Ditipu di Tulang Bawang, Polsek Wonosobo Pulangkan Buruh Terlantar dan Anaknya ke Bengkulu: Wujud Nyata Polisi Humanis

IMG 20250504 WA0030

Ditipu di Tulang Bawang, Polsek Wonosobo Pulangkan Buruh Terlantar dan Anaknya ke Bengkulu: Wujud Nyata Polisi Humanis

Loading

JST-NEWS.COMTanggamus  Kepedulian tulus dan kehadiran nyata di tengah masyarakat kembali ditunjukkan jajaran Kepolisian Republik Indonesia. Kali ini, Polsek Wonosobo, Polres Tanggamus, mengukir kisah kemanusiaan dengan membantu seorang buruh terlantarkan beserta anaknya untuk kembali pulang ke kampung halaman di Bengkulu setelah menjadi korban penipuan di Tulang Bawang.

Ferdiansyah (55) dan anak perempuannya Ratu (14), warga Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, mengalami nasib tragis. Harapan hidup layak sebagai buruh di Tulang Bawang pupus ketika pemborong tempatnya bekerja menghilang tanpa membayar upah, meninggalkan keduanya tanpa uang dan tanpa tujuan.

Dengan tekad kuat, Ferdiansyah dan Ratu mencoba pulang ke Bengkulu. Mereka menempuh perjalanan jauh, menumpang kendaraan umum dan truk tanpa biaya, bertaruh dengan keselamatan dan kesehatan demi kembali ke rumah. Namun langkah mereka terhenti di Pekon Sanggi, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus.

Dalam kelelahan dan ketidakpastian, secercah harapan datang melalui sosok Nanda, seorang warga Pekon Sanggi yang tersentuh melihat kondisi mereka. Dengan hati nurani yang tergugah, Nanda membawa mereka ke Mapolsek Wonosobo pada Sabtu, 3 Mei 2025.

Respon cepat dan penuh empati langsung ditunjukkan petugas Polsek Wonosobo. Mereka menyediakan tempat istirahat yang aman, menyuguhkan makanan hangat, serta menghubungi beberapa agen travel untuk memastikan pemulangan Ferdiansyah dan Ratu ke Bengkulu bisa terlaksana.

Tak hanya aparat, kepedulian ini turut memantik solidaritas masyarakat. Seorang pengusaha kuliner asal Wonosobo, Hi. Jingun pemilik rumah makan di Talagening, Kota Agung Barat—memberikan bantuan bekal perjalanan kepada Ferdiansyah dan putrinya ketika mengetahui mereka berada di tempat usahanya sambil menunggu travel.

Kapolsek Wonosobo, Iptu Tjasudin, S.H., dalam pernyataannya mengatakan bahwa tindakan ini adalah bagian dari nilai-nilai kemanusiaan yang tak bisa dipisahkan dari tugas kepolisian.

“Tentunya kami mengapresiasi peran masyarakat yang turut membantu Ferdiansyah. Kami di kepolisian bukan hanya bertugas menjaga ketertiban dan menegakkan hukum, tapi juga hadir sebagai pengayom yang peduli pada sesama,” ujar Iptu Tjasudin, mewakili Kapolres Tanggamus, AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H.

Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat setelah mendengar kondisi keduanya. Dengan koordinasi yang sigap, Ferdiansyah dibawa ke pangkalan travel di Talagening agar proses pemulangan dapat segera dilakukan dengan selamat.

“Kami juga sangat berterima kasih kepada Hi. Jingun yang dengan tulus memberikan bekal perjalanan. Ini bukti bahwa kekuatan kolaborasi antara masyarakat dan aparat dapat menghadirkan solusi di saat-saat genting,” tandas Kapolsek.

Kisah Ferdiansyah menggambarkan realitas pahit yang kerap dihadapi buruh migran domestik yang bekerja tanpa perlindungan hukum yang kuat. Namun, di balik duka itu, solidaritas masyarakat dan kepedulian aparat menjadi cahaya yang membimbing kembali ke rumah dan harapan.

Kini, proses pemulangan keduanya sedang berlangsung. Ferdiansyah dan Ratu memang belum benar-benar lepas dari lelah fisik dan luka batin, namun satu hal pasti—mereka tidak lagi sendiri. Ada tangan-tangan yang peduli, dan ada negara yang hadir untuk melindungi.

(Kurdi)

Red©5/5/2025/Sumatera/JST-NEWS 

Journalist Social Them - Your Share Media Social Acsess Online Integrity Network

You cannot copy content of this page