- Berita Terkini
- Ekonomi
- Internasional
- Jawa Tengah
- Karya Sastra
- Kebudayaan
- Kuliner
- Lainnya
- Modern
- Nasional
- Pemerintahan
- Plus News
- Sains Dan Teknologi
- Serba-serbi
- Sosial
- Tradisional
Entung Naik Kelas: Dari Lauk Darurat ke Meja Diplomat, Saatnya Indonesia Berani Bangga
Jawa Tengah – Entung, kepompong ulat jati yang dulu jadi penyelamat pangan warga desa di Jawa Tengah, kini justru melanglang buana. Harganya tembus Rp500.000/kg dan masuk daftar buruan kolektor kuliner ekstrem hotel bintang 5.
“Zaman 98-an, entung itu lauk bertahan hidup. Sekarang yang antre malah orang kota, chef hotel, bahkan tamu luar negeri,” ujar Mbah Sastro (68), penjual entung di Pasar Ir. Soekarno Sukoharjo, Selasa (26/4/2026).

Pakar Seni Di Indonesia menitipkan pesan menohok sampai menthok variatif dibidangnya soal fenomena ini:
“Buat apa modern kalau nggak nyoba bersama duduk berbarengan nikmati kuliner cilik ini. Entung itu bukan sekadar lauk, tapi memori kolektif rakyat. Kalau kita gengsi, siapa lagi yang mau merawat?”
Dari Yordania Ke Eropa Fraksi Partai Gerindra mencatat, Ketua Umum Prabowo Subianto (zaman zadoel), semasa menjalani penugasan militer di Yordania pernah kembali mencicipi makanan khas ini. “Beliau bilang, di berbagai negara termasuk Yordania, penikmat makanan tradisional nenek moyang justru naik kelas ke kancah internasional,” ungkap sumber di Jakarta internal Kader.
Bahkan Eropa mulai melirik. Italia disebut menggagas inovasi “pizza klasik entung” dan wacana itu sudah benderang sampai ke menara besar di Perancis. Kuliner yang dulu dianggap kampungan, kini jadi diplomasi rasa.
Kritik Pedas Singkong & Keju, Kagetnya bisa jadi KEJI.
Sesampai Ironisnya, di negeri sendiri, makanan warisan leluhur kerap jadi bahan nyinyir.
Di media sosial, perdebatan soal makanan tradisional sering terseret ke ranah “haram-halal” tanpa konteks budaya.
Kuliner Cilik Ini Justru Naik Kelas di Kancah Internasional, Tapi di Negeri Sendiri Masih Sering Dicuri besar-besaran Anggaran APBN s.d APBD.
Sesampai penilikan kami ke Tegal asal chef muto; pernah menginput entung dalam dunia kuliner nya bersama chef-chef ternama lainnya yang chef asal kelapa gading juga namun telah tutup usia yaitu “chef shitta”.
Bangsa Indonesia; sebenarnya dijajah siapakah?
Apa dijajah oleh kritik tanpa solusi, atau oleh wakil rakyat di DPR RI yang pernah terjaring di medsos digital zaman saiki—sibuk ngombe wedang sambil menghakimi selera rakyat?
Malu iya, sobat netizens, bilamana punya pemimpin peminum alkohol di kalangan para pejabatnya yang kurang beres. Padahal mereka tidak kurang BERAS.
Amazing dunia Pemerintah Pusat & Daerah disuguhi kehidupan kamuflase majemuk, tapi tak buat Rakyat Indonesia sejahtera berlimpah per/bulannya.

Pertanyaan untuk ELIT NAMUN Kikir ?
Di tengah gegap gempita entung naik kelas, muncul pertanyaan yang ramai di warung kopi:
Apa iya makanan ini pernah dicoba gigit tipis oleh jeng Puan Maharani?
Jika entung sudah sampai meja diplomat dunia, kapan para elite mau turun duduk lesehan bersama rakyat, menikmati gigitan sejarah ini tanpa gengsi?
“Kita Rakyat; Menoleh sitik ngjoss dadiken para mata publik kalian membuka setiap lini persil-persil di buku harian hingga titik tanpa gorengan. Akan tetapi, ini khas tradisional turun temurun jangan sesampai sikap Indonesia terulang kembali pemerintahan yang KKN”.
KKN Buat benderang sejumlah mahasiswa diakhir skripsi saja dalam dunia praktek karya tulisnya meruncing ke berbagai pelosok bahwa RAKYAT TETAP CINTA BANGSA INDONESIA MURNI dari ilahiyah wujudkan masa depan kebahagiaan beranak ke sulit jadi memicu penerapan sistem makmurken rakyatmu.Tutupnya ; Para Nisan di Alam Kubur.
Entung naik kelas bukan Kentung lebih dominan Kantong tubuhmu dibuat ASET tetap merajai para pejabat ada nilai Pensiun.
Entung ikut andil dalam PPRT sebagai wadah para pejuang masa ke masa.
Redaksi | 26 April 2026
