Sosialisasi Bagi Keluarga Disabilitas Dan ODGJ Kelurahan Karangwaru Tahun 2025

Picsart 25 07 17 09 34 42 501

Sosialisasi Bagi Keluarga Disabilitas Dan ODGJ Kelurahan Karangwaru Tahun 2025

Loading

JST-NEWS.COM | YOGYAKARTA

Lurah Karangwaru Anggit Safrudin, A. Md. memberikan sambutan dan membuka agenda sosialisasi bagi keluarga Disabilitas dan ODGJ ( Orang Dengan Gangguan Jiwa ) Kelurahan Karangwaru Kemantren Tegalrejo Kota Yogyakarta Kamis, 17/07/2025
Anggit merasa perlu bersama pendamping keluarga penyandang disabilitas bisa memasukkan usulan terkait pendampingan maupun pelatihan yang bisa dilakukan melalui musrenbang kelurahan yang secara anggaran lebih memiliki kepastian dalam pelaksanaannya

IMG 20250717 WA0194

Persamaan hak pada disabilitas disampaikan Ketua LPMK Karangwaru Soebandono, S.Pd. dimana perlu pendekatan kesetaraan dalam berkomunikasi dengan para penyandang Disabilitas maupun ODGJ sehingga tidak merasa dibedakan

Gangguan jiwa berat dan gangguan mental emosional disampaikan oleh Dr. SPKJ Furqon Puskesmas Tegalrejo.
Posisi Karangwaru saat ini terdata 21 ODGJ pria 11 orang dan 10 perempuan kisaran rentang usia 31- 60 tahun, kelurahan Tegalrejo 18 orang Kelurahan Kricak 23, orang Kelurahan Bener 21 orang, luar wilayah Tegalrejo yang berobat di Puskesmas 10 orang. Data percobaan bunuh diri tahun 2024 ada 2 orang dan satu di kelurahan Karangwaru tahun 2025. Berdasarkan data dari kementerian kesehatan ada sekitar 131 orang dengan ODGJ di Tegalrejo sedang data didampingi saat ini baru 93 orang perlu lebih mendalami lagi untuk bisa dilakukan pendampingan.

Picsart 25 07 17 11 41 01 936

Dwi, M. Psi., Psikolog dari Puskesmas Kraton menyampaikan sarasehan kesehatan warga agar dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat yang diatur dalam undang undang kesehatan RI No.18 tahun 2014 dan undang undang kesehatan RI terbaru di No.8 tahun 2016 tentang penyandang Disabilitas. Fokus data statistik kelompok Disabilitas di Kemantren dari dinsos, TKSK, PSM, FKI ( Forum Kemantren Inklusi ).
Analisis dan diskusi solusi dilakukan dengan menjaring respon dari tokoh masyarakat dan kader yang hadir terkait pelayanan puskesmas terhadap kesehatan warga. Awalan baik untuk mencoba memahami isu isu kesehatan jiwa di komunitas. Kesimpulan didapat diskusi grup menjadi ruang data kolektif yang dibutuhkan untuk advokasi program kesehatan yang lebih holistik, khususnya pada kelompok rentan.

Sidik Tobah Palupi sebagai senior penanganan ODGJ di Puskesmas Tegalrejo berbagi berbagai pengalaman dalam menangani ODGJ di wilayah Kota Yogyakarta dengan cara menggandeng penyandang ODGJ tanpa memusuhi mereka, pendekatan melalui hobi dan kesenangan mereka menjadi faktor keterbukaan dalam proses pendampingan mereka. Mitos yang ada masih percaya terkait gangguan jin dan makhluk halus bisa diakali dengan teknik hipnotis untuk mematahkan stigma ganguan mahluk halus.
Keteraturan konsumsi obat sangat mendukung kestabilan sikap penyandang ODGJ.

Picsart 25 07 17 18 58 59 870

Peserta sosialisasi hadir dari pendamping dan penyandang Disabilitas, tokoh masyarakat dan PSM Karangwaru.

Journalist Social Them - Your Share Media Social Acsess Online Integrity Network

You cannot copy content of this page