TRADISI BUDAYA DAERAH (1) : LEGENDA PUTRI MANDALIKA, MENGUAK TRADISI BAU NYALE, HINGGA KINI DIKENANG OLEH MASYARAKAT LOMBOK NTB.

TRADISI BUDAYA (1) :
Jst – News.com; Lotim NTB : Ahad 5/02/2023. Mandalika, putri Raja Tonjang Beru Raden Panji Kusuma dengan permaisuri Dewi Sarinting, yang hidup sebelum abad 16. Legenda Putri Mandalika telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat penuh dengan pesan-pesan berharga.
Di Desa Sengkol Kecamatan Pujut Loteng, kebaikan dan keluhuran budi Putri Mandalika telah membuat negeri menjadi aman, tenteram, adil, makmur, dan sentosa. Itulah gambaran umum kerajaan Tonjang Beru dalam kepemimpinan selaku raja yang arif bijaksana.
Cinta Putri Mandalika kepada para pangeran dari penjuru negeri yang melamarnya, terkubur di bibir Pantai Seger Kuta Loteng. Setelah menyampaikan cinta tulus ikhlasnya sembari mengucapkan selamat tinggal dan terima kasih sebelum akhirnya menceburkan diri ke laut yang diikuti pancaran cahaya bersinar.

Masyarakat meyakini bahwa, nyale dari cacing laut ragam warna pelangi itu adalah jelmaan dari Putri Mandalika yang dicintainya. Pangeran Johor, Beru, Lipur, Pane, Kuripan, Daha, Sawing, Bumbang dalam kesedihan yang mendalam bersama prajurit. Masyarakat kemudian menjemput dan menangkap Nyale (Bau Nyale : Sasak) itu.
Tradisi Bau Nyale tetsebut telah menjadi ikon Pariwisata di Loteng NTB. Kini ( setiap Februari tiap tahun) sebagaimana juga telah betlangsung pada tahun 2022. Kegiatan ini diikemas dalam bentuk event Festival Bau Nyale di Pantai Seger Kuta Loteng pada hari ke 20 setelah bulan purnama di bulan ke 10 Kalender Sasak. Tradisi ini inipun telah viral diketahui dan disaksikan langsung, dihadiri oleh masyarakat dari seluruh penjuru, baik lokal, nusantara, maupun mancanegara.
Untuk tahun 2023 ini akan dilaksanakan pada tanggal 10 – 11 Februari 2023, sebagaimana didampaikan tokoh budayawan NTB, Agus Fathurrahman.
“Sesuai hasil sangkep warga atau musyawarah, Bau Nyale di Pantai Seger itu ditetapkan pada Jum’at 10 Februari hingga 11 Februari,” kata Budayawan, Agus Fathurrahman, Rabu 11/1/2023, pada acara sangkep warge di Desa Wisata Ende Desa Sengkol di Praya, Kabupaten Lombok Tengah NTB (dikutip dari laman Republika, Rabu 11/1/2023).

Mandalika Nyale
Pertama kali pentas Putri Mandalika Nyale pada dekade tahun 1980 an hingga 1990. Naskah Drama Putri Mandalika Nyale saat itu ditulis dan di sutradarai oleh Max Arifin, seorang tokoh budayawan dari kalangan Kantor Taman Budaya NTB saat itu.
Pemeran Raja Tonjang Beru – Raden Panji Kusuma, Muh.Rusdi Arjiman, S.Sos., Jum’at 3/02/2023 telah menyampaikan pengalamannya sebagai aktor dalam pentas Teater Putri Mandalika. Menurut Guru SMK ALETHEIA Kota Mataram ini, memang Raja Tonjang Beru adalah sosok yang arif bijaksana yang memiliki seorang Putri Mandalika yang cantik rupawan dan welas asih (bersambung/Kusmiardi).
Apitaik Lotim NTB, Sabtu 5 Februari 2023
Hormat,
KUSMIARDI
Jurnalis Jst-News.com
Biro Lotim NTB.
