! ahli dan paranoid bisa jadi ditempahan kehidupan ini bertutur pendapat kebebasan tak taat akan nuansa lahiriyah dan bathiniyah itu diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa – Untuk apa. ( terkadang juga pengamatan kami tim keredaksian media sesama – jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka ), seharusnya dan semestinya.
daripada di hukum langsung!!! keinstitusian itu pemerintah pusat dan daerah, yang membuat siapa namanya kalo bukan insan ( manusia ), berarti semua serba-serbi jangan menyalahkan siapapun (titik), berpikir dari jenjang kecil hingga besar karena diatas pengakuan, nih … gue paling hebat!!! nih… gue “paling ahli”. ( pendidikan sampai saat ini, buat riya? buat pamer? buat paling wow gitu lho!!!
semua ada jalannya bila Presiden dari awal dan akhir masa nya itu akan kembali ke tanah juga, begitu juga dengan kita semuanya – oopss, kami pun dari rakyat – oleh rakyat – untuk rakyat, bukan penghakim tertinggi “kita semua”, ingat petikan sedikit dari makna “khoirunnass wa’anfahum linnas’.
diatas merupakan kisah – mengambil benang putih seperti cuplikan dibawah boleh kita rujukan sekarang, hilangkan kebencian, ujaran apapun yang menjudge nama nya : “Presiden”, kapan kasus korupsi selesai, kapan rakyat bisa tenang?, kapan-kapan saja kali iya dicari kan bumbu-bumbu kehidupan diakhir episode ending.
kisah putih – mengedukasi untuk seluruh insan dunia, tempahan eksposisi dunia, mari memperkecil tentang cara bentukan benci tapi rindu, rindu telah dibuatnya Indonesia dalam mutu pemikiran kebaikan nya. Pemilih-pemilih sejati adalah “bukan karena kepentingan – tapi relung sajian hati berjiwa tenang ( mencapai ketenangan jiwa ).
seluruh rakyat Indonesia ada senang dan tak senang, suka dan duka, bahkan kedudukan hati bilamana kita telah menempuh diakhir kehidupan yaitu : “Kematian itu Kenikmatan – Bagi Semua Insan”, apa yang terlukis sudah memory yang baik-baik saja dan benar (*).
mediasi – halal bi halal kembali fitroh bisa ternodai akan waktu yang tak abis-abis dalam ketamakan duniawi semata dikejar pun semu seperti Fatamorgana saja dech, tutup semua kisah putih yang senantiasa buat para ahli-ahli berpikir mencermati tak sekedar urusan dapur tak ngebul ( kalah dengan pedagang dong!!! berjuang – ada yang beli atau belum di beli dagangan nya selalu terpapar senyum indah terhiasi. daripada nanti masuk SEL.
demikian pengantar tanpa apapun didalam nya, di prestasi bukan sekedar jadi ketamakan – ujung-ujung nya kertas itu kita semuanya yang buat, jangan : seperti manusia kertas – bisa hilang akan suatu kekayaan dan kemiskinan bukan semata jadi sebuah kesirnaan didalam keluarga nya. berita mendidik citra bangsa dan negara mentablighkan tanpa belum berilmu, jadi terisi dalam “roso – rasa”.
Red@info-media/2/5/2025/Jawa Tengah/JST-NEWS
notes :
*bilamana penyampaian ini salah mohon dibuka terang hati nya dan jalan pemikiran bijak dan mulia terhadap haturan rahmatan lil’ aalaamiin
*saran rakyat; Presiden – Undang sajalah ke kediaman orang-orang yang membenci secara khusus – tetapi tertulis juga dengan Presiden RI ke – 8 dipilih rakyat ( jika, sudah melihat ke kediaman dengan “titipan pesan – jangan bersuara gaduh dan sebagainya) “cukup diam semuanya” jadi pesan malaikat lail tersampaikan maksud dan tujuan nya, serta saling maaf memaafkan diantara semua yang bermusuhan satu di antara kita semua yaitu ” Warga Negara Indonesia”.
*undangan satu persatu , agar bisa saling memahami satu sama lain – pada pesan malaikat lail tertutur : “jangan bertikai diantara kita semua
