Pemerintah Tak Boleh DIAM, Dalam Korban Rakyat di Problematika INVESTASI BODONG (Segeralah!!! MUSNAHKAN)

rahmat aminudin

Pemerintah Tak Boleh DIAM, Dalam Korban Rakyat di Problematika INVESTASI BODONG (Segeralah!!! MUSNAHKAN)

Loading

JST-NEWS.COMJakarta, Satu per satu kisah pilu kembali mencuat. Seorang pensiunan guru kehilangan seluruh tabungan hari tuanya. Seorang ibu rumah tangga terpaksa menjual perhiasan keluarga demi mengejar “cuan cepat”. Janji manis investasi bodong kembali menjerat rakyat Indonesia dalam penderitaan berkepanjangan.

Di tengah gelombang kejahatan berkedok investasi ini, Cerdas Waspada Investigasi Global (CWIG) melalui Divisi Hukumnya angkat bicara dan menyerukan langkah hukum tegas. Rahmat Aminudin, S.H., Kepala Divisi Hukum CWIG, menyebut maraknya investasi ilegal sebagai bentuk kejahatan terstruktur yang tidak bisa dibiarkan terus tumbuh subur.

“Kami memandang ini bukan sekadar penipuan biasa. Ini adalah kejahatan ekonomi terorganisir yang menghancurkan masa depan rakyat. Negara harus hadir, hukum harus ditegakkan dengan tajam dan adil,” tegas Rahmat.

CWIG mencatat bahwa modus yang digunakan pelaku semakin beragam: mulai dari aplikasi digital yang tampak profesional, hingga skema MLM berkedok sedekah. Bahkan, beberapa pelaku menggunakan dalih “investasi syariah” untuk menutupi praktik licik mereka.

Rahmat Aminudin menambahkan bahwa lemahnya literasi keuangan dan minimnya penegakan hukum preventif menjadi dua faktor utama yang membuat masyarakat mudah terjerat.

“Kami meminta pemerintah, khususnya OJK, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta aparat kepolisian untuk melakukan pencegahan yang sistematis. Jangan tunggu sampai korban bertambah banyak,” ujarnya.

CWIG juga menyerukan agar seluruh elemen masyarakat lebih berani melapor dan tidak malu mengakui bahwa mereka telah menjadi korban.

“Kami buka ruang pelaporan, kami siapkan pendampingan hukum, dan kami akan kawal kasus-kasus ini hingga pelaku benar-benar mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum,” kata Rahmat dengan lantang.(Red)

Red@Info-Invest.Problematik/16/6/Jakarta/2025/JST-NEWS

Journalist Social Them - Your Share Media Social Acsess Online Integrity Network

You cannot copy content of this page