TRADISI BUDAYA DAERAH (2) : NAPAK TILAS PENTAS DRAMA PUTRI MANDALIKA NYALE, UNTUK PARIWISATA NTB.

Jst – News.com ; Lotim NTB : Ahad 5/02/2023. M.Rusdi Arjiman, S.Sos pun mengenang kembali suasana saat pentas Teater Putri Mandalika Nyale dengan ending jatuhnya Putri Mandalika ke laut, diikuti munculnya sejenis cacing laut beragam warna bagai pelangi (merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu) yang bercahaya/bersunar (Nyala/Nyale : Sasak) nampak dari k9ejauhan. Konon, munculnya Nyale tersebut jelang fajar menyingsing.
M.Rusdi kemudian menyampaikan kalimat yang diucapkan Putri Mandalika kepada para Pangeran dari atas bongkahan batu cadas di Pantai Kuta (Pantai Seger). Sebuah kalimat yang ckup singkat, sederhana, namun penuh makna.
“Aku sangat mencintai rakyat Tonjang Beru dan Kerajaan Ayahku. Bila aku memilih salah satu Pangeran berarti itu perang. Kalau perang rakyat yang menderita. Aku adalah milik semua”.
Lalu Putri Mandalika menceburkan diri ke laut. Semua menangis sedih sambil memanggil Mandalika … Mandalika … Mandalika. Namun tak ditemukan … justru yang muncul cacing laut yang bersinar/bercahaya/menyala-nyala … mereka pun berteriak Nyala/Nyale … Nyale … Nyale (dialek/logat bahasa Sasak setempat). Mandalika Nyale … Mandalika Nyale … Mandalika Nyale.

“Jadi itulah … yang saat ini kita saksikan dalam kemasan acara Festival Bau Nyale di Pantai Kuta (Pantai Seger) adalah untuk mengenang Putri Mandalika.
Nyale diyakini masyarakat setempat sebagai jelmaan dari Putri Mandalika,” tutur Rusdi, Ahad 5/02/2023, yang juga salah seorang pemain Film Nuansa Birunya Rinjani tahun 1990 an ini.
M.Rusdi kemudian mengenang 30 puluhan tahun yang silam, saat dirinya pertama kali memperkenalkan pentas Drama Putri Mandalika Nyale.

“Awal pentas Drama Putri Mandalika Nyale pada tahun 1982 di lapangan Karang Jangkong (Mataram Mall sekarang = dulu masih lapangan sepak bola). Kemudian sejak tahun 1985 s.d 1990 (tiap tahun) langsung pentas Area (secara kolosal) di Pantai Kuta (Pantai Seger), tempat diyakininya peristiwa itu terjadi,” tutur Rusdi.
Lebih jauh lagi, Rusdi nenyampaikan hingga terakhir dirinya bermain drama Putri Mandalika Nyale. Diakuinya, dia berakhir main Drama Putri Mandalika setelah bermain Film.
“Setelah itu bermain film Putri Mandalika Nyale di TV RI Denpasar pada tahun 1990. Itu terkahir saya main Drama Putri Mandalika Nyale,” kata Rusdi, sembari menambahkan bahwa, saat itu Destinasi Wisata mulai nampak. “Alhamdulillah … niat awal untuk menumbuh-kembangkan Wisata di NTB mulai nampak dan terus meningkat makin dikenal masyarakat dan para wisatawan Nusantara maupun Wisatawan Mancanegara (Wisnu maupun Wisman),” imbuhnya (bersambung/Kusmiardi).
Apitaik Lotim NTB, Ahad 5 Februari 2023.
Hormat,
KUSMIARDI
Jurnalis Jst – News.com
Biro Lotim NTB.
